Sabtu, 14 Juni 2014

Semalam bersama @LELAGU_

Naah malem tadi, saya meluncur ke Kedai Kebun Forum buat nonton Lelagu #10~

Twitter

Niat awalnya sik pengen liat @BadCellists, setelah kemaren di FMT melewatken mereka :( Etapik ternyata performers lainnya ngga kalah memukau tuiiip! Jadi ini adalah Lelagu edisi ke #10 dengan tajuk Mendua. Lelagu sendiri adalah gig akustik yang dikolaborasikan dengan para perupa, yang nantinya akan menampilkan visualisasi sebagai respon pada musik yang dimainkan.

Penampil pertama malem tadi adalah @HalfElevenpm, duo folk-opera (menurutku sik, aslinya mungkin akustik folk ato apa gitu hehe) yang powerful banget, dengan perupa @holly_scream. Beranggotakan @nona_meat dan @tuan_bone, Half Eleven pm membawakan lagu-lagu akustik folk dengan kualitas vokal setara penyanyi opera. Keren lah~

Half Eleven pm

Half Eleven pm menyanyikan lima lagu: Silent to Listen, The Actor, Delusion, Roar of The Moon, dan Sacrifice. Repertoar ini sepertinya disusun agar menjadi semacam satu kisah berkelanjutan dan kronologis yaaaa. Didukung dengan visualisasi dari Holly Scream yang kreatif, mempertontonkan dua ikon kartun seorang manusia dan kerangka dibarengi dengan menampilkan secarik kertas berisi lirik-lirik lagu Half Eleven pm kemudian sejalan dengan lagu berkaitan, kertas tadi disobek pinggirnya lalu dibakar di akhir lagu, menimbulkan nuansa dramatis dan sedikit suram.

Setelah itu ada Chick and Soup yang aslinya bertiga tapi tadi sik cuman dua, mergo temanya Mendua kali ya... Hehehe. Ada Mas Nino di vokal dan gitar, juga Mbak Dana di pianika dan additional vocal. Chick and Soup ini unyu unyu biyangeeet sumpee... Membawakan lagu-lagu indie pop manis dan ceria, mereka sitimewa~ Jadi mereka tadi bawain Chicken and Soup, Chicken with A Bubble Gun, dan Afternoon Favorite. Nah, waktu nyanyiin lagu kedua, mereka nyalain bubble blower gituuu, jadi banyak gelembung-gelembung sabun! Sukak!

Chick and Soup

Ternyata penonton pada jatuh tjinta sama Chick and Soup ini, sampe-sampe minta encore, dan mereka pun ngulang lagi lagu Chicken with A Bubble Gun dan nyalain bubble blower-nya lagi. Ndagel banget, opo meneh mas sama mbaknya tuh kayak grogi-grogi gimana gitu, jadi tambah unyu aja hihihi. Mereka ditemenin perupa @brojolperalta yang memutarken video tie dye buah-buahan sebagai background.

Teruuuuuus, Bad Cellists!! Ihiiiik! Akhirnya, setelah setaun ngga nonton mereka (waktu Suara Awan ngga diitung :p), kangen terobati. Bad Cellists ini adalah Mas Jemi dan Mas Alfian. Mereka makin ke sini makin awesome aja nih kayaknya, taun lalu di FMT 2013, dandanan mereka yang cuman seadanya gitu deh hahahaha. Sekarang udah dandan ganteng-ganteng, performance-nya pun makin ganteng :3

Bad Cellists

Mereka bawain 6 lagu yaitu Tuxedo Mouse, Nahkoda, Celloing, Kamu (di mana Mas Alfian nyoba ngasih vokal), Gadis Kedai Kopi, dan Sarang Penyamun. Visualisasi dibawakan oleh perupa Eldeath. Yang paling saya suka dari penampilan Bad Cellists adalah bagaimana mereka begitu menghayati tiap-tiap lagu yang dimainkan. Ditunjukkan dengan mimik wajah yang ekspresif dan lucu banget (buat saya), membuat energi yang mereka transfer pada para penonton itu terasa sangat kuat. Bikin senyum-senyum bahagiya! Setaun lalu juga jatuh cinta sama mereka gara-gara penghayatannya. Two thumbs up buat Bad Cellists :D

Sampailah pada performer terakhir sekaligus penutup acara malem tadi, Sisir Tanah. Saya baru pertama kali nonton Sisir Tanah, mereka juga tampil waktu Mini Party-nya Jogja Grunge People kemaren sik, tapi saya keburu pulang dan melewatkan mereka, nyesel deh setelah tau mereka keren banget ;( Aslinya, Sisir Tanah ini berdua, tapi tadi yang tampil cuman Mas Danto. Tur rapopo~

Sisir Tanah

Sisir Tanah membawakan total 8 lagu kalo ngga salah (Lagu Anak, Lagu Baik, Bunyi Sunyi, Konservasi Konflik, Bebal, Lagu Wajib, Pidato Retak) dengan encore Kita Mungkin, didampingi perupa Methodos yang menuliskan beberapa bait lirik lagu Sisir Tanah, komentar kocak, dan menggambar banyak sosok monster abstrak yang cukup ngeri. Sisir Tanah ini genrenya apa yah... Akustik progresif? (((WATOOOON))) Ngga tau pastinya juga tapi akustikan dengan iringan harmonika pada beberapa lagu. 
Satu hal yang paling mencolok dari Sisir Tanah adalah lirik-lirik lagu mereka yang memberikan kesan pahit, getir, kritis, radikal, revolusioner, dan tentu saja, jujur. Ya tapi emang ternyata lirik lagu mereka adalah puisi kontemporer gelap yang ditulis oleh Mas Danto (yang notabene pernah menekuni dunia sastra). Maka dari itu, wow banget lirik-liriknya...

Malem ini bisa dibilang sangat memuaskan dahaga akan gig hratisan huehuehue... Oya, saya dapet kenalan baru, Mbak Harli yang baik hatiii, yang ternyata satu universitas tapi udah lulus~ Sampe jumpa di gig hratisan selanjutnya ya mb! Huahahahaha. Pokmen maturnuwun banget deh buat @LELAGU_, semoga bisa tetep rutin mengadakan gig mereka ini supaya mahasiswa seperti saya bisa mengapresiasi seni, khususnya musik tanah air, dengan leluasa dan berakhir bahagiya. Ihik!

Oleh-oleh~

Oke sebenernya oleh-oleh kali ini ngga nyambung banget, malah beli CD film Silence of The Lambs sama Hannibal -_- Tapi karena ngga nemu CD Sisir Tanah-Chick and Soup-Half Eleven pm (entah emang ngga ada ato saya ngga teliti) dan CD Bad Cellists yang sepaket sama kaos (duit sape...) yasudah beli ini aja, mumpung cuman sepuluh ribuan hehehehe. Saya pengen beli CD-nya The Smiths sih aslinya, saya kira harganya sama tuh sepuluh ribu, TERNYATA... SEPULUH KALI LIPATNYA, PEMIRSAAAAA! Mlipir deh (--,)

Sampai jumpa di Lelagu selanjutnyaaaa~~

pidato-pidato presiden retak, tertusuk-tusuk dusta...
teriak... teriak...
tertambat sunyi...
letih mengarung urat...
sengsara rakyat berdayung lapar...
di deras arus air mata...

...Tuan dan Nyonya belajar logika sudah sampai mana? (Pidato Retak - Sisir Tanah)

@kopdarfiksi!

Ehm. Iya, udahlah, UAS Perkembangan Peserta Didik-nya ngga usah dibahas. -_______-


Twitter

Oke, jadi tadi siang saya ikut kelas @kopdarfiksi regional Yogya sesi pertama di @milkbarID dengan materi 'How To Write a Novel' dengan mentor Mas @benzbara_ yang femes itu. Beruntung lho saya bisa terpilih jadi satu dari sepuluh orang di kelas ini (pendaftarnya ada 21 orang), secara, materi yang diajarken tadi itu bakal berguna banget buat saya ke depannya.

Yaa tadi baru diterangken basic-basic dulu sik, secara umum. Dimulai dari awal banget waktu bikin pondasi dari novel kita (menulis novel menurut Mas Bara ibarat membangun rumah). Pertama kita harus bikin sinopsis dari novel yang mau kita bikin, terus mulai ke outline di mana kita tentuin mau nulis berapa bab, apa aja isi bab-bab tersebut, dan lain-lain. Lalu juga elemen-elemen novel itu apa aja (setting, plot, characters, narration, conflicts, etc.) dan diterangin secara lebih mendetail. Lanjut juga penggarapan novel, self-editing, dan pokoknya masih banyak lagi.




Waktu kelas masih berlangsung dan temen-temen lagi pada bacain sinopsis novel yang jadi tugas, kelas kita kedatangan Mas @vabyo deh! Dia jugak penulis yang femes banget (Kedai 1001 Mimpi, Kala Kali, dll). Jadi tambah seru deh kelasnya, dapet materi tambahan dari Mas Valiant. Dia juga cerita-cerita tentang masalah kepenulisan yang dia alami, juga ngasih beberapa tips dalam hal menulis. Ramah dan kocak banget orangnyaaaa :D Oya, kebetulan tadi Mas Valiant ulangtahuun, eh kita sekelas ditraktir deh minum di Milkbar! Yaampun baek puoooool... Terus Mas Bara ngasih kue ulangtahun buat Mas Valiant diiringi lagu Happy Birthday dari anak-anak kelas kopdarfiksi. Ihiiiik, selamat ulangtahun ya Mas Valiant! :)



Senin, 09 Juni 2014

Head in the clouds

weheartit.com

Seharian mengunjungi kawan masa lampau;
putih awan gemawan, matahari tenggelam di selokan
juga senja di ujung zaman
Melantunkan senandung angin berderai,
biru, biru
seperti nyata warna rintik hujan
seperti sendu cakap rembulan, dan
.
.
.
.
getir ingatan?

Langit yang pernah aku selami, kuucapkan selamat tinggal
Dewasa ini tiada lagi punya waktu berkhayal

1.05 a.m
berenang-renang dalam kepala

Minggu, 08 Juni 2014

GRAND OPENING ART|JOG|14

Penuh Sesak oleh Antusiasme




http://src.sencha.io/http://pbs.twimg.com/media/BphtMTkCIAA5yFd.jpg
Doc. ART|JOG                                                      
            Animo penonton ART|JOG tahun ini rupanya tidak kalah dibanding tahun lalu, malah terlihat lebih padat dan membludak. Terbukti pada Grand Opening  ART|JOG|14 yang diselenggarakan tadi malam (7/6) di halaman Taman Budaya Yogyakarta.
Sesaknya halaman TBY oleh penonton rupanya tetap tidak menyurutkan antusiasme warga Yogya dan sekitarnya untuk menghadiri Grand Opening ART|JOG|14. Tema ‘Legacies of Power’ yang diusung ART|JOG pun sukses mengundang masyarakat untuk menjadi saksi dalam pagelaran seni kontemporer yang terbilang sangat unik ini. Pada halaman TBY pun telah terpampang ‘Goni Kabinet’, yang merupakan karya Samsul Arifin.

http://src.sencha.io/http://pbs.twimg.com/media/Bph2FTRCAAEwXHP.jpg
Doc. ART|JOG                                      
           
            Grand Opening ART|JOG diawali dengan penampilan dari Yogyakarta Symphony Rockestra yang langsung menarik perhatian pengunjung malam itu. Kemudian diberikan sambutan oleh Satriagama Rakantaseta selaku director ART|JOG|14 dan Bambang ‘Toko’ Witjaksono selaku kurator. Pada pembukaan ini pula diberikan penghargaan kepada para pemenang Young Artist Award yaitu Agung Prabowo (Bandung), Eldwin Pradipta (Bandung), dan Olga Rindang Amesti (Solo).

http://src.sencha.io/http://pbs.twimg.com/media/Bph8IfHCIAAW7uH.jpg
Doc. ART|JOG                                                      
            Dilanjutkan dengan sambutan lagi oleh Jorg Starke asal Jerman yang nantinya akan menyambut seniman Yogyakarta yang residensi di Berlin, lalu sambutan dari kolektor seni kenamaan, dr. Oei Hong Dijen, dan Ibu Wiendu Nuryanti. Sambutan terakhir sekaligus peresmian dibukanya ART|JOG yang telah ditunggu-ditunggu pun disampaikan oleh Ibu Kartika Sari Dewi Soekarno selaku tamu kehormatan malam itu. Yogyakarta Symphony Rockestra menutup Grand Opening ART|JOG|14, kembali memikat para pengunjung dengan penampilan memukau dari mereka.

(ditulis untuk website lama Magenta Radio)

Jumat, 06 Juni 2014

Ada memori tersendiri.

Hari gini siapa sih orang Yojo (dan sekitar) yang ngga tau Kos-Kosan Gayam? Kos-Kosan Gayam ini adalah programnya Geronimo FM tiap hari Kamis malam pukul 9. Saya suka banget sama acara ini walopun kayaknya udah 2 tahunan berhenti dengerin mereka. Iya, saya termasuk penyuka Kos-Kosan Gayam sejak awal-awal mereka ada yaitu pertengahan 2010, sebelum jadi semenstrim sekarang B) *jemawa* *kemudian digajul*

Dulu dengerin mereka karena tau dari temen sekelas waktu kelas 1 SMA, Umi, Tyta, sama Tagy kalo ngga salah. Mereka lebih veteran dari saya malahan ya. Saya masih inget banget, episode pertama saya adalah waktu mereka ngebahas boyband, yang nggapleki tenan sumpih! Saya langsung cintak! Sejak itu, bahasan tiap Jumat saya adalah trio gayeng ini. Paling heboh deh kalo ngobrolin soal mereka sama temen-temen yang juga dengerin KKG, apalagi Je. Paling rame kalo sama dia, jadi sering dipelototin guru -__-

Dan hari-hari pun berlalu, makin tambah juga rasa sayang saya sama mereka. Saya jadi suka niru misuhnya Icuk "Urat kali kau ini!" hahaha. Inget banget juga, waktu ultah pertama KKG. Sepesiyal banget waktu itu. Saya dengerin bareng dua bocahku, Je sama If (ketambahan adek saya sih) di rumah saya. Waktu itu saya lagi getol-getolnya suka bikin cola float sendiri, Je sama If yaaaa isane mung njaluk thok to. Jadi yaaa kita menikmati edisi ultah KKG malam itu sambil leyeh-leyeh mabok cola float hehehehehehe... :")

Terus juga, pernah saya sampe nongkrong di Geronimo Cafe di Sagan pas SelosoSelo (6 Sept 2011!) sama Je, If, dan Bayu K, cuman karena pengen ngeliat mukanya Mas Rhino (Bram) hahahaha! Dan ternyata emang ganteng kayak karakter yang dia peranin :3

Hmmm saya lupa deh kapan berhenti mendengarkan mereka. Saya kira sekitar kelas dua/tiga saya mulai jarang nyetel radio tiap Kamis malam. Kelas dua adalah jamane saya ndableg dan pahpoh banget di kelas. Pokmen jaman jahiliyah banget hahahaha. Yaaa mungkin sekitar jaman itu apa ya? Entahlah pokoknya saya sudah 2 tahun berhenti mendengarkan KKG. 

Sekarang KKG sudah femes banget, ngga ada yang ngga tau. Jujur, ini juga alasan yang bikin saya berhenti dengerin mereka. Hehehehe. Makin lama anak sekolah saya makin banyak yang tau dan dengerin mereka juga. Saya perlahan mlipir deh... Ya pokoknya saya agak gimanaaaa gitu kalo jadi bagian dari pop culture masa kini. It's like I'm not myself when I try to blend in with the pop culture

If asked, I still like KKG. Absolutely. I just chose to stop listening to them. Tapi ngga mutlak juga, kalo kangen ya saya setel :D Sorry, Bram, Cuk, Par... Kalian emang bagian besar dari masa remaja saya, and I love you guys, your show, your humor. Cuman, sepertinya memang kalian hanya akan saya jadikan kenangan masa SMA, biar ada di sana. Biar sekarang saya bikin kenangan baru dengan hal-hal lain. Biar kalian tetap manis dan nggapleki, sama seperti dulu, 

seperti bagaimana saya akan selalu mengenang kalian.


Mendadak pengen nulis ini karena tadi nyetel KKG, 
dan ternyata yang diputer adalah edisi lama banget, waktu saya masih suka dengerin. 
Salah satu edisi legendaris pula :)
 
Free Website templatesFree Flash TemplatesRiad In FezFree joomla templatesSEO Web Design AgencyMusic Videos OnlineFree Wordpress Themes Templatesfreethemes4all.comFree Blog TemplatesLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesSoccer Videos OnlineFree Wordpress ThemesFree Web Templates