Rabu, 30 Desember 2015

turah-turahan

So much things happening I feel like I can't keep up (but I still did anyway). Niat sih dulu mau nulis post tentang gigs yang saya tonton, tapi apalah daya tinggal wacana. Prek banget. Mana makin ke sini makin jarang nonton gigs eeeew merasa renta gitu. Hhh, anyhoo, here's sedikit turah-turahan dari sebagian yang telah terlewati. Not in a particular order, I guess. 


Launching album Chick and Soup di Matchamu

Konser Tentang Rasa by Frau. (trimakasi banget Mas Gigih dan Mas Pepi!)

Selasa, 29 Desember 2015

aku dilahirkan di sebuah pesta yang tak pernah selesai




weheartit.com

Almost all the time, I just want to run, never to stop. I want to be where the lights are. To float within the wind and dust, to breathe that distinct coldness of the night, to disappear along with the shadow. I want to vanish as if I never ever even existed. By the dawn, I will be gone.

"Tuhanku aku terluka dalam keindahan-Mu."



*judul dan baris terakhir oleh Wiji Thukul.

Sabtu, 26 Desember 2015

Gelas

weheartit.com

Sembari aku berharap gelas ini pecah
panas menyengat setiap jengkal telapak tangan, bertanya
apakah kulitku terbakar dan berasap sampai ke tulang tiada kubedakan lagi
Sakit ini melindungi,
sakit ragawi sebenar-benarnya, yang hakiki
Telah penuh tubuhku dengan corak warna, satu dua tiga depa
merah yang kutempuh senantiasa

Detik fana menerka-nerka adakah
kelak nanti semua hanya menjelma noktah
yang tak tercatat pada getir gelisah di petang langit ruang ingatanku
Atau anafora yang tak sedikit saja kukenali padahal Engkau telah
melukisnya pelan saat menghentikan laju semesta lagi-lagi dalam kepalaku

Rasa sakit adalah asing yang familiar jauh di sana
sejauh jarak jemariku dan terang berpendar
seperti kata-kata yang berlari dari puisi
seperti
bayang hujan yang terdistorsi
oleh pekat tak kunjung masap
Memori bersayap mengepak-ngepak
memimpikan terbang meninggalkan runyam pikiran
teriring tembang sayup dalam repertoar pagelaran sanubari pahit
dari gelas kopi kedua yang kusesap sedikit demi sedikit.


17 Okt 2015

Jumat, 04 Desember 2015

to whom it may concern: pt. 3

Google

I was reading Krishnamurti's "On Love" on my phone when suddenly I think of you. Perhaps it was his lines or perhaps it was my consciousness. Oh, just so you know, I haven't finished reading it yet because I stopped to write this. Does that make you feel special? Now now, tune down that bloated pride. Because you're not. Well, at least not all the time.

If you know me at all, you'd know that I was always a forgetful person. Heck, I still am. But I remember the very beginning of our friendship. That time so long ago you came to my house and we talked. I have to admit I don't remember most of it, but the image of your arrival somehow stuck in my head.

So, anyway, this letter will mostly contain things left unsaid all this time from my side of the story. 

You are somewhat weird.

Rabu, 18 November 2015

opoh

weheartit.com

Daun terakhir musim ini jatuh di sisi-Mu
tetapi udara masih hangat dan kita tetap
berbaring di sini
menggambar petang dengan pikiran bertautan
mewarna malam dengan bisik lirih yang terurai panjang
sebelum dingin Kau turunkan ke tempat ini
sebelum angin meniupkan Ketiadaan.

I'd rather eat shits than listen to you.
17/11/2015

Sabtu, 14 November 2015

the inbetweener


“I crave space. It charges my batteries. It helps me breathe. Being around people can be so exhausting, because most of them love to take and barely know how to give. Except for a rare few.”
Katie Kacvinsky
The one word to describe my being twenty is "exhilarating". It sure was one hell of a ride, and you know that even the best ride of your life can be as exhausting as much. I am no longer a teenager, not yet an adult. I'm somewhere in between. Like I've always been my entire life.

Looking back the past few months, I'm pretty sure there were some turning points. I've been doing a lot of thinking about that too. And I think it's necessary to write something here. I need to put my thoughts into writing. I need to get it all out of my system. It's sad to remember that it has been so long since the last time I wrote long posts, stories, or anything really. My laptop broke and I went to get it fixed few months ago. What an awful excuse, to temporarily stop writing just because of that one silly reason. I mean, I can still write through other media, right? Yea, I'm being unreasonable. I know.

But aside from my laptop, there were actually some other reasons. Reasons that I'm still trying to untangle myself from. So in this post I'm gonna be writing about certain things happening in my life and affecting it, in points. I'm not exactly a neat person, so these points won't be in particular order. Here goes.

Minggu, 18 Oktober 2015

Pedih nggak, Jenderal? (yay kayu manis!)

Wow, udah mau dua tahun aja rupanya sejak nonton mereka pertama kali. Berarti udah lebih lama lagi sejak saya biasa mendengarkan lagu-lagu D'Cinnamons religiously hahaha. Kali ini saya nonton bareng Dian lagi. #NggerusUnitedYK beraksi tuiiiip...




Saya sampai di venue mendekati jam 8 malam. Kebagian nonton Angklung FEB UGM, NawaEtnika, ESB Selection, Rekoneko dan Topeng Jazz. Edaaan... Performers sebelum D'Cinnamons ciamik semua! Pada beberapa bagian berasa nonton Ngayogjazz deeh, yah soalnya emang alirannya pada jazz gitu ada etnik-etnik dikit pula (walo nggak semua). 

Sabtu, 17 Oktober 2015

to whom it may concern: pt. 2

Google

Heh. Remind me again why I decided to text and ask you out for a cup of coffee? Hmm. What was I thinking? You know you're one to overfantasize something, if there's such thing, Ru. Yea, maybe that's it. Maybe I thought that... I don't know... This could be something? 

But then again, I've always thought you're a downer. And I'm right. O, I definitely am.

I owe you a treat, and I haven't been able to make it up to you. So when I have some time to kill and I'm nearby, I thought of you. Honestly, even from the beginning I don't...relate to you. At all. For me, you're just this one guy. A normal guy. Nothing special. Nothing exciting. Sure, your choice of music was nice, jazz and all. But, still.

Minggu, 04 Oktober 2015

Puan, Jangan

weheartit.com

Dapat kutangkap gemuruh darimu walau di kejauhan
merapal doa-doa kosong memekakkan
Hanyalah sekejap lagi, Puan!
kulihat matamu mulai menyerah dan berubah
merah
Rupanya mereka mengkhianatimu, benar?
Api beku menjalari sekujur tubuh
berkobar membakar seluruh-Mu
kan dahulu sudah kubilang, Puan!
sekali-kali jangan menantang kematian
sekali-kali jangan yang demikian!



sembari mendengarkan Putih oleh Efek Rumah Kaca.

Jumat, 25 September 2015

Wakinem's Chocolate pt. II: Green Monsters!


 “Chemically speaking, chocolate really is the world's perfect food. ”
Michael Levine

Masih inget kaaan sama brand soklat baru dan inovatif Wakinem's Chocolate yang beberapa waktu lalu saya review? Nah, kalau kemarin saya me-review beberapa varian cokelat barnya, kali ini selain cokelat bar saya berkesempatan mengicip juga salah satu varian dari Wakinem's Jar of Hearts~ Asiiik ngemil ena ngemil ena~


to whom it may concern

Google

Yesterday morning I dreamt about you. Yea, you read that right: morning. That's because I don't go to sleep until after 4.30 a.m in the morning on my days-off. I took a sleeping pill to ease my way to it. And only recently that I started having these dark circles under my eyes. I looked horrible.

So in my dream we were back to being highschool students, I think. I don't remember much about the storyline but I remember we were cycling together side by side and held hands. *cue in: Copeland's "To Be Happy Now"*:

"In the moments before time starts moving backward,
I will feel her hand in the palm of mine.
And the cities will return to the field of flowers..."

Cheesy, right? But that got me thinking. Dear God, when was the last time we're alone just by both of ourselves, laughing, talking about nonsense, crying in silent, or just be there and not even saying a single word? It's...scary, that I don't remember when.

Minggu, 30 Agustus 2015

Wakinem's Chocolate: Cokelat yang Sedang Naik Daun

What's the best first-aid kit after having contact with the awful dementors? Yea, it's CHOCOLATE!! (cokelat beneran loh bukan coklat sianjing coklat).

Google

Sejak lama, orang-orang suka ngemil cokelat. Karena cokelat memang merupakan jenis snack yang sangat populer di semua kalangan, saya suka juga dong pastinyaaaa... Heuheuheu. Maka ketika teman saya Saifulloh memulai usahanya berbisnis cokelat homemade buatan dia sendiri, saya cukup bersemangat menanti bagaimana rasa dari produk-produk yang ia keluarkan. Brand miliknya ia namakan Wakinem's Chocolate. Hari ini saya berkesempatan mengicip beberapa varian cokelat buatannya, termasuk beberapa yang baru. Sebenarnya saya sudah mengicip cokelat Wakinem beberapa kali, namun ya ngicip doang aja gitu, tidak ada niatan me-review. Nah, kali ini saya memutuskan akan mendedikasikan blogpost ini untuk memberikan review tentang Wakinem's Chocolate. Here goes.

Minggu, 21 Juni 2015

road (not) taken



"Now I have come to the crossroads in my life. I always knew what the right path was. Without exception, I knew. But I never took it. You know why? It was too damn hard..." --Scent of a Woman

Sabtu, 13 Juni 2015

[secret post] to whom it may concern: pt. 4

weheartit.com

Have you heard the full E•MO•TION album by Carly Rae Jepsen? Oh my effin God, it blew me. See, you know that sometimes I have...a certain attitude toward popular music nowadays, so naturally I wasn't even going to listen to the whole album, except for some catchy song I can't stop hearing everywhere (where Tom Hanks starred in the MV, it's so weird...). But then somehow I kept finding these good reviews about the album and being a veeery curious person that I am, I decided to give it a try.

And so....

Rabu, 03 Juni 2015

beranda

vi.sualize.us

Cahaya turun ke beranda bukan rumah kita
Semalam adalah fana yang menyaru kekal sejenak
mengubur bayang-bayang bersama bunga layu hangus
terbakar matahari kemarin
Terang merambati beranda bukan rumah kita
kursi-kursi terisi
Kursi di beranda
rumahku, rumah ia
bukan rumah kita

Selasa, 02 Juni 2015

Seharusnya kutulis puisi ini

vi.sualize.us

Seharusnya kutulis puisi ini
dengan kalimat di lorong-lorong sepi
kepada: kosong sebelum fajar
agar tersisa keabadian
yang berbisik perihal hari yang semakin petang
Tetapi cahaya bertebaran padahal tidak ada lentera
di sudut malam
Tetapi siapa yang bernyanyi seperti siut angin sore hari
"Sebentar, akan kupanggil hujan untuk turun dari kedua matamu."
deras.

seharusnya kutulis puisi ini buatmu

Selasa, 05 Mei 2015

buku yang terbuka di atas meja

Google

uap harum masih dapat kucium dari sini sampai dalam rongga dada
rupanya secangkir kopi: milik siapa?
tiada yang mengaku atau mau tahu
kuangkat hati-hati dengan kedua tanganku
masih hangat, lalu: milik siapa?
tiba-tiba saja meledak tanpa suara
hanya senyap yang pekat
berubah menjadi bunga-bunga
berhamburan, di atas buku yang terbuka
di atas meja, lantas: milik siapa?

4.40 p.m

Senin, 04 Mei 2015

Cakap Kita: p r e l u d e

Google


L: Hmmm...
P: Ya?
L: Kamu tahu tidak, kalau...
P: Tidak!
L: Hah?
P: Mengapa kamu selalu seolah seperti berasumsi 
bahwa aku mengetahui apapun itu
yang sedang berada dalam kepalamu,
menunggu untuk kamu utarakan padaku
dengan awalan "Kamu tahu tidak..."?
L: Kalau begitu maafkan aku.
Aku tidak bermaksud seperti itu.
P: Ya... Hmm.
L: Kamu tahu...
P: Sekali lagi, tidak!
L: Tetapi yang ini kamu sungguh tahu.
P: Memangnya apa?
L: Bahwa dari dulu aku memang bukanlah seseorang
yang mahir menggunakan kata-kata
untuk mengungkapkan pikiran dan maksudku.
P: Ya, lalu?
L: Lalu, hilangkanlah kerut di dahimu itu.
P: Tidak relevan.
L: Aku toh tidak membutuhkan relevansi untuk bisa
mengabadikan raut wajahmu yang tanpa cela.
P: Sekali lagi...
L: Apa?
P: Tidak relevan, bung!
L: Ada apa sih dengan kalian, kaum wanita sekarang ini.
Segalanya harus berlandas kombinasi rasa dan fakta yang ada.
Sejak kapan kalian memakai logika?
P: Hei, perhatikan perkataanmu!
L: Salahkah?
P: Tidak juga, sih. Tetapi sejak dulu pun
tidak semua wanita melupakan logika.
L: Aku tahu. Seperti kamu, misalnya.
P: Ya. Lalu mengapa kamu merasa perlu
mempertanyakan hal logika tadi
kalau kamu sudah tahu?
L: Ah.
P: Mengapa tersenyum seperti itu?
L: Ingin sekali rasanya kubungkam bibirmu itu
dengan ciuman panjang tanpa jeda.
P: Ah.
L: Kok 'ah' saja?
...
...
P: Habis sudah pernah.

--------

3/5/2015
4.38 a.m
ya, terdapat repetisi seperti yang telah ada pada catatan sebelumnya
mungkin memang sedang berkubang dalam tema dan kata-kata
seperti itu

Kamis, 30 April 2015

hail posrok


Google

Post-rock is just the best
Post-rock is just the best
Post-rock is just the best
Post-rock is just the best
Post-rock is just the best
Post-rock is just the best
Post-rock is just the best
Post-rock is just the best
Post-rock is just the best
Post-rock is just the best
Post-rock is just the best
Post-rock is just the best
Post-rock is just the best
Post-rock is just the best
Post-rock is just the best
Post-rock is just the best
Post-rock is just the best

I can go on writing (copy-paste, actually) it a few bit more
because it's entirely true. My favorite music genre is post-rock.
Always will, always has. I can listen to it all day without getting bored. 
The music is so ena ena. 

Addicting. Heartwarming. Heartbreaking. Mesmerizing. Hypnotic. Making me breathless. And on, and on...
It's like, semua mood masuk lah kalo dengerin post-rock,
pun sebaliknya. Musik post-rock buat segala macam situasi ada.
Gila lah. Ngga ngerti. Cinta banget. Gila.

The first time I am exposed to the genre was somewhere in my highschool year.
Begitu denger God is An Astronaut, 65daysofstatic, Maybeshewill, Hyakkei, etc etc
kemudian mabok. Donlotin semua mua diskografi. Merem melek. Ena banget.

Post-rock is just the best
Post-rock is just the best
Post-rock is just the best
Post-rock is just the best
Post-rock is just the best
Post-rock is just the best
Post-rock is just the best
Post-rock is just the best
Post-rock is just the best
Post-rock is just the best
Post-rock is just the best
Post-rock is just the best
Post-rock is just the best
Post-rock is just the best
Post-rock is just the best
Post-rock is just the best
Post-rock is just the best


Post-rock
is just the best....

Jumat, 24 April 2015

BDG dan KSSSH

Being an impulsive person that I am, I decided to hop on a train to Bandung to go see "Kita Sama-sama Suka Hujan" collaboration concert two weeks ago. Tapi bercanda. Ga segitu impulsifnya juga sih saya sampe impromptu langsung naek kereta hahahaha, udah ada sedikit rencana juga sebenernya :p Etapi ya tetep impulsif jugak waktu tiba-tiba udah beli tiket kereta aja saya PP Jogja-Bandung. Trus beli tiket konsernya. Trus excited. Trus takut. Trus deg-degan. Trus gitu deh.




And so berangkatlah saya ke Bandung via Stasiun Tugu di hari Jumat malam. Wah pokmen sangat-sangat mendebarkan sekali soalnya terakhir naik kereta itu udah lama banget dan itupun cuman ke Solo yang deket. Nah ini langsung 8 jam di kereta dong, mana sampainya subuh-subuh lagi ;_;

Di kereta ngga bisa tiduuur. Susah. Adaptasi mungkin jadi gitu yah sedih takut capek ntarnya tapi yasudalahyaw ndapapa. Sampe di Bandung pukul 4 pagi lebih sedikit, huiii ngeri tuip kek backpacker deh udah sumpe hihihi. Udara sejuk dingin menerpa wajah, dan desakan di kandung kemih memaksa untuk mampir toilet dulu (iki oposih rapenting. wes). Kemudian saya duduk-duduk di stasiun nunggu agak terang langitnya dan habis itu cawsss ke penginapannya Lia di daerah Dago atas.

Jadi, jan bejo sekali saya waktu ke Bandung, Lia juga lagi di Bandung. Jadi nggak kayak orang ilang gitu mau ngapain nunggu malem... Hahah. Lia lagi main juga sama temen-temennya gitu deh. Trus saya menumpang hidup sebentar pada mereka, nunut mandi di penginapan, dan nunut disupiri tamasya :p

Langsung kita menuju Taman Hutan Raya Ir. H. Juanda!




Lanjut ke tujuan berikutnya, Lawangwangi Art Space.




Lawangwangi ini bagus biyangeeet tempatnya. Di daerah Lembang ya kalo ngga salah? Di atas gitu, bisa liat ke Bandung bawah yang berkabut. Ntap ngetz! Kita leyeh-leyeh dulu juga di kafenya~ And then kita turun buat makan di Mie Merapi trus waktunya saya berpisah dengan rombongan kekinian itu (hahahaha :p) dan memutuskan berjalan menuju suatu tempat. Yang ternyata jauh. Akhirnya ngangkot. Trus bingung SAYA DI MANAAA. Trus udah sampai di jalan yang saya cari tapi capek jalan trus mlz trus naksi ke ITB mengunjungi kawan esempe esema. H00vt (--,)/||

Di ITB kembali harus capek jalan lagi karena gede banget kampusnyaaa ;_; Ngobrol-ngobrol sama Ifa deh sambil merecharge diri dan hape karena lemas raga ini mz. Sore-sorean gitu deh. Sampai pada waktunya berangkat menuju venue konser "Kita Sama-sama Suka Hujan". Ngangkot ke sana, yha lumayan deket dari ITB mungkin sekitar 10 menit.

Kemudian akhirnya sampailah saya di Teater Tertutup Dago Tea House. Dan........... Malam yang saya tunggu-tunggu pun akan dimulai :)

Etapi bentar-bentar. Boleh lho dilihat dulu posting saya yang ini, heuheuheu. Itu adalah tulisan setelah menonton konser kolaborasi "Suara Awan" tahun lalu. Konser yang memulai segalanya, tsaahhh... Hahaha. Ya soalnya kan memang berawal dari konser itu, "Kita Sama-sama Hujan" ini diadakan.

Dah dibaca? Apah? Belom? GELUT WAE.




Anyways... Maka bertemulah saya dengan dua kawan last.fm, Rara dan Bhakti. Hwaaaa deg-degan dong, soalnya saya kan isinan banget takut awkward apa gimana gitu karena baru pertama kali ketemu. Waktu saya sampai mereka udah ngantri mau masuk gitu trus saya ngikut deh padahal antrinya panjang heuheu #MenolakAntri #terusdiantemi.

Kita ngobrol dikit terus cari tempat duduk deh... And then the show begins! Banda Neira, Layur, Gardika Gigih, and String Duo (Suta Suma & Jeremia Kimoshabe)!

Excited banget gilaaaak! Saya putuskan untuk tidak berurusan dengan hape saat konser dimulai. Gamau foto, gamau rekam. Saya cuma mau nikmatin musik. Udah. Gamau diganggu gugat. Banyak kok fotografer dan sie dokumentasi, ntar juga diaplot (sila cek yutub).


shutterbeater.com

*sesek rak iso ambegan* *semaput*

Yha, konser kolaborasi "Kita Sama-sama Suka Hujan" malam itu mematikan sekali. Saya kira sedikit lebih breathtaking daripada yang "Suara Awan" (yang top juga kok tapi, soalnya venuenya yang di Tembi itu nilai plus banget hhe). KSSSH (dibaca kisssh kata mb Rara Sekar) ini lebih bagus, karena lebih terorganisir, latiannya juga matang dengan konsep yang apik dan rapi. Nah kalau yang di SA kan itu dadakan dan mereka pun baru bener-bener tatap muka seminggu sebelum konser.

Total lagu yang dibawakan ada sekitar 15-16, itu sudah dengan encore "Di Atas Kapal Kertas" yang lucuk ndagel tapik tetep enchanting hihik. Rara Sekar di vokal dan xylophone, Ananda Badudu di gitar-vokal-sedikit tetabuhan, Layur di vokal-gitar-tetabuhan-soundscape, Gardika Gigih di keyboard-piano-pianika, Suta Suma di violin dan Jeremia Kimoshabe di cello. Setlistnya sangar lah anjir. Karena saya ga buka hape untuk mencatat di notes saya lupa-lupa ingat hehe maapken, tapi kalau menurut pamflet yang diberikan, lagu-lagunya (lebih ke komposisi kali ye :p) ada: “Hujan dan Pertemuan”, “Prelude”, “Hujan di Mimpi”, “Tenggelam”, “Suara Awan”, “Langit dan Laut”, “Dawn”, “Ocean Whisper”, “Derai-Derai Cemara”, “I’ll Take You Home”, “Labuh”, “Beranda”, “Dan Hujan” dan “Are You Awake”.

Saya ragu soalnya saya ga ingat nomor "Beranda" dimainkan heheh. Entah saya beneran lupa atau gimana, yah pokoknya selain satu lagu itu saya ingat semuanya :'D

Oh ya itu yang pake bold adalah lagu-lagu yang dimainkan dengan biyagus buwangettt pol mentok-turah-turah (tapi menurut saya heuheu)!! Sepanjang konser cuman senyum-senyum ga jelas saking terpesonanya deh. Ngekek rauwis-uwis juga deng karena para performers di atas panggung isinya cuman ndagel ke sana kemari :3

 And so, to sum up the whole night: Again, heavenly. :)



shutterbeater.com

Setelah selesai sayang sekali ngga sempat ketemu para performers karena nanti kemalaman, kita langsung pulang dari venue. Mampir makan di mekdi sampai tengah malam bersama kawan-kawan baru. Kemudian pulang......




Terima kasih "Kita Sama-sama Suka Hujan"! Terima kasih Bandung! Terima kasih Lia dan kawan-kawan! Terima kasih Rara dan Bhakti! Semoga kita bisa segera bersua kembali ya kalau kalian main ke Jogja! Semoga kamu suka (semacam) buah tangan yang saya bawakan ya, Ra. Hahaha. Buat Bhakti kapan-kapan kalau ada sablonase Layur deh gantian saya sablonin kaos :p





Iya, ini post telat banget. Mana gaje. Terus embuh banget.
Iya, kangen Bandung.
Iya......

Rabu, 08 April 2015

mboh part sekian

vi.sualize.us

daun menguning di jendela
mengetuk kaca
lalu bersabda
dalam tutur panjang tanpa jeda
tetapi sekali-kali TIDAK! teriakku
manusia menjelma gila
menjelma rimba
mewujud neraka

kemudian

modar koe! batinku

asu!

8/4/2015

berdua semalam

vi.sualize.us


menyapa hangat udara, kau tahu
akan membuat kepalamu pening dan
menggeliat di ujung ranjang
barangkali kau tinggalkan sejenak
tubuh telanjang kita
sembari bertanya
ada apa gerangan
dengan
wajah kelamku akan
hujan
tadi malam

10/3/2015

Sabtu, 04 April 2015

Semalam didongengi @LELAGU_

Menyambut wiken panjang, enaknya nonton gig andalan dong~


Heuheuheu, yep, saya menyang nonton Lelagu #14 semalam bersama kawan-kawan. Jadi sebenernya Lelagu kali ini seharusnya diadakan minggu lalu tanggal 27 Maret tapi karena ada sedikit halangan makanya diundur jadi semalam. Dan malah merupakan suatu keberuntungan tersendiri buat saya, karena kalo jadi diadakan minggu lalu saya ngga bakal bisa nonton :|

Wes wes~ Pokmen kemudian saya malam tadi berangkat menuju Kedai Kebun Forum untuk kembali menikmati Lelagu yang pastinya syahdu~ Uwopooo. Agak hujan sedikit bikin klebus rapopo ramasalah. Sampai di sana sudah ada dua makhluk menunggu yaitu si Fajek dan Mas Nasik. Kita sregep banget co, soalnya jan isih sepi venue-nya. Tapi karena kita takut ntar kalo telat kebak biyanget (dan memang kemudian betulan kebak biyanget pol mentok) makanya kita berangkat gasik hehe dan emang tepat sekali keputusan kita karena waktu nyablon pun kaos kita jadi rampung duluan. Ena' to ena' to~


@LELAGU_

Alasan nonton Lelagu kali ini adalaaaah... Trio Gigih-Layur-Jimi dong!! Heheheheh. Mbak Frau juga kok tapi rapatio maapken y mb ku suda terlalu sering nonton u, gantian :p Setelah nonton mereka di AntroFest lalu, saya masih bersemangat kalo suruh nonton mereka lagi, ya jadilah fufufufu~ Oya, ini juga buat pelipur lara ndak bisa nonton Banda Neira di Southfest karena sesuwatuk :((


All photos by @fajipratama
Bertajuk "Si Kancil dan Kurcaci Raksasa", Lelagu #10 ini berkeinginan membawa para penontonnya kedalam atmosfer "dedongengan". Bentar bentar, saya kutip dulu kata-katanya Mbak Gisa dari sini:

"...kami jadi ingin mengusung tema dedongengan. kami ingin menampilkan kesenangan akan cerita-cerita yang kerap kita dengar waktu kecil. Kami percaya keajaiban dongeng kerap kali masih terperangkap dalam diri kita walau kita telah dewasa. Para penampil yang kami pilih adalah mereka yang karyanya membuat kami terkenang kembali akan si kancil, kurcaci, raksasa, putri-putri cantik, kastil yang dijaga naga, dan makhluk-makhluk lain dari negeri dongeng.."

Waa mantap to! Kemudian tampil performer pertama malam itu, ada Sphinxter, yang merupakan projek solo Zacharias Szumer, memainkan shoegaze. Dia berkolaborasi dengan perupa Ru Ru dalam memvisualisasikan musiknya. Sphinxter memainkan beberapa nomor lagu malam itu, sekitar 6-8 lagu yang atmosfer 'space'-nya kental dan begitu terasa. Ada lagu-lagu seperti "Glistening Night (Ant Elephant)", "All Things Great and Small", "Satellite", "Distill", dan beberapa lagu dari film-film Disney. Asyiik lah, apalagi visualisasi dari Ru Ru juga dapet 'feel'-nya.

Sphinxter x Ru Ru

Nah habis ituuuu waktunya sendu-sendu bersama tiga mz-mz syahdu~~ Mz Gardika Gigih sang pianist, Mz Pepi Layur sang (apa ya? kalau kemarin sih gitar hehe) guitarist, dan Mz Jimi sang cellist. Mereka membawakan total lima lagu kalo ndak salah ya, seperti "Dawn" dan "The Ocean Whisper"-nya Layur, "Kereta Senja" dan medley "I'll Take You Home" dengan "Tenggelam"-nya Gigih. Musik mereka divisualisasikan oleh Kahfi Eska Yusac dengan gambar-gambarnya yang ciamik abis! Sukaaak!

Emang deh ngga ada yang bisa ngalahin kalo ketiga mz-mz ini dah fusion menjadi satuk. Hauntingly beautiful! Harmonisasi masing-masing instrumen yang ada bener-bener bikin kepayaaang~ Hhe. The thing about them is, you can feel their souls just by listening to their music. I mean, they play so heartfully it hurts. Duh, atiku entek deh pokoknya. Kalo mereka perform lagi, koe koe koe dan koe tep kudu nonton.

Cek sonklot mereka dech di sini --> Mz Gigih | Mz Pepi Layur | Mz Jimi 

Gigih-Layur-Jimi x Kahfi

Kemudian sampailah di penghujung acara, kita tampilnyaaa... Frau! Tampak manis dan anggun seperti biasa, Mbak Lani malam itu berkolaborasi dengan perupa Restu Ratnaningtyas. Dalam penampilan kemarin Frau membawakan 3 lagu respon terhadap karya seninya Mbak Restu dan sebaliknya. Jadi ganti-gantian. Hasilnya? Kereeeeen! Ini kemarin ada teaser-nya.



Frau menampilkan total tujuh nomor lagu di Lelagu #14 kali ini. Lagu dia sendiri ada "Water", "I'm a Sir", dan rendition versi dia dari "Sepasang Kekasih Yang Pertama Bercinta di Luar Angkasa"-nya Melancholic Bitch seperti biasa. Dan untuk responnya kepada karya seni Mbak Restu ada "Sembunyi", "The Butcher - Tukang Jagal" dan "Negentropy 5 in E Minor".

Frau x Restu Ratnaningtyas

Pulang-pulang dapat apaaaa? Selain dapet sablonan kawos baru, dapet senang dong pastinyaaaak~ Uwuwuwuwuw~ Terima kasih saya ucapken kepada para tim Lelagu, di antaranya ada Mbak Adel (yang sekalian menyampaikan titipan dari FFWD Records untuk Magenta. trims CD Mocca-nya! hehe). Pokoknya keren bangetz deh Lelagu #14, suasana 'dedongengan'-nya berhasil ngena hasil dari semua kolaborasi line-up dan perupa malam itu. Saksees~

Ngga lupa thanks so much juga pastinya buat para musisi dan perupanya yang bikin semalam jadi seru, kalo kata Wayne's World-nya SNL, I'm not worthy! I'm not worthy! Awesome lah kalian semua. Hahahaha. 

Sempet ada suatu hal yang cukup lucu (?) atau aneh atau apalah itu haha. Jadi kan waktu saya belom masuk ke venue, masih di bawah gitu, Mz Pepi sama Mz Gigih lewat tuh. Nah saya panggil aja deh Mz Pepi sosoan kenal seperti biyasak wkwk. Ee terus pas udah di atas, tiba-tiba disamperin Mz Gigih dia panggil "Din," gitu apa ya kalo ga salah. Lha kan saya bingung, tapi ya saya say hi juga. Trus dia bilang "Tadi udah ketemu Pepi yaa?" dan saya cuma ber-hehahehe ria. Trus ngobrol dikit deh sama dia masih dengan bertanya-tanya, ini apa Mz Gigih beneran inget dan mengenali saya (dari sini mungkin?) atau dia kira saya orang lain yah hahahaha entahlah....... (kemungkinan besar bisa salah orang juga tuh :p soalnya saya suka kaget kalo ada orang kenal sama saya ha ha ha..)




Anyhow..
Nih saya aplotin dua audio hasil ngrekam Frau semalam. Duh sayang ngga ngrekam waktu trio GLJ maen. Soalnya terlalu terhipnotis, heavenly banget heuheu. Cheers.









Nih juga ada "The Ocean Whisper"-nya Layur. Just because saya sempet terpana sebentar dengan peformance GLJ saat membawakan lagu ini dengan visualisasi dari Kahfi yang... Exceptionally cool and..quirky?

//

and now i'm here still lost on you
but can i feel the lovely skin from back of you?
and now i seen that skies not blue
//

 
Free Website templatesFree Flash TemplatesRiad In FezFree joomla templatesSEO Web Design AgencyMusic Videos OnlineFree Wordpress Themes Templatesfreethemes4all.comFree Blog TemplatesLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesSoccer Videos OnlineFree Wordpress ThemesFree Web Templates