Selasa, 25 Maret 2014

Siang Ini (Menjelang Pemilu 2014)


weheartit.com

Siang ini telinga kami ditulikan, Tuan.
Oleh lantang pekik auman knalpot-knalpot keji ratusan kendaraan
Siang ini mata kami dibutakan, Tuan.
Oleh kepulan asap hitam pekat berjelaga, menyesakkan
Siang ini lisan kami dibisukan, Tuan.
Dibungkam serak teriakan-teriakan kosong tanpa makna oknum jalanan

Hari ini hari nurani kami mati, Tuan.
Ditikam ketidakmanusiawian simpatisan partai jelmaan setan.


Beginikah masa depan, Tuan?
Merupa repetisi kegagalan manifestasi pikiran-pikiran jalang para preman masa silam?


01.30 p.m
Kelas Psikologi Pendidikan
setelah berhasil bebas dari kerumunan kampanye suatu partai bersama Nung & Dian.

(Not) A Music Article

Hanya sebuah tugas kelas Writing II yang aku lupa temanya apa. Sepertinya comparison. Dan dibikin dengan sekenanya amergo suntuk di kelas yang bikin ngantuk...

---

(Not) A Post-Rock Battle

The American Dollar and MONO are some of the best post-rock bands in the world. They both make awesome music and perform such amazing musical style. But of course, each of them has distinct quality than the other. MONO's songs have more various tunes than The American Dollar's. but The American Dollar definitely makes more soothing songs than MONO. The American Dollar's "Lights Dim" and MONO's "Ode" are both mesmerizing indeed, but let's analyze a little bit more.

"Lights Dim" provides more calming ambience than does "Ode". Even though "Ode" might be using various kinds of tune like mentioned before, I still find The American Dollar's "Lights Dim" better than "Ode". Moreover, most of The American Dollar's songs have the same quality as "Lights Dim" has. The American Dollar brings more hypnotizing atmosphere than does MONO, indeed. Although they have differences in some aspects, both of them still are two of the most amazing post-rock bands ever.

---

Did you notice one thing I often did when I write something? Yes... Those poor and disgusting collection of adjectives I have. Still need to read and learn more.

Senin, 24 Maret 2014

bertemu masa lalu

weheartit.com

Malam tadi masa lalu menghampiriku, merupa percakapan lirih dalam ruang hampa. Membuatku menggigil, seolah beku ini menembus ruang dan waktu, diam-diam merengkuh erat kesadaranku.

Masa lalu datang dengan samar-samar, seperti kenangan yang mulai membias menjadi sekelebat adegan-adegan tanpa warna yang lalu berenang-renang dalam satu sudut pikiran kita.

Percakapanku dengan masa lalu perlahan menjelma pusaran sesal akan khilaf yang menjadi-jadi, menggerogoti hati dan menyulam airmata pada kedua pipi yang awalnya kering kerontang oleh kemarau panjang musim ini. Dan dengan seperti itulah masa lalu mengoyak kembali luka-luka kering hingga berdarah-darah, menoreh lagi luka-luka baru yang menghantui.

Kemudian seolah telah puas, masa lalu lesap dengan jemawanya, masap bersama kuyup airmata yang masih mengalir tak henti-henti.

***
"Kamu apa kabar?"

Menurutmu bagaimana, su?


12.35
setelah tadi dihubungi masa lalu.

Minggu, 23 Maret 2014

my kind of social interactions

14/03/2014

I don't have many friends. But those not-many-friends are very close to me. Whenever we get together, it will be a totally freakin amazing times. Always has, still is, always will! I guess I'd prefer quality to quantity. Too many people in one group makes me feel uneasy... Too many people gives me headache.

  • Thank you for our little getaway to Cha Cha and Angkringan Tugu yahhhh Putri & Wira. Sesorean yang super goblosss dan nista :)))
  • Thank you for last night, Mikeyyy. Traktiran ultah berbuah khilaf... Ahahahah, let that be our dirty little secret...
  • Thank you buat that night at FIB yaaa Dhita & Lune (juga traktirannya mehehehe). Next agenda Jagongan Wagen semoga jadiii!
  • Thank you buat traktiran ultahnya jugaaa Lenny, berlanjut surhat session seperti biyasa :p
  • Thank you buat semua clique-nya akuuu (yang sebenarnya not that much of a clique siiik, self-proclaimed aja) yang kebanyakan isinya cuman goblok-goblokan dan aktivitasnya kulineran thok hahahaha.

Me love ya all to the bones lah pokoknya.

Sabtu, 22 Maret 2014

Mia: Don't you hate that?
Vincent: Hate what?
Mia: Uncomfortable silences. Why do we feel it's necessary to yak about bullshit in order to be comfortable?
Vincent: I don't know. That's a good question.
Mia: That's when you know you found somebody really special. When you can just shut the fuck up for a minute and comfortably share silence.
--Pulp Fiction (1994)

whatnot #7

weheartit.com

Aku sedang membakar tubuhmu dalam kepalaku.  
Menikmati jeritan dan sumpah serapahmu. 
Menanti seluruh kamu jadi abu.
vi.sualize.us

Waktu, kita tahu, telah jadi sebuah klise dalam puisi, tapi apa daya: klise itu adalah bagian dari arus waktu, yang menyebabkan pengulangan terjadi, tapi dengan itu ada sesuatu yang tak didapatkan lagi. --Goenawan Mohamad

lights.

vi.sualize.us

I'm addicted to lights. I don't know why, I don't know when did it all begin (well, actually my mom said when I was a child, whenever my parents and I went out by motorcycle, I'd point at streetlights, or basically any lights and said "That's light... That's light..." so maybe that's when it all started, ya), I just know I love them. Everything about lights is so enchanting. That's why I often post something with a picture of lights in bokeh style here. They're just so......

  ---

Lately, I've been feeling weird. I don't exactly know what caused it, but I think somewhere along being around people. Some people. All people. Certain people? Again, I don't know. For these past few days I've not been stable enough to get through life. When I'm around people, I would just sit quietly and watch them do whatever they do. Then I feel this kind of anger feeling built up inside of me because their stupid acts annoy me so damn much. I would resent everything those idiot people do, EVERYTHING. Even if they're my close friends. I don't know what's going on in their stupid little heads. Fuck them, fuck all of them. I really wanna pull a gun and shoot myself on the head just by being around those people. Those fuckin assholes. 

Of course those mess and chaos only happened inside my mind. People suck, but I still have to live with it anyway.

I've skipped classes, just to lay in my bed all day. Mind blown, mind fled. Does absentmindedness feel like this? It's like I'm searching for something I don't even know yet what it is. It's frightening. Terrifying. This blurry combined feeling all over again. Getting under my skin.

And whenever I feel like I don't have anything to hold on to, lights bokeh (or whatever it's called) soothes me. It calms me. Because everytime I look at pictures of them, I feel relaxed. They bring me to a place that's very beautiful. It's so beautiful, it hurts. I think I could cry just because feeling this way. This magnificent feeling...

I realize I need a getaway. I need to be alone. I hate having to be a social person. I hate having to face social encounters that's actually pointless. I just want to be alone. That's why I always keep my headphones and books in my bag. Those are my only survival kit to go through life. 

I wish I could bottle lights up and bring it everywhere I go. Then my life would be perfect.


vi.sualize.us

Selasa, 18 Maret 2014

karam dan tenggelam

weheartit.com
sore ini muram
langit merenung diam
seperti terbungkam
kicau burung pelan, perlahan menimbun suram
mewujud orkestra mengiringi aku yang mengubur segala dendam
dan khilaf masa kelam.

Kelas Pendidikan Pancasila
11/03/2014

whatnot #6


weheartit.com
Di pelabuhan ini tiada lagi tertambat kenangan akan senja
dan jemari yang bertautan kala menyusuri pantai sepi itu.

Senin, 17 Maret 2014

I've been stomped out.


Yes. Oh, yes. Akhirnya bisa nonton Banda Neira! Hehehehe, emang alesan utama nonton gig ini adalah mereka, tapi it turned out that performers lainnya pun bikin nagih dan ternganga. Kemaren malem adalah sebenar-benarnya salah satu malem paling awesome.

Beli tiketnya presale sih, yang udah kuceritain kemaren, jadi aku tinggal nuker aja. Berangkatnya jam 7 dari rumah, hehehe. Padahal katanya mulai jam setengah 7 tuh. Bener aja sik, waktu aku nyampe sana udah jam 8 kurang, dan ketinggalan Archiblues... Tapi pas banget, Boarding Room masih siap-siap mau perform. Ndak papa deh :|

Sebelom nonton Stomp Out, aku riset dulu dong band-band lain yang aku belom tau. Biar familiar dikit laaah sama apa yang bakal aku tonton huehue. Oiya aku kemaren nontonnya sama adekku. Untunglah dapet tempat bagus, ngga terlalu deket dan ngga terlalu jauh juga dari panggung.

Boarding Room ini katanya sih alirannya ngejazz gitu... Iya juga sih soalnya ada pemain terompet sama saxophone-nya.
Boarding Room                          Twitter

Lagu pertama yang dibawain mereka adalah lagunya Naif yang judulnya Televisi. Mendukung tema acara ya mungkin, "Rhythm of Criticism". Di stage juga ada satu set televisi model lama sebage dekorasi. Okeee, Boarding Room membuka penampilan mereka dengan menyenangkan. Perpaduan pop dan jazz yang tidak asing di telinga. Lanjut lagu selanjutnya, Aku Cinta. Terus juga Terlambat, yang memberikan kesan syahdu dan mellow uuuuuh... Habis itu satu cover version lagi, Aku Di Sini Untukmu-nya Dewa 19. Dan lagu terakhir yang berjudul Happy, tapi aku ngga tau itu cover juga ato lagu mereka aslik.Waktu mereka perform, di sebelahku banyak cewek yang neriakin nama pemain bass-nya gitu deh heboh banget -_____- Tapi overall mereka keren :D

Dilanjut dengan Jalan Pulang yang mulai perform pukul 20.20. Aku udah nyoba dengerin lagu-lagu mereka, dan sukaaak! Favorit sih masih yang judulnya Jalan Pulang hehehehe.

Jalan Pulang                              Twitter
Membuka dengan Sajak Perpisahan, Jalan Pulang totally mesmerized me! Apalagi vokalisnya maen harmonika jugak! Aaaaakkkk!!! I always have this soft spot for harmonica, so I totally felt hypnotized by them. Terus dilanjut Di Kota Ini. Woiya satu lagi yang bikin aku tambah suka sama mereka, mas vokalisnya yang lucu banget yang keliatan kayak grogi gitu di panggung huahuahuaaaaa... Kemudian dilanjut lagi Lelah, yang memberikan such an emotional atmosphere karena liriknya yang jeruuuuu :<

Habis ituuuu Lagu Berdua, yang liriknya diambil dari puisi karya Acep Zamzam Noor. Ini juga sukak nih! Nah lanjut lagi Apa Daya, terus Percakapan Tangis. Percakapan Tangis ini sempet bikin aku excited banget, karena ternyata terinspirasi dari larik terakhir puisinya Sapardi Djoko Damono! Dan larik terakhir itu ternyata dari salah satu puisi yang aku suka banget, jadi aku langsung histeris waktu tau larik itu adalah "Dan karena hidup itu indah, aku menangis sepuas-puasnya." dari puisi Dalam Diriku yang pernah aku kutip buat artikel konseptualku itu!! AAAAAAAAAAAAAAAAKKKKK! :'))))))) Langsung deh bertekad untuk beli CD mereka saat itu juga hihik.

Daaaaaan performance Jalan Pulang malem itu ditutup dengan lagu Jalan Pulang yang manis banget... Thank you, Jalan Pulang. Kalian amazing!

"Ke manapun aku kan pergi
Ku kan selalu pulang ke hatimu
Ke manapun aku kan berjalan
Ke pelukmulah ku kan singgah..."

Kemudian Rabu menguasai stage... Dengan lighting yang redup dan terkesan misterius, mulailah Rabu membius penonton dengan musiknya yang bernuansa space dan... Ambient?

Rabu                                     Twitter

Menurutku, Rabu ini alirannya paling beda sama yang lain. Sesuai dengan bio-nya di Soundcloud, "balada gelap terang atmosperik", lagu-lagu mereka pun memberikan nuansa gelap tapi tetep enak buat didengerin. Lagu pertama yang mereka bawain adalah Dru, yang bikin aku mikir mereka mirip-mirip band post-rock kayak God is An Astronaut, If These Trees Could Talk, dan yang lain-lain. Jadi aku nggak merasa asing sama musik mereka, karena aku suka banget musik-musik genre post-rock dan space-rock gitu.

Dilanjutkan dengan Semayam, Dalam Tidur, Baung (yang bikin penasaran karena ternyata baung adalah nama makhluk mistiknya Wonosari), Kereta Terakhir, Kemarau Bunda dan Iblis, Lingkar, dan terakhir yaitu Telaga Kasih. Walopun agak bikin ngantuk karena memberikan suasana yang syahdu memabukkan, Rabu is cool and totally worth listening to! Cobalah donlot album mereka Renjana yang boleh diunduh secara legal dan tentu saja gratis di sini.

Setelah ituuuu..... HUWAWAWAWAWWWW BANDA NEIRA!!!!

Banda Neira                               Twitter 

Akhirnyaaaa setelah sekian lama memendam perasaan menyesal ngga sempet nonton mereka waktu manggung di Jogja sebelum ini, aku bisa mengharu biru terlarut dalam musik ceria mereka yang begitu mengalir dan menghanyutkan. Banda Neira adalah Rara Sekar (xylophone) dan Ananda Badudu (gitar). Kemaren mereka ngebawain total 9 lagu huehehehehehehe. Bahagiyaaaaaaa!!!

Yak lagu pertama adalah Di Atas Kapal Kertas yang begitu riang, dilanjut dengan Senja di Jogjakarta yang aslinya berjudul Senja di Jakarta. Hahahahaha.Terus ada surprise juga, di lagu ketiga mereka kolaborasi sama musisi asal Jogja jebolan ISI, Mas Gardika Gigih (yang dulu pernah kutonton waktu FMT 2013). Mereka ngebawain Esok Pasti Jumpa (Kau Keluhkan), dengan Mas Gardika megang pianika. Lagu ini sedikit dimedley dengan Di Atas Kapal Kertas. Hmmmmmmh, so fun! Apalagi aku juga lemah sama pianika hahahaha. Dilanjut dengan Di Beranda, lagu yang emosional buat para mahasiswa perantau... Terus ada musikalisasi dari puisinya Subagio Sastrowardoyo yang judulnya Rindu, ini juga emosional karena nyeritain tentang hilangnya orang-orang waktu tragedi apa ya.... Ya itulah pokoknya (--,)

Habis itu mereka ngebawain satu lagu baruuuu yang judulnya Matahari Pagi. Penonton diajari ikut nyanyi juga waktu reffrain-nya. Gini reff-nya:

Matahari pagi, hangat dan menerangi dunia yang gelap
Hati yang dingin perlahan berganti menjadi bahagia

Gampang kaaaan? Hihihik semoga album barunya cepet jadiiii :p Naaaah lanjut lagi, Hujan di Mimpi!!!! Lagu favorit akoooooooh! Sing along doooong dengan bersemangatnya. Di lagu ini Mas Gardika perform lagi. Hehehehe, top abeeez. Habis itu lagu terakhir, Berjalan Lebih Jauh. Uuuuuuh, ditutup dengan begitu riang, ceria, dan manisnyaaaa... Etapik ternyata penonton ngga mau pulang, teriak-teriaklah kita minta encore. Dan ternyata mereka mauk perform encore! Huwaaaaakkk!! Lengkap sudah kebahagiyaan malam inih! :')))

Encore-nya adalah salah satu lagu baru juga katanya, musikalisasi puisi terakhirnya Chairil Anwar yang berjudul Derai-Derai Cemara. Puisi yang menurut mereka awalnya terlalu sakral buat diapa-apain. Tapi akhirnya tetep mereka bikin musikalisasi, dan hasilnya bener-bener syahdu mengharu biru.

 Cemara menderai sampai jauh
terasa hari akan jadi malam
ada beberapa dahan di tingkap merapuh
dipukul angin yang terpendam

Aku sekarang orangnya bisa tahan
sudah berapa waktu bukan kanak lagi
tapi dulu memang ada suatu bahan
yang bukan dasar perhitungan kini

Hidup hanya menunda kekalahan
tambah terasing dari cinta sekolah rendah
dan tahu, ada yang tetap tidak terucapkan
sebelum pada akhirnya kita menyerah


Banda Neira                                 Twitter

Kemaren malem pokoknya amazing banget. All mesmerizing, hypnotizing, calming, soothing, entertaining, and awesome at the same time! Thank you banget buat para performers, dan Stomp Out-nya Komunikasi UGM yang udah bikin acara keren gini. Satu bentuk protes kritis terhadap mawutnya media kita dengan memberikan pentas musik yang begitu keren turah-turah. Maturnuwun 8'))


Oleh-oleh~~~

Kamis, 13 Maret 2014

SO7 - Sekoteng - Banda Neira (to-go)

Jadinya udah yang keberapa kali ya ini aku nonton SO7? Huehuehue... Ke-6 kayaknyaaaaa. Berawal dari iseng-iseng berhadiah melu kuisnya @pamityang2an yang mengharuskan aku untuk posting foto nggerus, dapetlah tanda masuk gratis buat One Million Dreams Concert-nya Loop ID yang diadakan di Grand Pacific Hall :D

#NggerusPrab
menang dab!

Hauahuahahahaha... Bosok banget cenan fotone padahal. Tur rapopo sing penting iso nonton Sheila On 7 meneh untuk yang kesekian kaliii... Sebenernya kan dapet dua tuh tiketnya, tapi kemaren waktu aku ngambil ke Jaran Art Space, eee dikasih tiga sama masnya hehehehe. Tapi ya percuma juga sih wong aku nontonnya sendiri (--,) Rakpopo buat kenang-kenangan deh turahane.

Hwoiyaaaa, ini songlist-nya:

Instagram

Pokokmen malam itu intinya nggerus bersama ya. Iya -____- Hahahahahah bungcudh. Jejingkrakan juga dong pastinya seperti biyasa, dan lumayan dahsyat crowd malem itu. Tapi masih dahsyat waktu 16th Anniversary-nya mereka dulu sik, yang sama-sama di Grand Pacific jugak (((yamenurutlooo))).  Oiya, itu waktu lagu JAP ato apa ya, dimedley juga seperti biasa. Ada Anugerah Terindah Yang Pernah Kumiliki juga sebenernya, tapi ya dimedley itu tadi. Dan malam itu pulang dengan bahagiya... Untung cedhak, tinggal muter dikit lewat ringroad hehehehe jadi euforianya masih berasa waktu nyampe kamar.

konser mereka selalu exciting!

Terooooos, kemaren Selasa diajakin si Dhita nonton gig bulanan fakultasnya dia (yang sebenernya mantan calon fakultasku juga hiks). Nama acaranya Sekoteng. Sebelom nonton itu, ditraktir Dhita duluuuuu di SS Jakal muahahahaha. Tengkyuuu Ditooool, awofu :3 Hihik.

Twitter

Sekoteng ini mulai sekitar pukul tujuh lebih, dan nontonnya di Panggung Terbuka FIB. Awalnya kita (aku, Dhita, Lune) mau nonton dari lantai 2, etapi sama mbak-mbak MC-nya suruh turun aja biar bareng sama yang laen. Walhasil turun deh kita buat nonton lebih deket, duduk di bangku belakang, tapi view-nya sip laaah.

Performer pertama adalah Rino dan Para Bujangan yang ternyata terdiri dari dua orang. Mereka ngebawain Memilihmu-nya Adhitia Sofyan dan lagu lain yang aku ngga kenal eheheheheh. Hoiya, waktu nonton performer pertama ini aku menyadari there's something strange with Dhita and Lune. Mereka kayak kaku-kaku gimanaaaa gitu deh -__- Aku tanyain, pada ngga pernah nonton gig apa, kok kayaknya apresiasinya kurang. Eee ternyata bener aja tuh, pada jarang nonton gig begituan. Pantesaaaaan nonton Sekotengnya kurang luwes gimana gitu ah --"

Selanjutnya ada siapa ya... Kemaren mic-nya bikin suara ngga terlalu jelas jadi aku ngga bisa nangkep nama bandnya -_- Pokoknya vokalisnya cewek dan mereka ngebawain lagunya Float yang 3 Hari Untuk Selamanya, Tentang Seseorang-nya Anda (sontrek AADC), sama sontreknya 5cm Rahasia Hati-nya Nidji.

Rahasia Hati? asssuuuuuu....

Terus performer selanjutnya aku juga ngga denger namanya hehehehe -_- Mereka ngebawain 3 lagu, dan cuman satu yang kutau. Lagu terakhirnya yaitu Please, Please, Please, Let Me Get What I Want-nya The Smiths. Syahduuuuu...

so please please pleaseeee... let me let me let meeee

Habis itu ada Weeds, yang ngebawain Lebih Indah-nya Adera, dan medley dari lagu-lagunya Zedd (Clarity, Spectrum, Stay The Night). Awesomeeeee.

are you gonna stay the night?! ojo muleh maaaas...

Dan yang terakhir adalah (yang terakhir aku tonton lho ya, soalnya aku pulang sebelum acaranya rampung huehue) PARTJOK!! Mereka dateng sebage para lelaki dengan pakaian perempuan dan pokoknya mawut buahahaha. Etapi jangan salaaah... Walopun njobonya ndagel, musiknya enak dinikmati. Mereka ngebawain satu tembang kenangan yang aku ngga tau judulnya, terus Kemesraan, dan lagu yang terakhir aku denger sih Di Obok-Obok-nya Joshua jaman cilikan. Waktu mereka maen lagu itu aku pulang, sayang sekaliiiii... Tur orapopo yang penting sudah cukup terpuaskan malam itu. Aku kudu teko Sekoteng terus ik :D

Yang kusesali adalah sedikit termakan provokasi Dhita & Lune yang notabene adalah mahasiswa FIB. Hiksssss. Jadi pengen masuk Sasing FIB kaaaan T^T (soalnya dulu badai galau paling dahsyat adalah bingung milih sasing UGM/PBI UNY dan akhirnya mantep langsung PBI tanpa nyoba daftar Sasing hngggg). Sudahlah rapopo... Aku kudu ikhlaaaaaaaaaaaas!!

Partjok and their uniqueness (?)

Waktu nonton Sekoteng ini, ada mbak-mbak ngasih pamflet gig Stomp Out-nya Komunikasi UGM yang bintang tamunya ada Banda Neira juga. Sebenernya aku udah tau tentang gig ini dan emang ada hasrat untuk nonton, soalnya waktu FIP UNY ngundang Banda Neira aku telat info dan jadi ngga nonton. Aku tanya deh tuh sama mbaknya, belinya tiketnya di mana, buat sekedar basa-basi sik... Wong ada info ticketbox-nya --" Eeeee mbaknya malah njawab kalo bisa beli lewat dia. Nah, it's done, then. Langsung beli di mbaknya tadi huehuehue. Siap nonton Stomp Out besok Sabtuuuuuu \o/

20k sajaaaa untuk mendengar bebunyian berkualitas tinggi anak bangsa ~~~\o/
Yaudah ngono wae sik. Besok nek ra memeng tak post tentang Stomp Out itu. Aku menyang kuliah disik yaaa, cheers!

Senin, 10 Maret 2014

whatnot #5

vi.sualize.us

melukis pilu pada selembar kertas biru
perihnya membekas merah
pahitnya menoreh luka
pada hitam sapuan kuas
pada darah kehidupan yang
meluas
menjadi samudera kata-kata.

Writing Class
10.03.2014

Jumat, 07 Maret 2014

terang

weheartit.com

matamu menguarkan tanya yang seakan tak kunjung usai
terlukis pada langkah-langkah gontai
dan raga yang mulai
lunglai
lelah meremuk redamkan
dini hari yang sesak oleh rintihan,
menyayat
rembulan
semua yang menjelma nihil saat fajar
saat hangatnya menjalar
berdenyar
sampai pada di mana segalanya memudar,
untuk kemudian mewujud

sebuah memoar.

 "terang yang kau dambakan,
hilanglah semua yang kau tanya."
1:52 a.m
inspired by Empati Tamako - The Trees & The Wild

whatnot #4

weheartit.com

Tuhan melukis sejarah 
para penjarah 
nyawa 
di atas kanvas merah 
yang berdarah-darah.

Selasa, 04 Maret 2014

aku ingat

weheartit.com

Aku ingat rasanya jatuh cinta. Hanya berjalan berdua saja menyusuri gang-gang kecil di dekat rumah kita. Bersama memeluk temaram senja.

Aku ingat rasanya kecupan pertama. Senyum merekah dan rasa yang membuncah. Sekilas saja, di puncak kepala. Euforia meledak dalam dada.

Aku ingat rasanya terluka.

Aku ingin mati saja. 

whatnot #3

weheartit.com

Kunang-kunang beterbangan, membawa pergi ingatan.

// haiku //

weheartit.com
  • The night is glowing // You're dancing through the cold dawn // Seems like forever
  • Sweetness in your voice // I'm drowning in fantasy // Please whisper my name
  • Sits at the corner // His sparkling eyes grows wider // My heart is aching 


 Emboh bener po orak. Raurusan.

Minggu, 02 Maret 2014

taman belakang rumah

pic made by my classmate
senja berdarah memamah awan
menyulam hening yang menyakitkan
membuat daun-daun meranggas
seperti rindu yang tak kau gagas

dalam taman ini menjelma aku
aku yang digerogoti sepi
bibirku yang meneriakkan sunyi
aku sendiri.
menangis di bangku taman ini.
6 Des 2013
kelas Bahasa Indonesia


P.S: Sooo... This is a collaboration I did with one of my classmate. He drew the picture and then I decided to write some sentences about it. That afternoon was sooooo boring because the lecturer didn't show up, and I'd better make one hell of a fun out of it. Well, I surely did.

Cahaya Yang Tak Kunjung Padam

 
weheartit.com
Tanyamu kepada cahaya yang tak kunjung padam,
"Apakah semesta sesungguhnya adalah benar merupakan satu abstraksi pikiran-pikiran runyam?"
Tentu saja yang ada hanya senja yang mulai tenggelam dalam diam
Dan langit yang tertelan malam
Kemudian kau ratapi temaram
"Hening ini menghunjam, memaksa seluruh aku untuk karam."
Lalu mengangkasa, dengan mata terpejam
Menebas waktu, menuju tempat cahaya yang tak kunjung padam bersemayam

Jauh sekali ke masa silam.
10.49 p.m
to you, who seek for the lights.

about me and MY TASTE

Sebenernya post ini adalah post jaman SMA yang nggak selesai dan cuman kesimpen di draft. Tapi karena topiknya masih relevan, aku lanjutin deh.

 ***

weheartit.com

Imagine this scene:
It's just another boring day at your class, probably because the teacher (or lecturer) won't show up. Yea, the typical social studies (or English Education) class. (Mostly) no teacher's teaching, everyone wanders around without any important things to do, and the noisy mumbling everywhere. Well, you name it.

Then suddenly someone, or some people, decides to use the class' sound system to play music from their cellphone. When the music's starting to play... You die a little inside. Because it turns out that the music they're playing is such a turn-off for you. They're playing those cheesy with bad-written lyrics songs. Those stupid and sometimes even degrading songs. At least that's what you think.

You feel like you want to scream at them and shove some good quality songs from certain bands you love down their tiny little brain. But at the same time you know you can't, because that sounds super selfish and egoistic. They're most likely to think of you as an asshole, for sure. So all you can do is just sit there on the corner, put on your headphone (if you got any), play your playlist, and drown in your own world. If you don't have a headphone, then I kinda feel sorry for you.

***

For some people, the aforementioned situation and thoughts would seem like things a jerk would do. I mean, maybe those some people will be thinking like, "Oh, you think you're so high maintenance, don't you?" or "You're just a selfish person." or "You're so fuckin weird, how can you not like these nowadays' songs?" or whatever. But it's actually just... You have different taste of music. And that is not a bad thing.

That scene above has happened for many times in my life. Even now, sometimes that still happen. My friends often play songs I don't know about and I honestly dislike. Well... I admit some of those I know because I still keep up with Top 10, Top 40 or Top 100 songs of the week, month, and even year. But still, I feel like an alienated person everytime that scene happens. And maybe other people feels the same way too. Perhaps even you.

You know what? The truth is, we are not some kind of freaks or weirdos just because we like music that has totally different genres with the ones our clique likes. It simply means we are open-minded, more enthusiast, and like to keep our choices wide open about music. It doesn't mean we're hipsters just because we tend to avoid those so-called mainstream things. No, absolutely not. Because actually, there are like, a gigantic tons of genres and musical style we still don't know about. And they're freakishly awesome!

But I have to say that, truth to be told, I often dislike something because other people likes it. Oh, like I said earlier, I am not a hipster just because of that, btw. In fact, I'm actually more of a dork, and nerdy. For me, it's just... Things being liked by far too many people are such a turn-off, too. That's why I sincerely agree with this Roy's (from The IT Crowd TV series) t-shirt design:


I know, right? ;p

So, my point is you have to be a more open-minded person. Try to look at things from some different point of views. Don't ever be afraid or doubtful when it comes to trying new things. Trust me, you will discover a whole new dimension of the world if you just broaden your mind a bit. :)

P.S: I've actually posted something similar with this post some time ago. You can check it here.

last fm

“Without music, life is a journey through a desert.” —Pat Conroy

“One song can spark a moment.” —Author Unknown

"Music, for me, has always been a place where anything is possible--a refuge, a magical world where anyone can go, where all kinds of people can come together, and anything can happen. We are limited only by our imaginations" —Bill Frisell

"When you're happy, you enjoy the music. When you're sad, you understand the lyrics." —Frank Ocean

"Without music, life would be a mistake." —When Night Is Falling (1995)

My looong-lost Goodreads account. Just activated it back recently.
http://www.goodreads.com/user/show/1450534-denna

Sometimes, I mumble and babble a lot.
http://soundcloud.com/denna

Follow, or not to follow, don't care.
http://twitter.com/fraushanfikri

Pulang

weheartit.com
Pulang
adalah bukan untuk kembali mencari
serpihan fragmen dini hari
yang menjelma dari manifestasi naluri kita
yang pernah sama-sama bermimpi
jalin-menjalin dalam pesona imaji

Pulang
adalah
entah.

Aku masih tidak bisa memberikan definisi
dari kata yang kerap kali
memunculkan selintas ironi keji
saat kembali menyusuri jalan ini.

12.29 a.m
masih tidak di rumah.
 
Free Website templatesFree Flash TemplatesRiad In FezFree joomla templatesSEO Web Design AgencyMusic Videos OnlineFree Wordpress Themes Templatesfreethemes4all.comFree Blog TemplatesLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesSoccer Videos OnlineFree Wordpress ThemesFree Web Templates