Jumat, 27 Desember 2013

No one could ever know me
No one could ever see me
Seems you're the only one who knows what it's like to be me
Someone to face the day with, make it through all the rest with
Someone I'll always laugh with
Even at my worst, I'm best with you, yeah!
--I'll Be There For You - The Rembrandts (Friends OST.)

I. FUCKING. LOVE. THEM. TO. THE. BONES.





So no one told you life was gonna be this way
Your job's a joke, you're broke, your love life's D.O.A.
It's like you're always stuck in second gear
When it hasn't been your day, your week, your month, or even your year, but

I'll be there for you
When the rain starts to pour
I'll be there for you
Like I've been there before

I'll be there for you
'Cause you're there for me too...

Selasa, 24 Desember 2013


source: weheartit.com

"Kadangkala awan gemawan begitu banyaknya, terapung di segala tempat seperti perahu kapas, menyembunyikan cerita senja, sebuah peristiwa ketika matahari seperti bola yang melesak ke balik cakrawala, yang selalu mengingatkan manusia betapa keindahan yang sempurna hanyalah sesuatu yang semu saja, seperti kebahagiaan, yang lewat melintas dalam kenangan terbatas." --Sepotong Senja untuk Pacarku, hal. 76, SGA.

Senin, 23 Desember 2013

Last Night - Motion City Soundtrack

source: weheartit.com

         
Sinar matahari menyelinap melalui jendela tanpa tirai. Mataku mengerjap perlahan. Sialan. Kepalaku terasa berat sekali. Pening tak terkira. Kutegakkan tubuhku walau sungguh rasanya susah sekali. Kembali mataku mengerjap. Rumahku hampir kosong. Belasan botol dan kaleng bir berserakan di hadapanku. Kemudian kesadaran menghantam keras ingatanku.

“Oh, fuck.”
****
“Nggak usah ngatur-ngatur kalo kamu sendiri nggak mau diatur! I’m not one of your stupid superheroes action figures yang bisa kamu mainin seenaknya!” suaranya seakan melecetkan telingaku.

“Kamu itu CALON ISTRIKU, anggep aja ini latihan! Istri yang baik nggak akan pernah melawan perintah suaminya,” kataku sambil menahan api yang mulai bergejolak dalam dada. Ia menatapku dengan sengit.

“Aku capek sama semua ini! Kamu bilang kamu mau coba pelan-pelan berubah, tapi apa? Harusnya dari awal aku tahu kamu cuman akan terus kayak gini!”

Aku bisa merasakan telingaku benar-benar telah siap mengucurkan darah segar sebentar lagi. Kepalaku serasa dibor. Hatiku bocor. Bukit kesabaranku mulai longsor. Kuambil kunci mobilku tanpa berkata apa-apa. Tanpa menatap raut wajahnya.

“Mau ke mana kamu? Heh! MAU KE--- BAYU!” 

Aku bahkan tak menoleh lagi.

Aku mengemudikan mobilku dengan hati yang gusar dan pikiran yang ambyar. Berkawankan letupan-letupan api dalam dada yang ternyata masih menjalar. Aku sendiri tak tahu ke mana arah tujuan, biar saja kemudi ini yang menuntun di manapun nanti kutemukan haluan.

“Satu tiket flight ke mana aja yang siap take off secepatnya,” kataku tanpa mendengarkan apapun itu yang sedang dikatakan oleh mbak-mbak di depanku. Satu jam kemudian aku sudah berada dalam pesawat yang entah menuju ke mana aku tak terlalu ingat. Penerbangan last-minute ini menguras kocek, tentu saja. Tetapi aku sudah benar-benar tak peduli. Langit di luar mulai gelap, mengantarkan diriku menuju lelap. Lelah…

 ****

Perlahan kubuka pintu pagar rumah ini. Rumah yang seharusnya menjadi surga kami nanti. Yang mungkin sudah tinggal ilusi. Tiga hari berlalu sejak prahara itu. Tiga hari aku memilih untuk pergi mengasingkan diri barang sebentar demi kebaikan kami. Setidaknya, itu yang kupikir.

Tidak ada yang berubah. Semua masih pada tempatnya semula. Yang berbeda adalah, hanya sepi yang menguar. Sunyi yang menyelimuti. Kujelajahi satu persatu ruangan rumah ini, dengan setitik harapan kutemukan sosoknya di salah satu sudut ruangan. Namun, tunggu sebentar. Ada yang tidak beres…

Seperti kilat yang menyambar, secepat itulah rasa sesak mencengkeram dadaku. Aku baru menyadari, tidak ada lagi satupun barang-barang miliknya di dalam rumah ini. Dengan perasaan panik yang mencekik, seisi rumah kuobrak-abrik. Dari bawah karpet, sampai langit-langit, nihil. Tak dapat kutemukan secercah ia di manapun. Tiada. Aku mulai merasa putus asa.

“Bayu…”

Aku terkesiap. Kemudian aku berlari menuju arah datangnya suara yang sudah sangat kukenal itu.

“Mona!” teriakku hampir tak percaya. Ia berdiri di depan pintu, dengan raut wajah yang tak dapat kujelaskan artinya. Tetapi, ia ada.

“Mon… Maafin aku, Mon…” hanya itu yang dapat kukatakan. Aku sudah terlalu lemas hingga tak dapat berpikir lagi. Namun, Mona hanya bergeming. Matanya redup dan sayu. Dia tak terlihat seperti biasanya, tak seperti yang kuingat.

Aku mendekatinya. Ingin sekali kurengkuh ia ke dalam satu pelukan panjang. Hangat. Tetapi saat aku hampir meraihnya, ia menghindar. Aku tertegun.

“Ini nggak mungkin berhasil, Bay…” katanya lirih. Aku diam saja. Mencari-cari dalam matanya sosok yang dulu kudekap erat dalam hati.

“Aku nggak bisa. KITA nggak bisa, Bay. Trust me…” ia berkata seolah dengan seluruh tenaga yang ia punya, hingga sekarang nafasnya tersengal. Hening di antara kami mulai ramai oleh rintik hujan yang turun di luar sana. Dan dalam kepalaku masih berkejaran segala harapan yang tinggal kemungkin-mungkinan. Aku tetap menatap matanya. Ia balas menatapku, kemudian kurasakan dalam hatiku tertancap sepisau perih.

Lalu ia mendekatiku pelan. Ia bisikkan ke telingaku kata-kata yang bahkan aku tak sanggup menanggung rasa sakit saat mencoba mencernanya. Setelah itu ia berbalik dan keluar dari rumah ini, mungkin untuk selamanya. Entah, aku tak mampu membayangkannya. Terlalu nyata, terlalu menoreh luka.

Dengan sisa tenaga yang masih kupunya, kuuikuti ia dari belakang. Hujan makin deras. Tubuhnya sudah kuyup oleh guyuran airmata langit. Aku tahu ia mencoba sekuat tenaga untuk tak menangis. Dapat kurasakan tubuhnya bergetar hebat. Mungkin karena seluruh emosi yang mengoyak hatinya, atau karena dinginnya air hujan petang ini. Semuanya telah menjadi entah buatku.

Tiba-tiba ia berbalik, menghadapiku yang sama-sama basah. Yang sama-sama pasrah. Matanya menatap ke dalam mataku. Lama. Tak ia pedulikan hujan yang makin hebat menderas. 

“I can’t compete with all your damn ideas. This isn’t working out for you and me…”

Diam, sayang. Diam. Jangan kau teruskan.

“The truth is I’m too tired to play pretend. This is goodbye, this is the end.”
****
 Aku masih di sini setelah terkapar semalaman berusaha mengenyahkan bayangan kita. Berusaha menenggelamkan kenangan dalam berbotol-botol bir yang kutenggak. Mengharap semua ingatan menguap bersama kepulan asap rokok yang kuisap. Aku masih di sini, mengunyah pahit ironi semalam tadi.


23/12/2013

Sabtu, 21 Desember 2013

masalah terberatku muah

pas nonton SO7 wingi kaeeee

sakdurunge ujiyan Structure (((merinding)))
bar rampung Structure...

dan oleh A! uwuwuwuwuw

gaya berfoto yang lagi ngehits nek jarene Tyara


GK1 203,
20/12/2013
Denna, Dian, Nung, featuring Lizzani.
Hwoiya, tengkyu Lizzani sing wis njajakke kita semuwa nganti kemlekeren nang SS~

Selasa, 17 Desember 2013

Di Atas Kertas


source: weheartit.com

Dengan ketajaman pena ini,
kuubah sepi menjadi sunyi,
merupa ilusi,
mewujud mimpi.
source: weheartit.com
Sejatinya,
kamu tiada lebih dari seorang bangsat
bejat
keparat
bangsat bejat keparat yang sebegitu giat
menyuntikkan ke dalam urat nadiku
jelaga hitam pekat.

dari dirimu


source: weheartit.com

dari tubuhmu mengakar kesepian
dari kepalamu merimbun peluh kerinduan
dari dadamu mewabah kegelisahan
kemudian dari bibirmu mengurai
pedih kenangan
kau tenggelam
dalam samudera kelam
terteguk senja temaram
lalu hilang
bagai termangsa binatang jalang
jauh,
jauh sebelumnya
dari dirimu menguar dusta
yang tak henti-hentinya

kemudian


source: weheartit.com

Impian kita hilang
untuk kemudian menjelma tari ilalang.

Minggu, 15 Desember 2013

FIFTH TIME ~~~\o/

Tau dong tau dong tau dong yang dimaksud kelima kalinya itu apaaaaaa... (Kabeh foto muk tak jupuk seko Twitter)

WIUWIUWIUUUUUW~~~ SHEILA ON 7 LIVE IN CONCERT~! 8'D

Tadi malem adalah yang kelima kalinya aku bisa nonton mereka manggung dengan bergelora. Hiks... Terharu. Aku nontonnya sama Dian & Nung. Aslinya sik meh mangkat bar maghrib eetapi udan. Ya ngenteni bentar lah biar agak terang. Akhirnya aku mangkat jam 7 nyamperin Nung terus njemput Dian. Berangkat lah ke GOR UNY. Oke, ada sesuatu hal yang bikin ngganjel dan nggresula. Ehm ehmmmm yaitu adalah... SISTEM PARKIRNYA.

Opini aja ya ini, opini kita bertiga. Sistem parkir event ini sangat-sangat mengecewakan. Ya mungkin maksudnya baik, biar lebih teratur. Tapi yang mau parkir keburu mati kalo harus ngantri lama biyanget cuman buat parkir. Ya lo bayangin ajaaaaaaaaa butuh waktu 1 jam cuman buat ngurusin parkir! Serius. Aku sampe di GOR jam 19.41, dan sampe di antrian gate masuk itu jam 20.41. Ffffaaaaaak.

Asudahlah ya yang penting bisa khidmat nonton Sheila On 7 perform dengan awesome-nya. Tentu saja seperti biyasa, njondhil-njondhil nganti mrotholi awak e. Nganti serak suwarane. Nganti ados kemringet. Nganti seluruh jiwa raga ini bergetar merinding. We love you, SO7! :">


The glorious crowd. I was there!!!



Songlist tadi malem adalaaaaaaaah....
  • Pejantan Tangguh (tapi...aku betina :< )
  • Bertahan Di Sana  (beb awas koe nek ra iso tahan sue [apaneeeee], tak pegat sisan)
  • J.A.P, Buat Aku Tersenyum, & Sephia medley (KAREPMU I PIE NYET? JARE NGEJAK JADIAN, NJUR NJALUK TAK BAHAGIAKKE TAK GAWE MESEM, KOK NJUR AKU JEBULE MUNG KEKASIH GELAP?!)
  • Betapa (oh. koe wis due anyar. oh.)
  • Tunggu Aku Di Jakarta (lagu sing arang dinyanyekke ik! wuhuihuihuiii!)
  • Bapak-Bapak (so sweet banget nek aku ditembung nggo lagu iki. muah)
  • Seandainya (JIE SING LDR JIEEEE. PEDHOT WAE!)
  • Mudah Saja (nyoh obongen atiku sisan mas)
  • Bila Kau Tak Di Sampingku (dasar posesip! HIH)
  • Melompat Lebih Tinggi (njondhil nganti remuk sikile!!!)
  • Saat Aku Lanjut Usia (iya iya, suk kamu tetap terseksi og beb buat aku walo wis uwanen)
  • Hari Bersamanya (Gusti tulungono...meh apel ik)
  • Seberapa Pantas (jingan lagukuuu...tep kudu mimbik-mimbik)
  • Musim Yang Baik (lagu anyar. tumben ora sing Canggung. semoga cepet kelar album anyar eee)
  • Terimakasih Bijaksana (kaw tetaph eang termuwach di hatie :*)
  • Dan (syahdu sumpeee... iki tekan reff pisanan sing nyanyi penonton e, GOR UNY menggemaaaa :'D )
  • Kita (DAN KAU DESAHKAAAAN KATA CINTAAA UH AH UH AH)

pas konsere rampung. we want more. ra pengen bali :(

BUAHAHAHAHAHAHAKUBAHAGIYAAAAA!!!! Totalitas pokokmen! Opo meneh le nonton bareng konco-konco. Tambah khusyuk tambah nyesek tambah le euforiaa... Phewww. Sayang ora ono encore. Padahal wis do bengak bengok "LAGI LAGI LAGI!". Tur mas Duta, Adam, Eross, karo Brian do bagi-bagi stick, pick gitar, karo air mineral berkerdus-kerdus loooo. Hahahahah diuncal-uncalke ngono lah.









Bar metu seko GOR, awakdewe wes dehidrasi. Njur memutuskan untuk nongkrong Indomaret Point dilit nggo wedangan. Eeee jebul kebak dan ternyata ana warung jus sing isih bukak. Sakjane le bukak mung tekan jam rolas dan pas kita tekan warung e kui wis jam 23.55 tur karo mase sing apikan tep oleh tuku dan nongkrong-nongkrong sedilit. Aku pesen jus mangga keju. Wueeeeenak tur akeh dab! Mas-mase yo apikan tenan tur penak dijak guyon. Tapi tapi tapi... Nang jusku ono suwekan plastik e. Njur aku omong mase, sakjane mung guyon wong aku yo ramasalah. Eeeh mah dihratisi ro mase. Muehehehehe lumayan. Wis wareg, jus e mantep, jebulane hratis, kurang pie to. Nuwun banget lo mas huehuehue.

Wis wareg mlumah, bali lah kita... Dian sing awale meh nginep nggonku mah rasido, soale ngancani Nung sing dewe nang omah. Okedeh kita pulang dengan perasaan bahagia membuncah di dalam dada. Matunuwun Sheila On 7 untuk malam ini, malam sebelum-sebelumnya, dan malam-malam yang akan datang! Aku tep akan selalu setia teko nang konser kaliyaaaaaan! Fufufufufu~ See you next time! :*

Kamis, 12 Desember 2013

some weird shits I wrote on my notes nek aku lagi suntuk nang kelas

1.
Lantang pekikmu mendera kepalaku
Seluruh eranganmu menulikan telingaku
Peluh tubuhmu membanjiri ruang tamu rumahku
Nanar tatapmu menyakiti penglihatanku
Ketiadaan akan kamu lah
Satu yang benar-benar aku tunggu
 2.
Bosan penatku merangkai kata tentang senja
Jenuh kepalaku memusingkan apa yang kalian sebut 'cinta'
Muak aku mengeja namamu yang hanya akan menoreh luka
Cukup, sudahi semua
Lelah aku tenggelam dalam dusta
3.
Susi
terjatuh sampai lecet lututnya
sampai pecah kepalanya
sampai habis darahnya
merah
sampai mati ia.
4.
Bagaimana menghapus kamu?
Yang bercokol kuat dalam kalbu
Yang tak henti menyiksa aku
Yang tak mungkin pudar oleh waktu
Bagaimana menghapus kamu?
Bagaimana mengubahmu jadi abu?
Bagaimana?
Bagaimana?
Bagaimana melepas kamu?
(22/10/2013. Kelas PAI)
5.
Kamu maling
Kamu copet
Kamu pencuri
Kamu menjarah waktuku
Sampai kandas
Sampai tak bersisa
Sampai kamu mengendap dalam kepala
(22/10/2013. Kelas PAI)
6.
Jiwamu kosong
Pikiranmu bolong
Mulutmu menggonggong
Hatimu minta tolong
Sudah
Biar hilang arah
Biar tak terjamah
Biar berdarah
Biar kamu musnah
(22/10/2013. Kelas PAI)
 7.
Aku bosan merindukanmu
Aku butuh waktu
Agar aku terbiasa jauh darimu
Agar aku terbiasa sendiri
Jauh dari perkara-perkara hati
Jauh dari mencintaimu yang hanya jadi ilusi
Jauh dari kamu
Yang telah meremuk redamkan hati ini
(25/10/2013)

Author's note:
(((PREK BANGEEEEEEEET)))

halo.

aku tak pernah
benar-benar berhenti
menginginkan hatimu.
tapi
apa lagi yang bisa kulakukan?
kamu tak lebih dari
asu
lagipula kamu telah kembali ke pelukannya
pelukan ia
lonte labil itu.


25/10/2013

Senin, 09 Desember 2013

Menyesap secangkir kopi, menatap kosong layar televisi, menyuntikkan satu galon ilusi ke dalam urat nadi.

Yellow - Coldplay


source: weheartit.com

Hanya di malam-malam tertentu aku mempunyai waktu untuk berbaring di atas rerumputan, memandangi langit malam yang membentang. Mencari-cari rasi bintang dengan telunjuk tangan.

Malam ini, aku kembali berbaring di rerumputan. Bulan tidak nampak, padahal mendung pun tidak. Tapi bintang-bintang bertebar, tak terbayang jumlahnya. Kesemuanya tampak lebih cerah dan terang daripada biasanya. Kupandangi mereka dalam diam. Earphone di telingaku mengalunkan lagu lembut, kesukaanku. Membuatku tak ingin beranjak dari tempat ini, dari malam ini.

Udara dingin, menusuk pori-pori kulitku. Aku rapatkan jaket yang kukenakan. Malam mulai larut.

"Hei," terdengar suara canggung seseorang. Aku terkesiap. Siapa yang datang ke tempat ini selain aku? Kucopot earphone dan buru-buru bangkit untuk melihat.

Dia.

"Ka-kamu?" kataku ragu. Aku tidak mempercayai ini. Apakah otakku sudah mulai konslet karena terlalu sering berkhayal? Tapi… Tapi…

Dia tersenyum. Nafasku tertahan. Dia berjalan mendekatiku, lalu duduk tepat di sampingku. Aku masih belum percaya. Ini begitu tidak mungkin. Ini begitu…

Dia mendongak. “Bintangnya kok lebih terang dari biasanya, ya?”

Aku masih menatapnya, sangsi. Ia menoleh. Matanya yang indah menatapku. 

“Iya nggak sih?” tanyanya lagi. Dahinya berkerut.

"Iya, lebih terang," akhirnya aku menjawab. Lirih. Dan dia tertawa pelan.

I believe they shine for you,” katanya sambil merebahkan diri di atas rumput. Mataku melebar. Maksudnya apa? Dia tersenyum lalu menambahkan, “Sini, rebahan lagi.”

Aku menurut saja.

Dia sepertinya asyik memandangi langit. Aku memperhatikannya. Sepertinya dia tidak menyadari. Terlalu sibuk dengan entah apa yang ada dalam pikirannya. Aku menghela nafas. Dia masih seperti dulu. Selalu tak terduga. Selalu tak tertebak. Dia begitu…misterius. Dan dari semuanya, ini yang paling mengagetkan. Seorang dia, ada di sini. Di sampingku. Dia nyata, hidup, bernafas... Dia ada.

Tiba-tiba dia menoleh padaku. Mata kami bertemu. Satu detik, dua detik, tiga detik… Rasanya seperti selamanya.

Dengan sebegitu mengejutkannya dia mulai bersenandung.

"Your skin.. Oh yeah, your skin and bones turn into something beautiful…" senyumnya melebar. Jantungku berdebar entah karena apa. Aku tak mampu berpikir saat ini.

Do you know…" lanjutnya. Sialan, jantungku makin kencang saja hentakannya.

You know I love you so...” tutupnya. Mata kami masih saling menatap.

written over a year ago.

The Saltwater Room - Owl City


source: weheartit.com

Kamu dan aku sama-sama keras kepala. Sangat. Kamu berpendirian teguh, aku egois. Aku kerap cemberut dan merengut, bahkan ngambek padamu setelah kita berdua bertengkar hebat. Kemudian nanti kita berdua akan sama-sama menggerutu pada satu sama lain sebelum menuruti ego dan gengsi yang telah menggerogoti otak. Aku pergi, kamu diam di sana. Menunggu kepalaku dingin dan hatiku tenang. Kamu memang selalu lebih pengertian.

Kita ke mana-mana bersama. Makan, hangout, ke bioskop, ke arena games, bahkan sekedar bersepeda di malam hari. Katamu aku menyenangkan. Katamu, kamu menyukaiku. Yang tidak kamu tahu, aku sudah memperhatikanmu bahkan sejak kita belum saling mengenal. Yang juga tidak kamu tahu, aku……

Aku selalu berkata padamu, “Sehari penuh sama kamu itu masih nggak cukup!” Dan kamu akan tertawa sambil mengacak-acak rambutku. Aku suka sekali melihat caramu tertawa. Bagaimana tubuhmu terguncang saat tawamu meledak. Terlebih saat bibirmu tersenyum lebar, memperlihatkan sederet gigi rapi dan besar-besar itu. Kemudian kamu akan berkata;

"Kalau nggak sama kamu, aku nggak pernah ngerasa ada di ‘rumah’, Ru." Dahiku akan berkerut bersamaan dengan munculnya pertanyan ‘Itu korelasinya di mana ya?’ dalam kepala. Tapi aku tidak akan memperpanjang pembicaraan, karena yang barusan saja sudah cukup membuatku tidak karuan.

Kesukaan kita adalah berjalan menyusuri pasir pantai di malam hari. Walaupun kita berdua harus selalu mencuri-curi waktu dan kesempatan. Tetapi justru di situlah asyiknya. Lalu kita akan berlarian sambil berteriak tak peduli sebelum akhirnya merasa lelah dan memutuskan untuk duduk sembari memandangi bintang-bintang yang tak lagi ada di atas sana.

Kemudian kamu akan menarikku berdiri dan menggandeng tanganku menuju sebuah tiang lampu yang berpendar lemah. Dengan menggenggam erat tanganku sambil sesekali meremasnya. Hangat, katamu. Aku diam saja. Dan kita akan berdansa dalam hening. Di bawah pendar lampu jingga itu. Kamu mendekapku, lalu menyenandungkan sebuah lagu manis.

"Apa sih yang diperlukan buat memecahkan semua pertanda sayang ini?" tanyaku pelan. Kamu masih bersenandung.

"Cuma perlu waktu."

"Kalau kita lagi nggak bareng, apa yang kamu pikirin?" tanyaku lagi.

"Hmm.. ‘Kalau ini yang kusebut rumah, kenapa rasanya hampa sekali?’” jawabmu. Aku menarik nafas panjang, mengumpulkan segenap keyakinan untuk sekali lagi bertanya.

"So tell me darling, do you wish we’d fall in love?"

"All the time. All. The. Time."

Dan kita menari sampai pagi.

written over a year ago.

Life is Like A Boat - Rie Fu


source: weheartit.com

Aku sendiri. Iya, sendirian saja. Tak ada satu pun orang yang benar-benar mengenalku. Tak ada yang merasa perlu repot-repot memahami aku juga. Tak ada yang peduli. Kadang rasanya hampa. Tapi terkadang memang aku yang ingin pergi, ingin sendiri. Dan saat aku membutuhkan seseorang untuk menghibur dan menguatkan, siapa yang akan melakukannya?

Perahu takdir… Kita semua berlayar di atasnya. Ombak terus menghantam dan kita tidak akan mungkin menghindarinya. Tapi jika kita kehilangan arah, aku percaya arus akan membawa kita menuju suatu tempat yang baru. Hari yang baru.

Aku ingin, kelak mempunyai seseorang, yang dengan memandangnya saja aku merasa sejuk. Yang akan ada untuk selalu menemaniku berlayar menuju tempat-tempat baru. Menjagaku, menguatkanku. 

Aku maunya sih….orangnya kamoh (ɔˇ³ˇ)ɔ

written about a years ago.

On Melancholy Hill - Gorillaz


source: weheartit.com

Lihat ke hari-hari kita dahulu. Penuh keriaan dan tawa. Hari di mana kita berdua bersama-sama memimpikan segala hil yang mustahal. Yang bahkan terdengar begitu bodoh karena, yah, terlalu tidak mungkin! Namun kita tidak peduli. Ini mimpi punya kita.

Kita berbagi mimpi. Cita. Asa. Matamu yang berbinar-binar tiap kamu mengucapkan semua itu. Tapi… Hal-hal yang kamu inginkan, mungkin tidak akan bisa kamu dapatkan semuanya. Tapi kamu selalu bisa mendapatkanku. Itu yang pasti.

Ah.

Lama kita tak bersua. Sudah berapa ratus juta detik? Entahlah, kamu selalu tahu aku tak pandai dengan angka. Dahulu, kamu selalu menoyor kepalaku saat otakku bekerja lambat memproses les privat darimu. Hmm. Betapa sesak relung dadaku karena mengingatmu. Merindu, tepatnya. Setiap senti dari tubuhku begitu rindu akan dekapan lenganmu yang kokoh. Yang (dulu) selalu merengkuhku lembut saat aku merasa dunia sedang mengecamku. Begitu rindu akan harum aroma tubuhmu yang khas itu. Aku selalu tahan berlama-lama menghirup aromamu.

Hanya beberapa patah kata kau ucap. Lagi-lagi, tentang mimpi. Aku tertawa renyah mendengar perkataanmu. Namun aku tidak berkata apa-apa. Setelah tawaku terhenti, yang ada hanya sunyi.

Aku hanya ingin kamu tahu, jika kelak nanti kamu tidak bisa meraih semua inginmu, then you can always come with me.

'Cause you are my medicine when you're close to me.

written about a year ago.

Loving You - D'Cinnamons

source: weheartit.com


Yang kutunggu setiap hari adalah saat di mana kamu rela meluangkan sedikit waktu untuk sekedar memanggil namaku. Kadang bahkan kamu sempat melambai dan menghampiriku. Setiap kamu melakukan itu, tak ada yang bisa menandingi deru debaran jantungku. Kamu tahu betapa bahagianya aku? Karena telah sepanjang hari aku menantimu.

Kamu banyak bercerita kepadaku. Tentang gadis-gadis yang menyukaimu. Dan segala yang mereka lakukan. Kamu begitu bersemangat saat menceritakannya. Aku hanya bisa tersenyum menanggapi tingkahmu yang seperti itu.

"Ruru!" panggilmu. Aku terkejut melihatmu berdiri di depan pintu rumahku. Kamu tersenyum lebar sekali. Bahagia. Ah... Sudah 2 tahun sejak aku jatuh cinta padamu, boy. Aku tertawa melihat senyumanmu yang konyol itu. Kamu pun terbahak. Kita berdua tawa. Indah.

"Aku jatuh cinta, Ru…" katamu tiba-tiba. Tawaku terhenti. Aku memandangmu. Sesuatu terluka jauh di dalam sana.

"Aku jatuh cinta pada Fausha, Ru…" tambahmu lagi. Kamu memandangku meminta pendapat. Aku tersenyum. Kamu tersenyum. Tidak apa-apa, Ru.

"Kejar dong kalau begitu," kataku, masih tersenyum. Kamu mengangguk-angguk penuh semangat. Lalu seperti biasa, cerita mulai mengalir dari bibirmu yang lucu. Dan seperti biasanya pula, aku mendengarkan segala ocehanmu itu. Sambil sesekali menggoda dan menertawaimu. Memandang wajahmu yang seperti itu, sudah cukup.

Aku selalu di sini, namun kamu tak pernah tahu. Atau mungkin kamu memang tak ingin repot-repot tahu. Tak apa. Aku pun belum ingin menyerah pada keadaan. Tidak. Bagaimanapun… Tidak.

written about a year ago.

#30HariPersonalSoundtrack

Hae. Jadi karena aku punya Tumblr yang khusus berisi karya-karyaku (((PREKJUH))) tapi aku lupa password-nya, isi di Tumblr itu bakal aku pindah ke sini aja biar gampang dan efisien. Aku juga mau posting beberapa (semacam) flash-fiction yang dulu sempet aku buat dengan tema #30HariPersonalSoundtrack yaaa. Terus kalo bisa aku mau nyoba nglanjutin juga mumpung ini masih terhitung awal bulan mehehehehe. Tur ya semoga tidak berakhir wacana thok :p

membunuh realita


source: weheartit.com

aku bersumpah
akan kubunuh realita
karena telah lancang
merenggutku dari dunia mimpiku

aku bersumpah
akan kubunuh realita
bukan dengan pisau belati
ataupun senapan angin

aku bersumpah
akan kubunuh realita
karena telah menebas habis semua mimpiku

tapi,
sore itu, realita mengalahkanku
kalah telak

dan aku pun terbangun dari tidur panjangku.
6 September 2009

solilokui kontemplasi

Source: weheartit.com

Pada punggungmu aku merajut ribuan kenangan pekat yang masih erat menjerat.
Karena sesungguhnya segala ingatan akan lekat terpepat.
Hitam bayangmu masap di terik matahari yang masam.
Pun kuat cengkeramanmu kelak lesap termamah senja surya terbenam.
Kesunyian tidak menyerang, ia memeluk kencang.
Dan sepi yang tak mempecundangi, sepi yang sebenarnya menggerogoti.

Tolong. Biarkan aku tenggelam dalam lautan entah.
Biar aku lelap tertidur berselimut resah.

10.25 a.m
tepian kehilangan
9/12/2013

Jumat, 06 Desember 2013

impulsive book-buying disorder WIUWIUWIUUUU

Bahaya yang sesungguh-sungguhnya bahaya adalah: jikalau Denna memasuki sebuah toko buku manapun itu. --seorang bakul gule yang enggan disebut namanya.
 JUST. CAN'T. RESIST. THE. TEMPTATION. TO. BUY. THEM. ALL. Like seriouslyyyyyyyyy T^T

Sebenernya nggak bahaya amat sih... Yang beneran bahaya itu kalo aku masuk ke toko buku tapi lagi rak cekel duit. HamodarwaeweDen. Soalnya mbuhpie aku sekarang susah banget menahan diri untuk nggak tuku buku kalo lagi hengot ke sebuah bookstore. Padahal dompet tipis nganti koyo iklan pembalut kae. Tur tetep wae pada akhirnya akan tetap membawa minimal satu buku ke kasir. (((AKU RAPUH)))

Contohnya aja baru kemaren Rabu tuh. Aku kan mampir ke belakang Malioboro, ke The Lucky Boomerang sama The Dunia Santai karena udah lama nggak ke sana. Sapa tau ada koleksi yahud, kan bisa nabung dulu buat beli. Tur wacana tinggal wacana... Akoh tergoda. Akoh rak kuwat. Akoh cungguh tak kuwasaaaah menahan segala cobaan hati iniiiiiiiiii~~~ *ditapuk sandal*

Lungkrah diri ini pokokmen begitu melihat koleksi buku-buku mereka yang tentu saja nambah. Dan............ Pulang dari sana aku tersaruk-saruk membawa dua buah buku baru. Tuhan, ampuni hamba. (Gambar di bawah tak jupuk seko huhel)

LIMANGEWU SAJA MAMEN
Nek sing iki telungpuluhewu --"
Padahal aku ijeh due buku numpuk sing durung tak woco. Bukuku sing durung tak waca saiki dadi patbelas. BAYANGNO. DURUNG TAK WOCO KABEH WI NUMPUK NANG LEMARI. Ini buku-buku yang masih sabar menantiku memerawani mereka dengan bergairah. (Gambare yo seko huhel kabeh)

tuku 5 Mei 2013, wolungewu
tuku tanggal 30 Mei 2013 seharga selaweewu
tuku hari yang sama karo nduwure, telungpuluhlimaewu

tuku 8 Juli 2013
podo nduwure
podo nduwure, kado seko Tazkia :3
tuku 18 Agustus 2013, patangpuluhewu
tuku 5 November 2013
tuku 11 November 2013, limangewu

podo nduwure
podo nduwure yoan
iki aku lali tanggale, ketoke sih Agustus. tur nyesek banget. aku tuku regane satusan, dan ternyata wingi nang The Dunia Santai ono sing secondhand tur regane patangpuluh. Sakkiiiit...

Pfffff... Dan tentu saja akan terus bertambah. Rapopo ah sing penting tuku disik. Tur sedih je. Soyo gede kok waktu nggo moco soyo sudo. Kecepatan mocoku barang mengalami degradasi ki koyone. Suram tenan og growing up kiyi :| Eh tur opo mergo aku ne wae yo sing saiki malah overdosis mantengi laptop nggo nonton seabrek TV series luar negri (--,) Suk kapan-kapan aku meh nge-review TV series sing tak tonton ah nek ra memeng.

Yowes lah pokmen au kudu selalu bangga menjadi seorang bibliophile. Semoga aku tetep istiqomah di jalan ini, dan semoga pundi-pundi uang banyak mengalir kepada diriku untuk menyokong pergelutan jiwa dalam tuku-menuku buku ( '^')9

 Uwopoooooo...


Selasa, 26 November 2013

Arsitektur Hujan, page 11


lately I've watched those blahblah whatevs (((SPOILER ALERT)))

Source: Google

Ah... Rasanya baru kemaren aku nonton Drinking Buddies ini. Cen lagi 2 dino kepungkur, Deeeeeen. Aku tertarik nonton karena liat seseorang ngetwit di TL tentang film ini. Langsung deh masukin list donlot dan aku tonton hari itu juga.

Film in bercerita tentang Kate, pegawe sebuah perusahaan bir yang akrab banget sama rekan kerjanya, Luke. Pokoknya mereka itu klop, nyambung, dan cocok (sebenernya) buat satu sama lain. Apalagi mereka sering banget saling flirting waktu bercanda. Sayangnyaaaaa, masing-masing udah punya pacar. 

Mungkin karena kebiasaan bercanda yang sampe akrab banget itu ya, mulai tumbuh perasaan yang lebih. Walopun nggak secara eksplisit dinyatakan dalam film ini, banyak banget clues yang mengarah ke hal itu. Yaaaa yang nonton pada bisa menyimpulkan sendiri lah. Apalagi chemistry Olivia Wilde sama Jack Johnson di film ini terasa kentel banget. Film ini menunjukkan batasan-batasan antara persahabatan dengan lawan jenis dan perasaan sayang lebih dalam yang tumbuh dalam kebanyakan hubungan seperti itu, tetapi film ini tetap berpegang pada realitas yang ada, hasilnya adalah film ini menurutku sangat logis.

Dalam film ini bukan cuma Kate sama Luke aja yang disorot, hubungan mereka sama pacar mereka juga ditampilkan secara lugas dan feels so real. Yah, related to real life, lah pokoknya. Luke sama Jill (pacarnya) yang lagi galau sama urusan pernikahan. Kate sama Chris yang akhirnya putus karena ketidakmampuan mereka mengatasi perbedaan (uwopo) dalam menjalani hubungan. Dan lain-lain.

Friendzone memang tema yang sangat common dan cliché, tapi fenomena itu memang nyata dan banyak banget terjadi di kehidupan kita. Dan Drinking Buddies dengan sukses mengolah dan menyajikan tema itu secara apik, dewasa, natural, dan dalam pace yang tepat; nggak terlalu cepat tapi juga nggak terlalu lambat. Kereeeen lah. Bagian favoritku adalah ending scene!! Hwoiya, jadi pengen mengutip satu quote:

A guy and a girl can be just friends, but at one point or another, they will fall for each other... Maybe temporarily, maybe at the wrong time, maybe too late, or maybe forever.”  --Dave Matthews Band

Terus sebelumnya aku juga udah nonton Percy Jackson: Sea of Monsters.

Source: Google

Sebage orang yang sudah membaca seri Percy Jackson sampe selese, aku merasa sedikit kecewaaaaaa. Ya ya ya, tentu saja karena filmnya beda sama novelnya. Dan menurutku beda jauh -_- Tapi ya nggak papa lah, yang penting bisa nonton visualisasi dari serial Percy Jackson.

Di sini Annabeth ganti warna rambut, terus pemeran Chiron juga ganti. Mungkin karena jarak film pertama sama kedua ini 3 taun ya. Mungkin. Walopun begitu, film ini juga masih termasuk worth-to-watch kok. :)

Then sebelumnya lagi, aku nonton We're The Millers.

Source: Google

Ini film komedi keluarga yang ringan tapi buat aku tetep berasa fresh and witty. Ceritanya tentang empat orang yang punya latar belakang beda-beda tapi terpaksa kudu menyamar jadi sebuah keluarga yang terlihat normal. Wa pokokmen ndagel! :))))) Wooooiya, bagian favoritku di film ini juga bagian ending-nya!! Sebenernya bukan ending sih, tur bagian bloopers-nya mehehehehe. Marai mimbik-mimbik tenanan. Etapi cuman para fans Friends aja yang bakal dapet feel-nya. Schweet 8'))

Humhumhum satu lagi nih... Walo udah agak lama aku le nonton.

(unofficial poster) Source: Google


Film ini dibintangi Sandra Bullock dan Melissa McCarthy (The Hangover III). Esumpeeeeee Sandra Bullock kaga ade matinye! She's not aging, still beautiful as always! Aktingnya di film ini goblos banget deh yakin. Apalagi kombinasi dia sama Melissa McCarthy yang notabene emang seorang komedian. Pokoknya isine mung pekok-pekok an. Begitu menghibur sekali turah-turah iki film. Monggo ditonton! :D

Iya udah gitu aja. Soalnya yang masih fresh cuman Drinking Buddies, yang laen udah tidak marai menggebu-gebu nge-review muahahahaha. Yang pasti sih film-film di atas recommended. Sila segeraken donlot di situs perdonlotan terdekat! Just sit back, ignore your problems for a moment, and enjoy~

Rabu, 20 November 2013

Ketahuilah, wahai Asu, bahwa menumbuhkan rasa cinta itu tidak mudah. Bahkan jalan yang paling mudah pun sama sekali tidak mudah. Tetapi kau pergi dan datang sesukamu. --A.S. Laksana (Murjangkung)

Minggu, 17 November 2013

kayu manis dan episode tiga

source: @dcinnamonsband
YAK BETUUUUL! By 'kayu manis' I definitely mean them! :')

Seminggu yang lalu (10/11) aku sama Dian menuntaskan mimpi masa muda kami yaitu nonton live concert-nya D'Cinnamons! TERHARU~~~ 

tiketnyaaaa :3
Malem itu waktu aku nyamperin kosnya Dian, bresssssssssss langsung ujan deres. Jigur tenan padahal aku cuman bawa mantrol satu. Kita ngeyup dulu deh sampe agak reda. Tapi pie-pie o akhirnya kita tep klebus waktu sampe TBY. -_-

Aku lupa sih songlist-nya tapi yang pasti lagu-lagu sakti mereka: Semua Yang Ada, Loving You, Selamanya Cinta, sama Galih dan Ratna dinyanyiin dooooong! Huwawawaw aku (((bergetar))). Satu yang aku gumunin adalah... Waktu mereka nyanyi lagu kebesaran The Friendzoned Army (hayo koe kui contone, Den) yaitu tidak lain dan tidak bukan adalah LOVING YOU, aku tidak merasakan apa-apa kecuali euforia nonton konser. Ngga nylekit sithik-sithik o nang ati. Mimbik-mimbik pun ora lho tuip. Apakah aku sudah terbebas dari kelamnya jurang laknat percintaan dan bisa mulai menyongsong matahari cerah di ufuk timur?!? HAH HAH HAAAAAH?!?!?

Opo sih.

Pokokmen malam itu aku seneng banget bisa nonton mereka secara langsung setelah menggandrungi lagu-lagu mereka ket jaman SMP. Dan tentu saja mereka sangat keren dan mempesona. Sama sekali tidak mengecewakan. Cuman satu sih kurangnya. KURANG LAMAAAAA 8'D

Humhumhum. Okeh. Kemudian seminggu setelah hari itu.......................

HUWOOOOOOH. NGAYOGJAZZ 2013 HOOOON! HWOOOOOOOOH!

Hooh. Taun ketigaku nonton Ngayogjazz iki hon. Tur kok tetep wae piyambakan. Yak. Jadi kan karena sejak tahun 2011 aku rutin nonton Ngayogjazz, taun iki tep rak oleh ketinggalan dong cetho. Setelah taun lalu di Desa Brayut, kali ini masih di daerah Sleman juga yaitu di Desa Sidoakur. 

Aku berangkat ke sana sendirian. Mbuhpie kabeh kancaku sing takjak lagi raiso nek dino kui, yaudah deh mangkat dewean aja. Aku nyampe di sana jam 2 siang, dan waktu dah memasuki wilayah Desa Sidoakur, udan deh! Nyepakke mantrol disik ben le nonton soyo syahdu. Bar kui langsung ngapalin peta dulu biar nggak bingung mau ke mana.

peta venue-nya hon.



Setelah dah cukup apal, aku langsung ke panggung pertama yang paling deket dari tempatku parkir yaitu Panggung Wawuh. Etapi waktu aku di situ yang perform baru aja selesai apa ya. Entahlah. Aku terus lanjut ke Panggung Guyub. Di situ Kesper Percussion lagi perform lagu terakhir. Wuhuuuu asik laaah. Setelah mereka selesai, ISI Yogyakarta mau perform, tapi karena hujan soyo deres break dulu jadinya. Njut aku jalan-jalan lagi nggoleki panggung lain. Sampailah di Panggung Sayuk Rukun dan di situ Kirana Big Band lagi perform. Habis selese nonton mereka aku lanjut ke Panggung Srawung. Pas deh, Blank On 5 baru mau mulai perform. Leyeh-leyeh dulu di situ setelah jalan~

Kesper Percussion (source: @ngayogjazz)

Kirana Big Band (source: @ngayogjazz)
Blank On 5 (source: @Ngayogjazz)

Kembali ke panggung Sayuk Rukun. Jerry Palegrino dah mulai perform dari tadi jebule.

Jerry Pellegrino (source: @ngayogjazz)
Habis Jerry Pellegrino, The Everyday Band bakal perfoooorm! Wuhuhuhuhuiii! Everyday ini pokokmen band wajib mben Ngayogjazz og. Tapiiiii mereka perform-nya jam 16.45 sedangkan waktu itu masih jam 16.00. Yaaaa sama MC-nya disuruh break dulu deh sambil nunggu jam 16.45. Sambil nunggu mereka perform itu aku sempet nonton ISI Yogyakarta, Ketzia, sama Shadu Band perform. Soreku senduuuuuu~

AKHIRNYAAAAA! TIBA SAATNYA MENONTON THE EVERYDAY BAND! Wor wor worrrrrr. Bahahahaha. Yak mereka tentu saja super awesome seperti yang lalu-lalu! \o/

The Everyday Band (source: @pamityang2an)

I was on that crowd 8'))

Mereka membawakan banyak lagu dan lagi-lagi nggak apal songlist-nya mehehehe. Tapi yang pasti ada Surya Kembara, Pelangi Kelabu, A Beautiful Day, sama Kapan Ke Jogja Lagi :'D Standing ovation buat The Everyday Band dan khususnya Mbak Riri yang fabulous! :D

Habis nonton mereka aku menjelajahi desa wisata itu lagi. Sempet mampir Legend juga buat beli coklat panas sama sandwich-nya mehehehehe biar anget. Terus habis itu nonton Oele Pattiselano Trio di Panggung Guyub. Lanjut lagi ke Panggung Wawuh mau nonton MuciChoir. Aku nungguin MuciChoir tampil soalnya mereka mau launching album baru gitu katanya. Duduk-duduk dulu di deket Abang Tukang Bakso tur orak tuku hehehehehe.

MuciChoir! (source: @ngayogjazz)

Album baru Komunitas Jazz Jogja berhasil diluncurkan!


Penampilan MuciChoir ini ja ampuuuuuun mesmerizing banget! Yakin. Kali ini mereka berenam. Baru pertama kali nonton mereka sih, tapi katanya biasanya berlima. Ah yang penting mereka keren biyanget pol mentok. Lagu-lagunya juga ceria dan fun, kayak Gojeg Lesung, Lesung Jumengglung... Two thumbs up buat mereka kemarin malem!

Habis itu aku juga sempet nonton Nana Banana, Chaseiro (band legendaris jaman dulu, kalo kata ibukku sih mereka dulu itu mbahne top pokokmen), trus juga Balikpapan Jazz Lovers. Di sana aku sempet beli 2 album kompilasi Komunitas Jazz Jogja juga yang taun 2011 sama 2012. Lumayan 2 album cuman 80 ewu. Eeee biar bisa ngelingi jaman nom-noman gitu karepe hooon hahahah. Taun depan harus beli kompilasi taun 2013! Hwoooiya ada mas-mas yang pantomim juga di Ngayogjazz kemaren. Ya mereka jalan-jalan dari panggung satu ke yang lain buat lucu-lucuan. Taun lalu ada juga yang pantomim, Jemek Supardi yang legendaris ituuuu.

Eee udah mau jam 9 dan semakin rame aja Ngayogjazz. Jalanan penuh, arus orang jalan juga wuuuuuh padat merayap pokoknya. Atas dasar spekulasi aku memutuskan untuk pulang aja dan nggak nonton sampai acara berakhir daripada nanti keluarnya susah uyuk-uyukan. Jam segitu aja udah rame banget mau keluar tabrakan sama yang mau masuk --" Pulanglah dakuuuuuu... Untung udah nggak hujan sejak habis maghrib, jadi tenang-tenang aja pulangnya.

Walopun sendiri dan nggak poto-poto, aku tetep merasa wareg dengan kebahagiaan dan euforia yang menjalari seluruh tubuh. Pokoknya kemaren itu keren. Kemaren itu sendu. Kemaren itu mlaku-mlaku. Kemaren itu hujan. Kemaren itu ceria. Kemaren itu have fun. Kemaren itu klebus. Dan kemaren itu #Ngayogjazz2013 :)

Aku bernyanyi menelan sepi
Bukan senandung namun merintih
Aku menari telanjang kaki
Akhirnya terjatuh dalam mimpi
Aku tersenyum saat kau pergi
Bukan bahagia namun nelangsa
Melukis tawa hadapi hari
Menepis kelabu dengan pelangi

Berlari mencari mentari
Berlari mencari pelangi.... --Pelangi Kelabu (The Everyday Band)
 
Free Website templatesFree Flash TemplatesRiad In FezFree joomla templatesSEO Web Design AgencyMusic Videos OnlineFree Wordpress Themes Templatesfreethemes4all.comFree Blog TemplatesLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesSoccer Videos OnlineFree Wordpress ThemesFree Web Templates