Selasa, 25 Desember 2012


God is in the rain. --Evey (V for Vendetta)

Selasa, 11 Desember 2012

Qing Fei De Yi

Masih mau percayakah kalian pada seseorang yang telah mendapat cap 'playboy' di masyarakat? Meet Rudy. Maybe the best player in his highschool. Oke, dia memang berparas lumayan. Trendy, up to date, and else. Dan memang akan selalu ada tipe orang macam ini back to the highschool era, huh?

Entah sudah berapa kali dia ganti pacar. Sudah berapa bibir ia lumat. Sudah berapa tubuh ia peluk dan gerayangi. Dan gadis-gadisnya tak pernah bisa menolak apa yang ada pada Rudy. Dia seperti magnet untuk para gadis. Ditambah, ia gemar berkelahi dan anggota resmi sebuah gank motor yang kerap mengadakan balapan liar. Makin tambah lah nilai plus Rudy di mata perempuan.

Yang orang-orang tak tahu... Ia adalah seorang pecundang perasaan. He's forever in love with his next door neighbor. Namanya Rara. Sahabat masa kecil Rudy. Semenjak masuk SMA, mereka jarang bermain bersama lagi. Sibuk dengan urusan masing-masing. Rudy, sibuk dengan para gadisnya, tentu saja. 

Rudy akan selalu ingat pada suatu malam saat ia dikeroyok sekumpulan musuhnya. Ia sendiri melawan lima orang. Kepalanya mengucurkan darah. Beberapa tulangnya patah, dan yang pertama muncul di kepalanya hanya Rara. Ia langsung menghubungi gadis itu.

"Ra..."
"Iya, Rud? Selarut ini nelpon, ada apa?"
"Hehe.. Ngga papa. Ini gue habis dikeroyok 5 orang. Sakit. Hehehe..."
"LO DI MANA?"
"Eh, gue ngga papa kok..." 
"RUD, CUT THE CRAP! BILANG AJA LO DI MANA SEKARANG!"
"Sante, Ra... Ini gue di Gang Tulip."
"Gue berangkat!"
"HAH! Lo gila, Ra?! Ini udah jam setengah satu, geblek!"
"Jaga diri lo bentar."
"Heh! Ra! Ngga usah gila lo! Ra!! Rara!!!!"

Dan 15 menit kemudian Rara menemukan Rudy terkapar sambil menahan sakit. Tapi ia tidak sedikitpun memarahi Rudy. Ia bersihkan luka Rudy dengan hati-hati. Saat itu, jantung Rudy berdebar hebat. Ia sayang sekali pada gadis di depannya itu.

"Lo sarap ya, Ra? Kalo lo diculik di jalan gimana tadi?"
"Ngeledek lo. Gue bisa jaga diri. Lo tuh yang ngga bisa."
"Hehehe.. Aww! Ati-ati, Ra!"
"Udah selese, ayo pulang. Lo bawa motor, Rud?"
"Kagak..."
"Bagus, nebeng gue aja. Gue bawa mobil kakak gue"
"Dasar kriminal..."
"Diem aje lu!"

Sesampainya di rumah, Rara membantu Rudy berjalan. Rudy mencium aroma tubuh Rara diam-diam. Jantungnya tak henti berdetak kencang dari tadi. Ahhhh, Ra. Kapan gue berhenti jadi pengecut gini... Kata Rudy dalam hati.

"Udah. Lo istirahat, minimal 3 hari ini sih. Kagak usah ngeyel!"
"Iyee Bu.. Gue mah mau-mau aja bolos 3 hari..."
"Yaelah jitak nih!"

Ketika Rara hendak pergi meninggalkan Rudy. Tiba-tiba saja Rudy menahannya. Rara menatap Rudy bingung.

"Makasih ya, Ra... Really, I can't thank you enough..."
"Halah apaan sih lo. Iyaa sama-sama. Yaudah gue pulang ya!"
"Ra..."
"Apalagi?"
"Gue sayang banget sama elo."
"Haaa? Gue juga sayang sama lo kok, Rud. Lo mabok ya tiba-tiba bilang gitu?"
"Gue sadar banget lagi, Ra."
"Trus?"
"Ya udah gitu aja sih, hahaha. Pulang sana!"
"Idih! Ngusir!"
"Iye gue ngusir, huss! Pergi buru!"
"Hih dasar!"

Kemudian Rara pulang, meninggalkan Rudy yang babak belur. Baik rupa, maupun hatinya.

"Gue terlalu sayang sama elo, jadi gue ngga akan ngebiarin cowok bajingan ini bikin nangis elo, Ra. Gue yang hina ini ngga pantes... Mungkin bakal selamanya gue jadi loser kayak gini. Dipecundangi hati sendiri. Tapi itu jauh lebih baik. Lo deserve much more better, Ra... Kalo emang takdir gue begini, ya gimana lagi. Toh dengan gini gue malah bisa jagain elo, Ra. We're gonna be bestfriends forever."

Itu adalah kalimat tak terucapkan untuk Rara. Yang Rudy pendam. Ia dekap dekat dengan hati. Seorang bangsat dan bajingan seperti Rudy, malam itu menangis karena rasa perih dalam dadanya. Rasa perih karena Rara.
I could hardly breathe. I cherish your innocence. So when I see you suffering, I'm sad with you...

Begitu, rasa sayang yang teramat besar dari Rudy untuk Rara.

I'm just afraid of falling in love with you...

Dan malam itu, Rara tak bisa menutup matanya untuk kemudian jatuh tertidur. Entah mengapa ia merasa gelisah, ada yang aneh dengan hatinya.

Hi pa wo zi ji hui ai shang ni
Ye xu you tian hui qing bu zi jin
Xiang nian zhi rang zi ji ku le zi ji
Ai shang ni shi wo qing fei de yi
I just can't help falling in love with you...

Senin, 10 Desember 2012

playing around

So here’s the rule :
Using only song names from ONE BAND or ARTIST, cleverly answer these questions. You can’t use the band I used. Try not to repeat a song title. It’s a lot harder than you think! Repost as “my life according to (artist or band name)”

Pick your Artist : JOHN MAYER
 
 

MY LIFE ACCORDING TO JOHN MAYER
Are you a female :
WHO SAYS (bahahahaha!)

Describe yourself :
SOMETHING LIKE OLIVIA

How do you feel :
BOLD AS LOVE

Describe where you currently live :
A FACE TO CALL HOME

If you could go anywhere, where would you go :
CROSSROADS

Your favorite form of transportation :
WHEEL

Your best friend is :
HALF OF MY HEART

You and your best friend are :
THE HEART OF LIFE

What’s the weather :
SHADOW DAYS

Favorite time of day :
ST. PATRICK'S DAY

If your life was a TV show, what would it be called :
DREAMING WITH A BROKEN HEART

What is life to you :
CLARITY

Your relationship :
EDGE OF DESIRE

Your fear :
FOOL TO LOVE YOU

What is the best advice you have to give :
SAY WHAT YOU NEED TO SAY

How I would like to die :
SLOW DANCING IN A BURNING ROOM

My soul’s present condition :
IF I EVER GET AROUND TO LIVING

My Motto :
PERFECTLY LONELY

Hehehehe... Try it. Just for fun. Aaaaaak tapik akuk merasak murtad dari akang Adaaaaaam gyaaa~~~ Maapken~ Ntar coba lagi deeeeh according to Owl City 8D

blurry.combined.

Have you ever experienced a phase when you feel you're just floating in somewhere you don't even know? Well I'm kinda in that phase right now. It's me and this long and empty and straight road ahead. No one, just me. Nothing, just the wind flipping through my hair. Now I'm a something close to a zombie. Metaphorically.

Beside that, I feel nothing, too. Ain't that a lil bit creepy huh? But for real, I don't feel anything. And fortunately, I don't want to. This empty feeling...

Adhitia Sofyan in the playlist. And nothing but I feel more blurry. His songs help me to get through the worst. Well of course when I say blurry, with Adhitia Sofyan, it becomes a magical one. A magical blurry feeling, it is. It's like I'm flying high... Up above. So beautiful yet wonderful indeed. I don't know where I am now... What to hold on by the way?

I got Monday, you got Tuesday
We will never be
You chase rainbows, I gaze starlight
We will never be the same again

Will I ever be the same again? Will you? Or this song is just so plain true? I don't know. Why won't you answer it? Hey, who is this 'you' I'm babbling about anyway.


We will never be.

Selasa, 04 Desember 2012

Hai.

Lama tidak mengunjungi orangtua kamu. Mereka sehat, kan? Sampaikan salamku untuk ayah dan ibumu ya. Peluk untuk adikmu yang lucu juga.

Ayah kamu masih suka duduk di teras sambil minum kopi susu paling enak di dunia, racikan ibu kamu?

Kain rajutan buatan ibu kamu masih aku simpan. Beliau masih menekuni kegemarannya itu?

Adik kamu yang pipinya kemerah-merahan itu, masih gemar menggambar laut dan senja? Aku yakin kelak ia akan jadi seorang pelukis hebat.

Sampaikan maaf yang sebesar-besarnya pada mereka, aku tidak mampu mempertahankan dan menjaga anak mereka yang satu itu. Kamu.

Senin, 03 Desember 2012

This is sad. So sad.

You know what’s sad about reading books? It’s that you fall in love with the characters. They grow on you. And as you read, you start to feel what they feel - all of them - you become them. And when you’re done, you’re never the same. Sure you’re still you, you look the same, talk in the same manner, but something in you has changed. Something in the way you think, the way you choose, sometimes, even the things you say may differ. But it all comes down to the state you go to after a nice novel. The after-feeling. It’s amazing, but somehow, you feel left alone by that world you were once in. It’s overwhelming. But it makes you sad. Cause for once you were this, this otherworldly being in… Neverwhere, and then you suddenly have to say goodbye after a few weeks from when you read the last page. When you’ve recovered from that state. It’s just… quite sad” --The Hunger Games

Jumat, 30 November 2012

source: weheartit.com

Dan karena hidup itu indah,
aku menangis sepuas-puasnya. --Sapardi Djoko Damono

Senin, 19 November 2012

Kedua Kali! How Can I Be Not Happy! :D

Jadi gini....

Malem minggu kemaren saya habiskan untuk menonton film horor bersama (seperti biyasa) If, Je, dan Ka. Dan ketoknya malem minggu ini juga, kalo lancar. Ya doaken saja hahaha. Kemaren sih nontonnya The Exorcism of Emily Rose yang rodo asu gitu hahahahah lha ra medeni. Terus ganti deh nonton Woman in Black, mayan laaaah rodo pahiny nek sing iki. Alah kemaki banget koe ki Den. Tur yang ini filmnya nggak sampe selese soalnyaaaaaaaa hehehehe yagitudeh :p

Terus paginya saya ke Ngayogjazz 2012 dooong!! Ahahahahah. Kan taun kemaren saya sama Lenny ke sana, dan karena ini acara annual yang sebegitu kerennya dan hratis pula, kami memutuskan untuk nggak melewatkan yang taun ini dong huehuehue. Yang taun kemaren itu di Kotagede, dan yang taun ini di Desa Brayut jaoh di Sleman sana.

Lenny ngampiri jam 9 gitu dan saya blasss belom siap-siap. Hehehe mandi deh terus langsung berangkat ngampiri anggota dadakan si If. Habis itu menuju ke Brayut! \o/

Sampai di sana kira-kira jam 11an lah. Terus nganu aduh aku lupa hahaha --" Pokoknya itu kita makan sate jamur terus hujan terus kita nunggu gitu mantengin hujan yang turun dengan sangat syahdu dan penuh penghayatan. Cerita selanjutnya bisa dibaca di blognya Lenny di sini. 'Cause I'm way too lazy to type it now kekeke.

Kita di sana nonton lumayan banyak band tapi ngga bisa sampai rampung soalnya keburu malem dan ujan juga... Kita aja dari Sleman pulangnya ujan-ujanan! :| Hwoiyak, di sana yang kita tonton Everyday Band, Ketzia, Sound of Hanamangke, Dialogue, and else :)

Dan di sana aku ketemu seorang bapak-bapak, namanya Pak Iwan. Beliau jualan kaset-kaset jaman dulu gitu, old records. Ada piringan hitam juga. Wow kan. And you know what, dia itu orangnya ramah dan welcome banget! Langsung ngajakin ngobrol panjang lebar, guyon pula. Oh my... Ada orang yang kayak gitu ya jaman sekarang. He's just too nice! Beside, aku emang tertarik sama apa yang beliau jual. I want them! Piringan hitam MV Thriller-nya Michael Jackson, Mr. Big, old movies... KEREN BANGET. Terus aku tanya-tanya gitu, apalagi karena itu semua dijual murah buanget serius! Eh malah dikasih tau kalo beliau itu cuman ngejualin punya temennya dan rumah temennya itu di Pandak, Bantul. Lumayan deket dari rumahku. Woooow lagi. Dan aku dikasih nomor telpon temennya juga. Aaaaa... Asik banget kali ya punya kakek kaya beliau yang so friendly itu :') Semoga beliau sehat selalu...

Yah pokoknya hari itu was so awesome... Next year aku harus ke sana lagi! Sampe rampung Ngayogjazz-nya kalo perlu. Kan udah kuliyeee~ Hihihi.


Thank you, #Ngayogjazz2012 :D

Jumat, 16 November 2012

Suatu Hari di Persimpangan Jalan

Waktu itu senja, di suatu persimpangan jalan dekat Pasar Brayan
Seorang anak laki-laki dan ibunya dalam suatu adegan
Yang sebelumnya tak pernah dalam kepalamu terlintaskan
Anak itu menangis, meraung meminta sepotong bakwan
Yang dijual Pak Iwan di warung depan
Ibunya tersedu sedan tak mampu menjelaskan
Dan anaknya terus menggelepar sedemikian
Dari mata sang ibu tersiratkan
Sepotong luka terajut dalam rintihan
“Penguasa, kami kelaparan...”

--F. R. Fikri

Nyanyian Pelangi

Merah jingga kuning
Hijau biru nila ungu
Kau dengar melodi itu?
Lihat ke atas, mereka melambai
Mereka tertawa, tawa damai
Kapan kita bisa bernyanyi seperti dulu?
Melantunkan sebait lagu itu?
Me ji ku hi bi ni u

--F. R. Fikri

Senja Terlupa

Kau tahu, senja merupakan anak emas semesta
Dengan mudah kau akan membelalakkan mata menatap langit mulai jingga
Pasang telingamu niscaya terdengar nyanyian petang
Tak perlu kau risau karena gamang
Nikmati saja transisi sang langit lazuardi
Teriring lantunan syahdu melodi
Jingga, jingga, merah jingga
Senja yang kerap terlupa

--F. R. Fikri

Kamis, 15 November 2012

I want to hug you like I used to. [Edge of Desire - John Mayer]

source: weheartit.com


Tahu apa yang sangat aku rindukan dari kamu? Your back. Hahaha, yes, I'm in love forever with your back. Kamu ingat bagaimana aku dulu selalu betah berlama-lama memeluk punggungmu yang kokoh dan hangat itu? The thing is, I find peace by hugging you.

Lalu kemudian saat aku sedang lengah atau asyik sendiri, kamu akan ganti mengejutkanku dengan memelukku balik. Ah. Seeing you, it kills me now. I'm dying to hug your back. I'm dying to have you back.
I want you so bad I'd go back on the things I believe.
There I just said it.
I'm scared you'll forget about me... --John Mayer

Minggu, 11 November 2012

Tunggu...

Aku: Biarkan aku pergi, jauh dan tak kembali. Lepaskanlah aku.
Kamu: Tunggu... Sebelum aku mengabulkan permintaanmu, ada satu yang ingin kutanyakan.
Aku: Apa itu?
Kamu: Apa kamu menjamin dirimu akan bahagia, setelah aku melepasmu nanti?
Aku: ....
Kamu: And?
Aku: I'm not quite sure...
Kamu: Then, I'm not going to let you go. I don't want to lose you.

Sabtu, 10 November 2012

source: weheartit.com

Kita berhadapan namun mata kita tak saling menatap. Inilah jauhnya jauh.

Terima Kasih, Kamu

"Sudah, tidak usah kamu lanjutkan dukamu itu. Masih ada aku untukmu, selalu," katanya sambil mengelus lembut rambutku yang acak-acakan. Aku mendongak untuk menatapnya. Ia tersenyum padaku. Tiba-tiba saja aku merasa malu sekali, wajahku sedang kusut terbasuh airmata. Lalu aku berpaling dan mengusap-usap airmata yang masih tersisa.

"It's just so frustrating, you know?" kataku tersendat. Ia masih mengelus pelan rambutku. "Well, perhaps I don't know, darling. Tapi satu yang aku tahu, ketika kamu jatuh 3 kali, selalu bangkitlah untuk yang ke-4 kali dan selanjut-selanjutnya," katanya. Dan tanpa menatap wajahnya yang teduh aku tahu ia sedang tersenyum manis sekali.

Sejuk. Aku tidak tahu bagaimana, tapi adanya dia di sini, di sampingku, selalu membuat hati dan pikiranku damai sekali, walaupun aku baru saja merasa diremukredamkan semesta. Dia selalu punya this positive atmosphere around him

And the way he talks, and laughs... God, I'm in love forever with his mumbling and giggles.

"Just... Give me your hug and I'll be alright for now," ujarku kemudian. Toh aku akan selalu baik-baik saja selama kamu ada di sisi, aku tersenyum dalam hati. 

Ia tertawa, kemudian merengkuhku ke dalam satu pelukan panjang dan hangat. 

I know someone standing forward in his believe in
The most person with a big hope and strength
And a part of him has grown in me
Inspired my whole life
He brings me to a new vision of life.. As time goes by
. --Endah N Rhesa

Kamis, 08 November 2012

Aku Begini Adanya.... --v

Tema bengi iki pokmen "Salahkan semuwanya pada Denna, ia memang begitu adanyaaaaa." Hehehehehe. Aku salah banget pokoke membuwat malam ini tidak begitu asik :(((

Jadi rencananya malem ini kita (aku, If, Je, sama Ka) mau jalan buat semacam pelepasan Ka ke Jakarta gitu, or whatever you call it. Dia menang lomba poster dan yah itu tadi, diundang ke Jakarta. Soooo we decided to have one last boys-bonding-time (yeaaaa, anggep aja aku cowok juga --") before Ka goes to Jakarta.

Terus kita kumpul di rumahku jam 7an gitu. Langsung kita berangkat ke tujuan pertama: Kalimilk. Semua sih ngikut bos besar aja yang bayarin heheheh... Iya, kita ditraktir Ka pokokmen malem itu. Harakyo cetho trimooo! Malem ini kita semua tunduk pada Ka sang Raja. All hail Kaaaaa!! Pesen deeeeh tuh, If susu coklat, Je susu anggur karo stroberi po opo gitu, Ka susu cookies karo apasih lali, trus aku susu cookies. Hehehehe rasane luwih enak tikel seket, karang yo dibayari.

Njuk habis itu kita meh golek makan besar... Ka njaluke nasi kebuli. Trus kita ke Gejayan buat nyari tapi nggak ketemu, yaudah terus kita meh nyoba nyari di Jakal. Aku ro Je sempet kesasar juga, dan menemukan If sama Ka lagi sante tuku Mendem Duren. Nah, di situ, DI SITUUUU dimulai kesalahanku huh :| Jadi kita njuk rembugan bentar meh ke mana, pokoknya sih nyari yang sego po bikin wareg... Ka sempet pengen ke PH aja walo ga ada nasinya tapi aku malah nyaranin ke suatu-tempat-makan-yang-etok-etoke-tak-sensor-jenenge. Dan selanjutnya kita sebut saja STMYEETSJ. Ya aku nyaranin soalnya di situ pilihan makanannya akeh dan bermacem-macem gitu jadi kan biar sisan gitu lho karepku ki... Hehehehe.

Nah jadi STMYEETSJ kan kita, trus pada pesen. If pesen spageti, aku chicken katsu, Ka nasi kebuli, dan Je pesen nasi goreng kambing. Minumnya es teh tarik sama hot ginger coffee. Nah abis pesenannya dateng, mulaiii deh praharanya -_- Yang Je sambat koyo wedhus dibeteti, Ka sing embuh kae meneng wae tur ketoke yo ra relo, dan If sambat panganane sithik banget. Mung aku thok le trimo, karang yo dibayari. Hehehehehe ngrasa guilty banget aku ro mereka hehehehehehe. SALAHE SOPO MANUT AKU!!!!!!

Tur yo akhire pada kewaregen semua. Si Je sama Ka wis liyer-liyer penuh rasa sesal HEHEHEHE. Maap deh maap. Maapkeeeeeeen. Semuwa memang salahkuuuhuu.. :(

Sambil nunggu panganane medhun, kita nongkrong di STMYEETSJ sik dulu rada lama. Jebule di belakangku ki ada rombongan orang cah 3an gitu dan mas-mase sing pas di belakangku ki ketok celengane :| Awale aku nggak nyadar sik soale sing liyane tak kiro mung pada ndleming gitu, eh trus Ka ngomong "Ra nyaman banget aku nang kene weruhe silit." Langsung nengok aku dan jebulannya memang benar adanya sebuah celengan (baca: silit) yang terpampang nang mburiku caket. Mung langsung kemekelen aku ro liyane. Jan nggapleki tenan.

Terus nganu hahahaha, bar rasan-rasan si penampakan silit liar mau (iki jarene Ka --"), Ka kan lendetan sama If gitu romantis banget. Tiba-tiba aja Ka nyeletuk lagi "Kowe ngentut yo Ful?" dan If dengan lugunya ngguya-ngguyu dan njawab "Hooh." Ger-ger-an meneeeeh hahahahabajingan ngakak #rauwisuwis x'))

Njuk kita juga mainan dilit.. Ngacak kontak dan random kirim sms 'aku sayang kamu' ke kontak yang terpilih. If thok sing ramelu soale hapene angel le nge-scroll. Ciiiiih. Sarik banget sakjane tur aku bisa apa -_-

And then we went home... The night was still young and I didn't want this to end up soon, but we have to go home... :)

Malam yang panjang bareng teman ku lewati
Jangan pulang sampai saat terbit mentari! --Sheila On 7

Minggu, 04 November 2012

source: weheartit.com

Aku ingin menangis, melepas lara. Tetapi katamu, "Kamu terlalu manis untuk berduka."

Sabtu, 03 November 2012

Kamu dari Masa Lalu

Hari yang biasa saja di kampus. Kecuali bagian di mana ada kamu. Kamu memang masih selalu istimewa. Sampai sekarang aku masih suka diam-diam memperhatikanmu tertawa dari kejauhan. Ah, apa yang dulu kita lakukan bersama.

Bagaimana kabarmu sekarang? Aku terlalu pengecut untuk bertanya langsung padamu. Sehingga hanya mampu membisikkan rindu pada angin, menitipkan salam pada senja, juga meneriakkan rasa pada cakrawala. Semoga kesemuanya tersampaikan. 

Semenjak hari kita memutuskan untuk menunggalkan satu sama lain, masih selalu kamu yang ada dalam pikiranku. Apakah kamu juga begitu? Atau kini dia? Sekali lagi, sebuah tanda tanya bagiku.

Kamu cerdas, ia begitu pintar. Kamu rupawan, ia ayu mempesona. Kamu tegas dengan pendirianmu, ia pemegang prinsip yang kuat. Sedari dulu memang sebenarnya aku tak pernah punya tempat, kan? Mungkin saja aku tertakdir untuk menyatukanmu dengannya. Mungkin saja aku...

Aku memang seseorang yang begitu malang dan menyedihkan. Masih saja tahan terus berjalan di bawah naungan masa lalu. Masa lalu yang kerap menyakitiku. Masa laluku, dan kamu. Namun yang lebih menyakitkan lagi adalah, bagaimana kamu kini telah berhasil melepaskan diri dari jeratan masa lalu tentangku sejak lama. Mungkin, lama sekali.

Tak ingin aku menyangkal harapan yang masih ada. Secercah kecil yang sampai sekarang menjadi alasanku masih saja betah berlama-lama mendoakanmu. Iya, tentu saja diam-diam. Tahukah kamu, betapa sesungguhnya aku berharap kamu lah yang akan menyelamatkanku dari masa lalu, sekali lagi seperti dulu?

Menyelamatkanku dari bayang-bayangmu sendiri.

Because maybe... You’re gonna be the one that save me. --Oasis

Jumat, 02 November 2012

Pada menit-menit bersamamu, kupanjatkan doa dalam kalbu. "Tuhan, jangan biarkan saat-saat ini terburu melaju, untuk kemudian berlalu." Amin.

Cakap Kita Suatu Hari

source: weheartit.com

Saya: Mana, katanya kamu sudah mimpi berumah tangga?
Ia: Ah... Sabar sajalah kamu menunggu. Tak perlu terburu-buru.

Saya: Masih percaya sama komitmen?

Ia: Selalu. Kamu, masih juga tak percaya?

Saya: Always. Hahaha.

Ia: Bahkan, komitmen sakral pernikahan atas dasar melengkapi agama, pun?

Saya: Tentu saja. Mengapa? Kamu pikir saya secepat itu berubah pikiran?

Ia: Nope... I'm just asking.
Hening sejenak.
Ia: Memang kamu akan bertahan seperti ini terus sampai tua? Sampai ajalmu tiba?

Saya: Mengapa tidak?

Ia: Saya sedang memahami jalan pikiran kamu di sini... Coba, jelaskan.

Saya: Well, ini mungkin dimulai saat saya merasa muak mendengar orang mengucap satu kata itu di mana-mana.

Ia: Cinta?
Saya: Ya, tepat. Kata itu. Begitu kerap kata itu diumbar, seolah kata itulah jawaban dan penyelesaian atas semuanya. Begitu sering kata itu terdengar, dari bibir mereka yang masih berseragam. Tahu apa mereka tentang cinta? Di situlah, saya mulai meragukan kesakralan cinta, karena sekarang ia seolah kehilangan keagungannya karena kita semua. Manusia.

Ia: Go on.

Saya: Kemudian saat lebih banyak lagi orang yang menyalahgunakan fungsi kata itu, juga fungsi cinta itu sendiri. Lihat saja, sakralnya upacara pernikahan toh tak menghalangi perpisahan kedua pihak yang terikat di kemudian hari. Kalau mereka menikah untuk bercerai, mengapa tidak sejak awal saja mereka memutuskan untuk tidak menikah?

Ia: Oke... Lalu?

Saya: Lalu, ikatan suci itu juga tak menjamin dapat menghambat salah satu atau bahkan kedua pihak untuk mengkhianati hati satu sama lain. Saat mereka mengikat satu sama lain dalam suatu komitmen ini untuk pada akhirnya berkhianat, mengapa tidak sejak awal saja mereka memutuskan untuk, sekali lagi, tidak menikah?

Ia: Hmm... Jadi, selain tidak mempercayai suatu komitmen apapun itu bentuknya, kamu juga tak mempercayai apa yang mereka sebut 'cinta'?

Saya: Exactly. You get my point.

Ia: Tidak pernahkah kamu jatuh cinta?

Saya: Dengan adanya dekadensi pada cinta itu sendiri, saya ragu apa saya bahkan pernah merasakannya. Oh hei, sekarang saya yang bertanya. Mengapa kamu sebegitu percayanya pada suatu komitmen?

Ia:'Mengapa kamu bernafas dengan menghirup udara?'

Saya: Supaya saya bisa tetap hidup.

Ia: Hahaha... Saya tidak bertanya, saya memberikan pertanyaan yang jawabannya sama dengan pertanyaan kamu.

Saya: Kamu percaya komitmen, supaya bisa tetap hidup? Itu tidak masuk akal.

Ia: Yah, mungkin tak sepenuhnya seperti itu juga. Begini, saya percaya suatu komitmen karena saya memiliki keyakinan akan seseorang, yang dengannyalah saya ingin membuat suatu komitmen hati tadi. You get it?

Saya: Yea, I get it... So, you're tryin' to say, you're in love with that person?

Ia: Exactly. You get my point

Saya: Jangan jadi salah satu dari mereka yang merusak keagungan satu hal itu.

Ia: Tidak, saya juga tak ingin sedikitpun merusak kesucian, kesyahduan, dan keagungan hal itu. Saya ingin menyempurnakannya. Yaitu dengan orang yang saya bicarakan tadi.

Kembali hening sejenak.

Ia: Saya meyakini, cinta yang murni dan putih serta tak ternodai, adalah cinta mereka yang telah saling berniat dalam hati untuk kemudian mengikat diri pada suatu komitmen sakral; tali pernikahan.

Saya: Then, I think you should really get going to marry her, like as soon as possible. No?

Ia: Hahaha... Tidak semudah itu sepertinya.

Saya: And why is that?

Ia: Berlawanan dengan saya, ia seseorang yang sangat tak mempercayai komitmen. Tetapi toh saya akan menunggu, sampai ia akhirnya dapat menerima gagasan akan suatu komitmen yang mengikat, dan pada akhirnya bersedia untuk melakukannya dengan saya.

Lagi-lagi, hening.

Ia: Seberapa lamanya kamu bertahan pada prinsipmu akan hal ini, saya akan setia menunggu. Sampai kamu mati pun saya akan tetap menanti. Karena harapan saya akan kamu lah yang membuat saya tetap hidup. Hanya dengan kamu lah saya ingin menyempurnakan agama saya.

...


Ia: Darling, you need to have a little faith. :)

...

Ia: Saya ada janji meeting dengan klien saya sebentar lagi. Jadi, saya pamit duluan, ya? Enjoy your meal! Don't worry, treat's on me. Bye!

Dan saya tetap diam saja. Sebelum ia mencapai pintu keluar, ia berbalik.

Ia: Selamat hari Jumat, jatuh cintalah!

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Courtesy: "Selamat hari Jumat, jatuh cintalah!" quoted from @egofauzy.

Kartu Pos

found somewhere on Google
Kartu pos dari saya sudah kamu terima? Di situ ada hati saya, buat kamu.

Saya selalu suka mendapat balasan dari kamu. Kartu pos yang selalu kamu buat sendiri. Saya pecaya di situ kamu goreskan asa kamu. Tersenyum saya, membaca mimpi yang kamu tuliskan di semua kartu pos itu. Kamu begitu bahagia, yang menjadi alasan saya untuk bahagia juga.

"Terimakasih untuk ibu yang sudah melahirkan kamu. Katakan pada beliau, saya akan menjaga anaknya yang satu ini dengan segenap diri saya...dan tentu saja sepenuh hati saya. Dia telah menjadi bahagia saya. Alasan saya untuk tertawa. Sendu saya, saat ia dirundung pilu. Ia, semesta saya. Tetaplah berjalan berdampingan dengan saya, sampai kaki kita tak mampu lagi ya, Ki. Saya percaya pada suatu ikatan komitmen hati. Pun juga kamu, Ki?" Dengan gambar manis yang kamu buat sendiri.

"Iya. Pun juga saya. Saya percaya. :)" Saya tak pernah pintar menggambar sepertimu. Hanya saya bubuhkan gambar hati kecil di pojok.

Kemudian saya tersipu malu saat kamu membalas, "Dan ikatan itu, setelah ada ijab dan qabul. Setelah saya melafalkan, dengan menjabat tangan ayah kamu."

"Kamu. :)" Lalu saya kirim kartu pos ini buat kamu.

"Dan jangan lupa, Walimatul Ursy', di tempat impian kamu. Rumah saya, dan kamu. Rumah kita. Kelak." Setelah itu saya menangis. Bahagia.

"Aamiin yaa rabbal 'alamiin. Kita, kelak. Indah." Saya tulis dengan perasaan yang membuncah.

Aku merindukan kamu dan aroma tubuhmu yang betah berlama-lama tinggal di ruang tamu rumahku.
Aku rindu tatapan malu-malu kamu saat kita membicarakan rasa.
Aku rindu ketidaktegaanmu memberiku dosa. Katamu kau tak sampai hati untuk menyentuhku.
Aku rindu caramu menghormati semua perempuan seperti kamu menghormati ibumu. 
Aku rindu kamu...
Karena aku sesungguhnya merasa tak perlu membiarkanmu tahu, tentang hatiku yang bagai dihimpit dua bongkah batu. Tersesaki kenang akanmu.

Lara.

Cuman sebuah drabble yang saya bikin di Twitter hehehe.. Well, even though it's absurd and messy enough, enjoy.

source: weheartit.com



Saya ingin bercerita, tentang seorang anak manusia yang penuh dusta. Kita sebut saja ia Lara. Lara adalah teman ibu saya ketika mereka masih SMA. Mereka tak terlalu mengenal satu sama lain. Ayah lah yang mempertemukan mereka. Lara sempat bersahabat dengan ayah saya. Dekat sekali. Sampai saat mereka mulai kuliah.

Suatu hari pada semester kedua mereka, Lara tiba-tiba saja menghilang. Ia DO dari universitasnya. Dan ternyata Lara tak lagi tinggal bersama orangtuanya. Ayah dan ibu Lara bungkam. Enggan memberikan informasi secuil pun. Kata ibu, ayah kemudian jatuh sakit dan harus rawat inap selama seminggu setelah mencari Lara namun tak ada hasil. Sejak itu ayah tak pernah bertemu dan berinteraksi lagi dengan Lara. Sampai suatu malam sebelum pernikahan ayah dan ibu.

Malam itu Lara datang membawa hadiah untuk ayah dan ibu. Ia meminta maaf karena tak bisa hadir pada resepsi esok hari. Tentu saja saat itu ayah langsung melontarkan bom pertanyaan padanya. Dan Lara tak sedetikpun berhenti tersenyum saat menjawab ayah.
 
Lara pergi karena ia jatuh cinta pada ayah. Lara memang bukan gadis yang kuat kala itu. Ia memang selalu tertawa di depan ayah...
 
...namun ia menangis saat ayah tak melihat. Ia menangis tiap malam. Ia tak pernah berhenti menyalahkan hatinya. Saat itu Lara memiliki kekasih. Tapi Lara sama sekali tak punya rasapada pria itu. Lara hanya ingin terlihat baik-baik saja di mata ayah. Setiap hari Lara mengarang cerita tentang bagaimana sayangnya ia pada kekasihnya. Ayah pun turut bahagia melihat kawannya senang.
 
Lara aktris yang baik, tak pernah sekalipun ia tunjukkan perasaan yang sebenarnya. Ia selalu bilang bahagianya adalah melihat ayah bahagia. Ayah sangat menyayangi Lara. Lara sudah menjadi bagian dari hidup ayah. Namun bagaimanapun, buat ayah, Lara merupakan pijakan. Yang selalu menopang ayah. Sedang dalam rengkuhan lengan ayah, ada ibu.
 
Lara tak bisa memungkiri perasaan ia ingin menjadi seorang dalam pelukan ayah. Tetapi ia hanya bisa diam dan menertawakan sakitnya. Iya, ketika hati Lara sakit dan terluka, Lara tertawa. Dengan airmata menetes dari pipinya. Lara tak punya siapa-siapa untuk menceritakan semua ini. Ia takut.. Sehingga begitulah ia selama bertahun-tahun. Mendustai hati, diri, dan orang yang ia cintai.
 
Sampai suatu hari... Ia lelah dengan semuanya. Sayangnya ia juga terlalu pengecut untuk memberitahu ayah. She loved my father enough to let him go. Jadi seperti itulah, ia memilih mengungsi, menciptakan kehidupan baru tanpa ayah.
 
Ibu pernah berkata, "Tak ada yang mencintai ayahmu melebihi cinta Lara kepadanya."
 
Kemudian aku mengernyit dan bertanya, "Bahkan ibu?".
 
Ibu mengangguk tanpa ragu. "Bahkan ibu."
 
Tak pernah ada penjelasan lebih lanjut akan pertemuan ayah dan Lara malam sebelum hari pernikahan ayah dan ibu. Kata ibu, setelah malam itu Lara sekeluarga pindah ke luar negeri. Ia datang untuk pamit pada ayah. Ia juga titip salam untuk ibu. Lara mendoakan kebahagiaan ayah dan ibu. Dan malam itu, selepas kepergian Lara, ayah menangis sampai pagi.
 
Ibu tak pernah menceritakan semua yang dikatakan Lara pada ayah sepenuhnya. Ibu selalu menangis saat mengingat Lara. Ayah bercerita tentang kedatangan Lara malam itu pada ibu, saat ibu sedang hamil anak pertama. Aku.
 
Lara bertahun-tahun lamanya hidup penuh dusta. Entah, aku tak bisa membayangkan seberapa rusak hatinya. Kemudian untuk mengenangnya, ayah memberiku nama yang sama dengan wanita yang mencintai ayah itu.
 
Namaku Lara.

Jangan terlambat mencintai mereka, yang pada mereka lah kamu datang saat merasa semesta sedang berkonspirasi untuk menjatuhkanmu. Karena mungkin saja, mereka adalah orang-orang yang paling mengerti kamu. Yang menyayangi kamu dengan setulus hati. Kita tak pernah tahu. :)

Puisi Untuk Lune

1 November 2012

Terbentang seluas alam, tempat para bintang bersemayam
Iya, aku bicara tentang langit malam
Kerap menjadi isyarat para makhluk untuk memejam
Pun sarang pikiran yang merunyam

Sewujud satelit yang muncul malu-malu
Merupa permata syahdu, merupa cahaya pelita
Semoga kamu selalu menjadi seindah dan semulia namamu
Ini doaku untukmu, Lune Ayu Pinandhita

--F. R. Fikri

Bhahahak mantan temen sebangku selamat berumur nembelas punjul sedino! Joyeux anniversaire, claire de Lune! Semoga inget sama aku selalu, sebage Denna yang lugu tur tetep uwuwuwuw! Sini, sayang dulu (ɔˇ³ˇ)ɔ

Kamis, 01 November 2012

source: weheartit.com

There is no friend as loyal as a book. --Ernest Hemmingway

Selasa, 30 Oktober 2012

Puisi Untuk Teteh

23 September 2012


Kata mereka, yang bersinar kelak ada masanya pudar
Yang berdenyar akan ambyar
Yang sangar akan gentar
Yang telah berikrar akan ingkar
Kemudian kepercayaan diselewengkan
Para begawan terkapar di peraduan
Beratus preman cengengesan
Namun tak usah lah risau kau pikirkan
Semoga kelak kau tak salah haluan
Tak termakan arogan, tetap tahan budiman
Hati dan rupa, kecantikan yang tak termakan jaman
Ini doaku untukmu, Nurul Lathifah Zaman

--F. R. Fikri

Sebuah kado ulangtahun yang terlambat juga buwat Teteh hehehehe. Semoga suka yaa Teh. Semoga selalu teringat pada dirikuh :*
 
Free Website templatesFree Flash TemplatesRiad In FezFree joomla templatesSEO Web Design AgencyMusic Videos OnlineFree Wordpress Themes Templatesfreethemes4all.comFree Blog TemplatesLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesSoccer Videos OnlineFree Wordpress ThemesFree Web Templates