Minggu, 29 Mei 2011

we will. (hope so)

24 Februari 2010.
Parkiran Hotel Brongto.

Well, I swear I never met a boy who has such charisma and charm like you have.
Beneran. Sumpah, baru kamu. Bahkan sampai sekarang pun, cuma kamu satu-satunya yang bisa bikin saya kayak gini.
Dan saya nyesel. Saat itu saya sampe down. Bener-bener down. Waktu tahu kamu ternyata nungguin saya. NUNGGU SAYA. WHOA! I'm like, how come?!? Kita itu ketemu aja  baru sekali, dan hanya tatap-tatapan. Gimana bisa ternyata kamu nungguin saya?? Hati saya kacau. Saya kecewa. Saya nyesel :'(
Saat saya ngetik postingan ini pun, hati saya jadi sedikit kacau lagi inget sama kamu. Rasa menyesal itu dateng lagi. Nyesel nyesel nyesel. Sekarang cuma itu yang saya rasakan. Sampai sekarang. Tapi saya bisa apa?
Saya masih inget gimana Indri ngomong sama saya, 'Oh iya, mba Denna ditanyain sama A' R lho' (Aa', dia orang Sunda). Dan langsung hati saya ngga karuan. Sa-saya ditanyain? 




We'll meet again. We won't. We'll meet again. We won't. We'll meet again. We won't.  We'll meet again. We won't. We'll meet again. We won't. We'll meet again. We will. I know we will.

I'm a chickadee in love with the sky... but that's clearly not a lot to crow about. --Owl City

Sabtu, 28 Mei 2011

nervous

Kalo aku nervous perutku sakit. Mules gitu -_-
Nggak elit banget ya. Biasanya kan pada keringet dingin, ato gemeteren. Ee ini malah mules --"
Tapi iya. Misal kalo aku mau maju perform apaaa gitu, pasti mules. Jian lara tenanan pokok e :(
Biasanya kalo aku mau ketemu kamu perutku juga jadi mules nggak ketulungan. Kayak diremes-remes huhuhuhu. Trus aku jadi gelisah, panik, nggak siap. Hehe.

Mmm tapi kalo ketemunya nggak sengaja, lain lagi ceritanya.
Rasanya lain. :)




Euforia. Jantungku mau meledak :))

Jumat, 27 Mei 2011

#1: Kamu lelah?
#2: Selama ada kamu, tak mengapa.


Dan kita terus berjalan.

Kamis, 26 Mei 2011

kalian itu.. --"

Kamu suka pelangi, dan ternyata dia amat sangat mencintai gerimis. Aku masih ingat pertama kali kalian bertemu. Aku dan dia sedang berteduh di sebuah kedai kopi saat kamu tiba-tiba masuk dan menyapaku dengan antusias. Saat itu juga aku tahu, yang ada dalam pandangannya hanya kamu. Wajahnya tak pernah merona semerah itu sebelumnya. Dan matamu tak pernah berpendar sedemikian rupa, sampai hari itu.

Aku selalu berfikir, dan tak pernah sekalipun ragu, bahwa kamu memang pantas untuknya. Kalian berdua sahabatku. Tentu saja aku senang saat aku mendengar kamu dan dia bersedia mengikat satu sama lain dalam suatu komitmen hati. :)


Tapi.......

Sekarang. 

Pada sekian ingatan tentangmu, matanya masih saja meneteskan airmata
Beribu kali kukatakan, kalian itu serasi. Tapi kamu enggan memulai, dan dia nggak mau mengakhiri. Saat kutanya, kamu malah sibuk mempermainkan topi kesayanganmu lalu mulai menyulut rokok.



Dan, pada sekian kenangan tentangnya, wajahmu masih saja basah.

hadoo rupaku tuips :(

tenang saja :)

Pada titik ini, kebodohan saya adalah saat hati saya memutuskan untuk jatuh cinta. Dan, ya, menurut saya ini adalah merupakan suatu kebodohan. Catat, kebodohan. Bukan kesalahan. Karena, yah, apa yang salah dari seseorang yang jatuh cinta pada orang lain?

Namun ternyata kebodohan saya ini diikuti dengan kebodohan-kebodohan lain yang jauh lebih konyol.



Saya menunggu.
Dan itu kebodohan turunan dari kebodohan saya yang pertama. Apalagi ketika yang saya tunggu bahkan telah jauh berlari meninggalkan saya. Yang artinya,
untuk apa saya terus menunggu? Seharusnya saya berlari menyusulnya, dan memanggil namanya. Bukannya malah terus berdiri di sini, terlihat seperti orang tersesat. Masih saja percaya bahwa orang yang saya tunggu akan berhenti berlari dan berbalik menghampiri saya.

Yang sudah lalu adalah pelajaran, yang belum terjadi adalah pengharapan.

Saya bergeming.
Bergeming, sering disalah artikan sebagai 'bergerak'. Hal ini sudah menjadi kesalahan yang amat sangat umum. Padahal bergeming sendiri berarti 'tidak bergerak'. Seperti saya sekarang ini. Saya memilih untuk tidak bersama siapa-siapa, karena saya jujur terhadap apa yang saya rasa. Saya nggak memaksa untuk mencari yang lain selain dia. Saya nggak punya niat untuk melupakan atau mencari pengganti dirinya. Karena pada kenyataannya, saya cukup bahagia dengan kenangan-kenangan tentang dia, atau kesempatan-kesempatan yang akan datang untuk menghabiskan waktu-waktu bersamanya.

Saya nggak peduli.
Dan kesalahan ini cukup fatal. Karena saya bahkan nggak peduli cinta ini berasal dari satu arah saja. Dimana seharusnya berasal dari dua arah yang berbeda. Karena saya berpikir, jika rasa dengan yang lain belum kuat, lebih baik tidak usah saja. Toh saya malah akan lebih baik jika berbahagia sendiri daripada tersiksa berdua.

Saya ingin melihat dia bahagia.
Saya akui, saya bodoh saat saya punya keinginan untuk berada di sisinya hanya agar saya bisa melihatnya bahagia. Menonton, berbelanja, atau makan bersama sambil bercerita panjang lebar.

Saya nggak menyesal.
Jujur saja, saya nggak menyesal samasekali dengan semua kebodohan saya. Mungkin dia nggak tahu bahwa saya sudah mengagumi dia sejak dulu. Lama sebelum dia bahkan sadar bahwa saya ada. And, well, saya tidak mengutuk diri saya saat I accidentally fall in love. Karena saya tidak menyengajakan diri saya untuk jatuh. I just fell. Just as simple as that.

Saya tetap mencintai kamu. Dengan penuh kesadaran bahwa kamu nggak akan pernah ngerti perasaan ini. Dan saya juga nggak akan pernah memaksakan sesuatu. Karena toh cinta itu membebaskan.

Ternyata sudah lebih dari cukup bagi saya untuk mencintai kamu seperti apa adanya. Cara ini mungkin memang nggak biasa. Tapi biarkan sajalah. Saya akan tetap menunggu hingga rasa yang ada tergantikan. Dengan sendirinya. Dan jika rasa itu tetap ada, nggak apa-apa. Seenggaknya saya udah mencintai kamu seperti seharusnya.

'Cause everything's so wrong, and I don't belong living in your precious memories. Vanessa Carlton


*Udah, sante aja, nggak usah risau nggak usah galau. Just for fun kok :D*

Saya akan terus berjalan

Rabu, 25 Mei 2011

Mbake :'(

Ya Allah...
Saya khawatir beneran sama mbake, Ya Allah..
Koma belum bangun-bangun..
Ya Rabb :'(
Jangan sampe mbak Aly kenapa-napa ya Allah..
Sembuhin mbak Aly :'((


Semoga mbak Aly cepet sehat lagi.. Amiin yaa Rabbal 'alamiin.

blahblah

:|

Nggak tau deh harus ngerasa gimana.
Jadi, pada akhirnya memang feeling saya tu selalu bener, mase, mbake..
Yowes saya minta maaf ya buat yang bersangkutan. Maaaaaf banget.
Maafin saya yahyah? Pokokmen saya janji nggak akan ngulang ini lagi.
Damai? Impas ya? :)

Sudah ah

Kalo dipikir-pikir, sepertinya saya sudah capek.
Ah udah ah. Nggak asik lagi niiih.
Udah ya Caps, saya berhenti nunggu kamu capek, karena saya sendiri udah capek.
Hahahak (- -")

Date A Girl Who Reads

"Date a girl who reads. Date a girl who spends her money on books instead of clothes. She has problems with closet space because she has too many books. Date a girl who has a list of books she wants to read, who has had a library card since she was twelve.

Find a girl who reads. You’ll know that she does because she will always have an unread book in her bag.She’s the one lovingly looking over the shelves in the bookstore, the one who quietly cries out when she finds the book she wants. You see the weird chick sniffing the pages of an old book in a second hand book shop? That’s the reader. They can never resist smelling the pages, especially when they are yellow.

She’s the girl reading while waiting in that coffee shop down the street. If you take a peek at her mug, the non-dairy creamer is floating on top because she’s kind of engrossed already. Lost in a world of the author’s making. Sit down. She might give you a glare, as most girls who read do not like to be interrupted. Ask her if she likes the book.

Buy her another cup of coffee.

Let her know what you really think of Murakami. See if she got through the first chapter of Fellowship. Understand that if she says she understood James Joyce’s Ulysses she’s just saying that to sound intelligent. Ask her if she loves Alice or she would like to be Alice.

It’s easy to date a girl who reads. Give her books for her birthday, for Christmas and for anniversaries. Give her the gift of words, in poetry, in song. Give her Neruda, Pound, Sexton, Cummings. Let her know that you understand that words are love. Understand that she knows the difference between books and reality but by god, she’s going to try to make her life a little like her favorite book. It will never be your fault if she does.

She has to give it a shot somehow.

Lie to her. If she understands syntax, she will understand your need to lie. Behind words are other things: motivation, value, nuance, dialogue. It will not be the end of the world.

Fail her. Because a girl who reads knows that failure always leads up to the climax. Because girls who understand that all things will come to end. That you can always write a sequel. That you can begin again and again and still be the hero. That life is meant to have a villain or two.

Why be frightened of everything that you are not? Girls who read understand that people, like characters, develop. Except in the Twilight series.

If you find a girl who reads, keep her close. When you find her up at 2 AM clutching a book to her chest and weeping, make her a cup of tea and hold her. You may lose her for a couple of hours but she will always come back to you. She’ll talk as if the characters in the book are real, because for a while, they always are.

You will propose on a hot air balloon. Or during a rock concert. Or very casually next time she’s sick. Over Skype.

You will smile so hard you will wonder why your heart hasn’t burst and bled out all over your chest yet. You will write the story of your lives, have kids with strange names and even stranger tastes. She will introduce your children to the Cat in the Hat and Aslan, maybe in the same day. You will walk the winters of your old age together and she will recite Keats under her breath while you shake the snow off your boots.

Date a girl who reads because you deserve it. You deserve a girl who can give you the most colorful life imaginable. If you can only give her monotony, and stale hours and half-baked proposals, then you’re better off alone. If you want the world and the worlds beyond it, date a girl who reads.

Or better yet, date a girl who writes."

Rosemarie Urquico

Teruntuk Mbake

Aduh.. Mbake kok sampe sekarang belom ada kabar ya? Aku khawatir e. Kemaren habis operasi yang pertama dia langsung kasih kabar kalo dia baik-baik aja. Ini habis operasi yang kedua, katanya dia koma. Astaghfirullah :'(

Ya Allah, semoga mbakbul cepet sembuh :(

Honey And The Bee - Owl City

Lagu baru dari album barunya Owl City. Yang saya sukaaaaaaa banget. Hehehehe. Dan ternyata ini featuring Breanne Duren juga, kayak The Saltwater Room. Hihihi. Pokoknya saya suka kalo ada Mbak Breanne nya. Suara Adam sama Breanne tuh cocok :))
Lagu ini cute. Masih tentang cinta-cintaan sih, tapi tetep imut banget. Aaaa lucu deh pokoknya :D


Don't remind me
That some days I'm the windshield
And other days I'm just a lucky bug
These cold iron rails
Leave old mossy trails
Through the countryside
The crow and the beanfield
All my best friends, but boy I need a hug
(Boy I need a hug)

'Cause my heart stops without you
There's something about you
That makes me feel alive

If the green left the grass on the other side
I would make like a tree and leave
But if I reached for your hand, would your eyes get wide
Who knew the other side could be so green

Don't remind me
I'm a chickadee in love with the sky
But that's clearly not a lot to crow about
'Cause when the stars silhouette me
I'm scared they'll forget me and flicker out
I taste honey but I haven't seen the hive
Yeah, I didn't look, I didn't even try

But still my heart stops without you
‘Cause there's something about you
That makes me feel alive

If the green left the grass on the other side
I would make like a tree and leave
But if I reached for your hand, would your eyes get wide
Who knew the other side could be so green

We are honey and the bee

Backyard of butterflies surrounded me
I fell in love with you like bees to honey
Let's up and leave the weeping to the willow tree
And pour our tears in the sea

I swear!
There's a lot of vegetables out there
That crop up for air
Yeah, I never thought
We were two peas in a pod
To be suddenly bloomed
And I knew that I'd always love you

Oh, I'll always love you too

If the green left the grass on the other side
I would make like a tree and leave
But if I reached for your hand, would your eyes get wide
Who knew the other side could be so green

If the green left the grass on the other side
I would make like a tree and leave
But if I reached for your hand, would your eyes get wide
Who knew the other side could be so green

If I reached for your hand for the rest of my life
Who knew the other side could be so green

what's wrong?

Saya masih tetap saja menerka-nerka apa yang kamu lakukan saat nggak ada saya. Karena memang saya dan kamu jarang ketemu sih. Hehe. Jadi setiap malam saya hanya bisa menebak. Dengan melihat update-an status kamu di jejaring-jejaring sosialmu. Atau mungkin bahkan dengan ngobrol denganmu langsung. Tapi entah mengapa, tetap saja saya nggak bisa benar-benar tahu kamu lagi ngapain. Karena kamu nggak pernah bilang. Dan saya pun tahu diri, saya nggak akan nanya.

Kemaren malam kamu ada acara. Dan saya hanya bisa tersenyum saat kamu antusias menceritakan acara itu. Padahal hati saya terpecah belah. Khawatir. Iya. Khawatir.

Dan ketika kamu akhirnya pergi, dahi saya terus berkerut sepanjang malam. Bertanya-tanya, sekarang kamu sedang apa? Kamu masih baik-baik saja kan? Kamu masih bahagia kan?

Saya gelisah. Memikirkan kamu jauh dari saya itu menyesakkan. Rasanya sedih kalau kamu nggak ada.

Tapi saya lebih sedih saat kamu pulang, dan kamu diam saja. Kamu nggak berkata apa-apa sama saya. Kamu nggak cerita gimana acara kamu itu. Kamu nggak pernah cerita lagi. Kamu jauh. Kamu menjauh. Seolah saya nggak kenal kamu lagi. Dan saya nggak suka perasaan itu. Saya nggak pengen kamu memudar :(

Lama-lama saya berfikir. Hubungan kita makin lama makin buram. Saya makin sulit melihat jalan setapak, yang akan saya lalui dengan kamu. Saya sekarang hanya sampingan. Hidupmu sekarang lebih terfokus pada sesuatu yang membuat kamu lupa sama saya.

Kamu terus saja bermain-main. Terkadang kamu berlarian di tepi pantai, tanpa saya. Terkadang lagi, kamu bersepeda mengelilingi taman kota, dan lagi-lagi tanpa saya. Tetapi kamu pun tidak sendirian.

Pada awalnya saya merasa cemburu dinomorduakan seperti itu. Saya nggak terbiasa. Saya nggak suka diacuhkan. Tapi, pada akhirnya toh saya juga yang akan mengerti.

Sekarang saya bisa bernafas lega. Sekarang saya lebih paham. Walau begitu, kamu masih tetap bermain-main saja. Dan saya juga masih menanti kamu lelah. Karena saat kamu lelah, saya tahu kamu akan pulang ke hati saya. Sampai saatnya saya harus melepas kamu.


Dan ketika itu, saya sudah siap untuk menanti lagi :)




*Bukan untuk siapa-siapa. Nggak usah dipikir terlalu dalem :)*

Senin, 23 Mei 2011

Halo :)

Errrrr. CAPS!
Saya pengeeen banget neriakin nama aslinya keras-keras.
Karena dia udah bikin saya gila --"

Kadang dia itu bikin saya bingung.
Kadang dia bikin saya seneng.
Kadang dia bikin saya sedih.

Nah ah ah ah.
Met a boy in the parking lot :)
You :)))))
 
Free Website templatesFree Flash TemplatesRiad In FezFree joomla templatesSEO Web Design AgencyMusic Videos OnlineFree Wordpress Themes Templatesfreethemes4all.comFree Blog TemplatesLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesSoccer Videos OnlineFree Wordpress ThemesFree Web Templates