Kamis, 01 Juni 2017

kepada lelaki yang tak pernah tidur

Di sudut fajar yang mulai menyingsing dalam pikiranku ini
tak kutemukan kau
yang seharusnya seperti biasa, menapaki solilokui tiada berujung
tetapi tidak serupa kemarau
tidak pula ada nada-nada samar pada memori yang bergegas
yang seharusnya seperti biasa, kau hembus perlahan namun selaras

Tetapi bukankah sudah kita bunuh Waktu kemarin senja?
Atau ingatanku mulai meluruh, seharusnya kita bersua esok lusa?
Apakah benar kita akan berangkat menjemput semesta bersama-sama?

Detik jam dinding di atas almari rupanya belum memejam
Berarti sunyi yang kudengar sedari tadi mungkin hanya sekedar alegori
menyaru sepi seperti bait-bait kosong dari
puisi yang kau goreskan pada angin timur
sebelum sempat kau cecap barang sedikit
terlanjur berlalu bersama bisik
yang kau teriakkan sembari menantang langit

Tetapi fajar malah tenggelam akan petang yang makin pekat
Dini hari tak mau enyah dan aku masih saja gelisah
karena seharusnya seperti biasa, kau ada,

tetapi tidak.

1/6/2017 || 3:30 a.m 
hmmm

0 comments:

Posting Komentar

 
Free Website templatesFree Flash TemplatesRiad In FezFree joomla templatesSEO Web Design AgencyMusic Videos OnlineFree Wordpress Themes Templatesfreethemes4all.comFree Blog TemplatesLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesSoccer Videos OnlineFree Wordpress ThemesFree Web Templates