Rabu, 19 Juli 2017

hello cold world

And if you're still breathing, you're the lucky ones
'Cause most of us are heaving through corrupted lungs
Setting fire to our insides for fun

Google

Well, there's no good way to say this, but here goes:
I am 22 and still alive.

I feel happy, I feel sad, I feel like running through the walls
I'm overjoyed, I'm undecided, I don't know who I am
Well maybe I'm not perfect, at least I'm working on it
22 is like the worst idea that I've ever had
It's too much pain, it's too much freedom, what should I do with this?

I know, right? Wow, siapa juga yang nyangka kalau saya bisa sampai sini. But I did. Tetapi tentu saja perjalanan untuk sampai pada umur ini bukanlah sesuatu yang remeh-temeh, sama sekali bukan. I literally have to went through tears and blood (not necessarily mine, but still :p) and fought oh so many battles. Lalu ketika pada akhirnya saya sampai pada saat mengetik post ini, menilik ke belakang membuat saya seringkali kaget sendiri, "Kok bisa ya?"

Tidak, tidak. Di post ini saya tidak--belum, akan menulis refleksi tentang hal-hal yang terjadi atau memengaruhi kehidupan saya. Saya simpan untuk refleksi tahun 2017 saja besok hari, itupun kalau tidak malas, kalau ingat, dan kalau saya masih mempertahankan status 'alive'. LOL, too dark? Naaah, nga ah. Namanya juga urip, kan syapa tahu~ Ya tida ya tida ya tida~? Ya dong~

Kesempatan ini, akan saya gunakan untuk menulis sedikit tentang orang-orang yang selama setahun (atau lebih) ke belakang ini turut berjasa dalam membuat kehidupan saya...more manageable, if not worth-living. :)

(Tidak dalam urutan tertentu)

1. Wira
Kami berteman sejak kelas 1 SMP, yang berarti usia pertemanan kami sudah sepuluh tahun bulan ini. Ada yang bilang kalau pertemanan sudah berjalan selama tujuh tahun, kemungkinan akan bertahan sampai habis usia. Ya saya juga ngga tahu apakah itu sudah terbukti secara ilmiah atau belum, tetapi tidak ada salahnya bukan berharap untuk hal baik? Beberapa tahun terakhir ini, Wira menjelma therapist pribadi saya. Selain karena dia memang kuliah jurusan psikologi, ngobrol panjang lebar mengenai berbagai topik dengan dia tidak pernah sedikitpun terasa membosankan, I'm not even kidding. Sedari sekolah menengah memang dia seorang siswa yang cerdas, jauh lebih pintar daripada saya yang begitu pas-pasan. Mungkin ini merupakan salah satu alasan setiap percakapan kami selalu menarik dan mengandung banyak hal untuk dijadikan catatan dan pelajaran. Selain itu, pertemanan kami termasuk low-maintenance. Ini menyenangkan, karena dengan begitu, walau cukup lama tidak bersua, ketika bertemu kembali kami selalu bisa melanjutkan dan memulai percakapan lagi tanpa ada rasa kikuk ataupun jarak yang tercipta.

Wir, thank you for being such a good friend after all this time. Thank you for our long conversations. Thank you for your logic, your thoughts, your opinions. Thank you for being a very good listener (well, after all, it is what you're majoring in, no? xD). Thank you for letting me know that it's okay to be broken. Thank you.

Denna & Wira (2010)

2. Yura
Saya pertama bertemu Yura di tempat saya bekerja part-time dua tahun lalu. Dia salah seorang part-timer di sana yang masuk sebelum saya dan masih terbilang lumayan baru juga. Funny story, sebelum saya bahkan ketemu dan kenal Yura, seorang teman saya (yang ternyata satu kelas dengan Yura) pernah menyarankan saya untuk mencoba hangout bersama Yura. Jadi, teman saya itu (Khrisna) suatu kali di sekitar tahun pertama kuliah, entah kenapa pernah tiba-tiba bilang ke saya untuk hangout dengan salah seorang teman kuliah sekelasnya. Katanya, temannya itu seorang anak Bandung yang asyik dan unik, suka banyak hal yang sama dengan saya, menyenangkan, dan kerap ingin turut datang ke berbagai festival atau event seni di Jogja tetapi ngga punya teman untuk menonton. Waktu itu Khrisna pikir saya akan cocok main dengan teman kuliahnya ini karena saya juga gemar menghadiri berbagai acara seni Jogja. Ketika diceritain seperti itu, saya jadi penasaran juga, seperti apa sih temannya Khrisna ini. Yah, karena nasib kami berdua waktu itu kurang lebih sama, tidak punya teman yang berminat diajak ke sana kemari menghadiri banyak hal. Namanya Yura, Khrisna sempat memperlihatkan fotonya juga. Lalu, setelah itu saya coba mencarinya di internet wkwkwkwkw (Yur, if you're reading this, ya tau lah yaaaa riset riset sikit laa :p) dan ketika menemukan socmednya, wow, timbul rasa kagum akan personanya di dunia maya. Kesan pertama yang saya dapat dari hasil riset (menolak memakai kata kepo! ew) adalah Yura orangnya macam perabot keramik vintage gitu (apadahhhh). Maksudnya, buat saya dia begitu sophisticated. Dan saat akhirnya kami bertemu (murni karena tidak sengaja! atau...lebih karena takdir? lol), kesan tersebut tidak hilang. Yura di dunia maya maupun nyata kurang lebih sama, dan rasa kagum tetap bertahan.

Setelah itu kami berteman lumayan dekat (yora, Yur?), karena notabene Yura adalah seseorang yang supel dan bisa langsung akrab dengan banyak orang yang baru saja dikenalnya. Dia suka ngobrol (kalau dengan yang tidak terlalu dekat sih yang diobrolin ya hal-hal umum saja), dan saya suka mendengarkan. Cocoklah xD Selain itu, rupanya kami berdua sama-sama tergolong dalam personality type INFP-nya Myers-Briggs. Terlepas dari akurat tidaknya tes tersebut, rupanya Khrisna benar, saya dan Yura bisa menjadi teman baik. Sama-sama memiliki sifat introversi membuat kami, yah, at least mengerti perasaan satu sama lain (hooh ra yo, Yur? wakakaka). Hey, walau di atas saya bilang dia supel dan mudah berteman, Yura tidak tergolong pada karakter seorang ekstrovert. Sama sekali tidak. Bahkan kadang, saya sampai nggumun pada beberapa kesamaan kami (salah satu contoh: suka nongkrong di kafe sendirian saja sekedar untuk membaca atau mengerjakan sesuatu tanpa merasa risih sama sekali). Tetapi tentu saja, kami tetap orang yang sangat berbeda. Contoh gampangnya, dia sangat chic, sedangkan saya, boro-borooooo..... Baju aja cuma itu-itu doang wqwq. Meski begitu, persamaan dan perbedaan kami sama-sama cukup mewarnai hubungan pertemanan selama ini.

Yura adalah satu-satunya orang, yea you read that right, satu-satunya, yang kepadanya saya ceritakan hal-hal tentang saya yang tidak seorang lainpun tahu. Hal-hal yang bahkan tidak juga saya ceritakan kepada orang-orang yang saya sebut sebagai sahabat. Well..does this make us bestfriends, now, Yur? Semoga saja iya. Saya tidak tahu pasti (dan tidak mau kegeeran) Yura menganggap saya sebagai apa wqwqwq, tetapi sempat suatu kali saat dia sedang curhat lewat chat, dia bilang bahwa dia sudah menganggap saya seperti saudara sendiri dan dia merasa bisa menceritakan apa saja pada saya tanpa merasa sungkan. Saat membaca itu saya merasa begitu tersentuh (rasah ngguyu Yurrrr). Tapi ya beneran, saya terharu banget. Terima kasih ya, Yur.

And if you're still bleeding, you're the lucky ones
'Cause most of our feelings, they are dead and they are gone
We're setting fire to our insides for fun

Terima kasih sudah berbagi banyak cerita hidup. Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk sekedar mendengarkan cerita yang mungkin buatmu ngga terlalu penting, Yur. Terima kasih sudah membuat hidup ini terasa lebih ringan untuk dijalani. Terima kasih sudah berjuang, dan terima kasih sudah memberi alasan untuk aku juga berjuang. (kok rodo jijik menye yo....yoweslah ben yo pisan-pisan Yur wkwkwkw) You'll get through it all, Yur. I'm sure of it. We'll get through it :)

(foto nyusul yo Yur, aku ngenteni hasil foto kita yang kemaren itu xD)

3. AVENGERS
Saya sudah pernah sedikit bercerita tentang sekelompok orang ini di post lama saya yang ini. Saya juga sudah pernah post foto-foto bersama mereka di sini. Kali ini saya akan membalas surat yang mereka tulis buat saya. Jadi ceritanya, ketika Dian bertanya apa yang saya inginkan untuk ulangtahun saya beberapa waktu lalu, saya meminta mereka berempat (Dian, Nung, Lizzani dan Upik) untuk menulis sebuah surat pribadi untuk saya yang isinya bebas mereka mau nulis apa. Dan dengan persetujuan mereka, saya akan balas surat mereka itu dalam post ini, dan akan saya cantumkan juga surat yang sudah mereka tulis.



Dear Dian,

Pisanan, amiiin untuk ucapan dan doa-doamu. Semoga terwujud tenanan! Hwkwkw. I wish you all the best, too. Pindo, maturnuwun atas suratmu sing amat amat sangat membuatku merasa bahagia, tapi yo terharu ingin nanges. Tenanan iki rangapusi, pas moco aku terharu banget tapi ra tak ketokke wkwkw khan gengsi :p

Yan, jujur aku blas ratau merasa bahwa aku sudah menjadi seorang teman yang terhitung baik nggo koe. Soale koe reti dewe, walopun dewe cedak dan akrab, karakter dewe buedoooo puol. Salah satu sing paling ketok adalah, koe due begitu banyak teman dan iso langsung mengakrabi orang-orang baru. Sedangkan aku? Hialaaah boro-boro. Dan hal iki adalah sesuatu yang cukup ngefek pada pertemanan e dewe, yora? Karena ekspektasi kita terhadap hubungan pertemanan dadi bedo. Di saat koe pingin kerep dolan bareng, akune ra pingin, dan terus ramelu :( Sori yo Yan untuk saat-saat ketika hal itu terjadi. Seperti sing wes tau tak omongke ro koe pas nang Bukit Bintang kae, ya aku ncen wonge koyo ngene. Aku sueeeneng dolan ro konco-konco cedakku, tapi nek terlalu sering, aku njur merasa kesel. Noo, dudu kesel karo konco-koncone, tapi lelah, macam energi terkuras ngono, iki serius. That's why, at times, I have to deny your hangout invitations. And I'm really sorry for that, soale aku reti bahwa kumpul ro konco-konco malah menjadi sumber energimu. 

Koe mengajarkanku untuk menjadi seseorang yang setia dan menghargai koncone. Dan karena aku sedikit banyak mengenal koe dan sok-sok iso menebak opo sik tok pingin, I'm constantly trying to be a better friend, to you, and to Avengers. Nggo koe aku mencoba untuk lebih banyak kumpul dan hangout, mencoba melakukan sesuatu yang kiranya menyenangkan hati konco-konco, mencoba untuk menjadi konco yang lebih considerate, karena koe dan Avengers juga sudah membuatku senang dan bahagia, so I try my best to return the favor. Semoga usahaku untuk lebih banyak dolan iki menghibur hatimu yo hwkwkwkw.

Aku juga sinau banyak hal seko koe, Yan. Koe cah SMG sik gahol getoh koncone akeh, wes khatam bab pergaolan, sedangkan guweh anak mBantul sing gak due konco wkwkw. Aku belajar menjadi seseorang yang lebih terbuka, dan untuk lebih banyak berteman dengan orang baru. Aku yo belajar untuk jadi lebih wani dan ra isinan, untuk jadi seseorang dengan lebih banyak semangat dalam menjalani hidup. Koe seseorang yang sangat aktif dan constantly melakukan kegiatan, apapun itu. I'm truly inspired by that, yah secara guwe ratau ngopo-ngopo, ratau melakukan hal yang signifikan wekekeke. Ketika koe mendapat suatu tanggungjawab, you always try your best to do the job. Kui sing tekan saiki isih angel untuk aku contoh hwkwkw doakan ke depannya aku iso menjadi seseorang yang lebih berdedikasi pada pekerjaanku, like you do.

Suwun yo Yan, atas dolan nang Banyu Biru-ne, awal mula terbentuknya Avengers hwkwk ncen situs bersejarah omahmu xD Suwun aku wes oleh micek nang kamarmu setiap waktu, suwun koe selalu menerimaku dengan tangan terbuka, suwun wes ngancani di saat-saat gelap, suwun wes gelem tak jak dolan-dolan, dan begitu banyak hal lainnya. No, I won't ever forget you, dan semoga koe yo tidak melupakanku sik kerep nyebai iki wkwkw. Semoga koe juga bahagia selalu, yo. Aku melu seneng karena setidaknya aku wes sempat menjadi seorang teman yang kau anggap baik dan turut gawe uripmu seneng. Maturnuwun wes memberiku kehormatan untuk menjadi salah seorang konco kenthelmu :)

Dian & Denna (2017)
=================================================================



Dear Nung,

Heeeee Ratu Deramak sejak dua semester lalu!!!! Yak opoo reek uripmu jiaan ra mashoookkk wakakakaka. Tengkyuuu doa dan ucapan e yaaaa, semoga terkabulkan, pokoke ku juga mendoakan hal-hal baik nggo koee...

Koe adalah salah satu konco kenthel pertamaku jaman kuliah iki, karo Dian tersatukan gara-gara dosen legendaris Structure sing serem hiiii untung wes pensiun xD Medeni uga nek entuk dosen pembimbing koyo ngono ya... Wooo dadi kelingan, semoga gek rampung garap bab 4-5 gek ujiyan yhaa!! Tapi bar iki nyicil ujian practicum disik wekekeke.

Suwun yaa wes ngancani practicum selama...itungane pirang sasi yo? 3? 5? Hwkwkw. Wes berdjoeang bersama menghadapi kengantukan yang hakiki (sing malah tok abadikan hhhhh -__-), kedinginan dan kenggigilan (is that even a word? lol) di bawah ase, dan juga pastinya kengelehan serta kengelakan tiada tara wakakak, QuasimodoEsmeraldaGringoire hesyemeleh sing jian marai puyeng kesuwen ngematke laptop, dan jaman-jaman berdosen trenslesyen yang itu tuchhh kombo karo konco sekelas yang itu juga tuchhhh, sungguh perjuangan yang warbiyasa skali ya pemirsa. Semoga bijine awakdewe metu A kabeh!!!

Nung, nggo aku koe yo seorang konco sing unique swekaleee hwkwk. Ngobrol ro koe selalu nyambung dan iso berubah dadi rasan-rasan duowooo ne reek wakaka tapi rapopo rasan-rasan adalah hiburan. Eeeeeee..... xD Suwun wes dadi guide nek dolan nang mol, jan aku ncen ndesit gak reti opo-opo....

Pesenku, semoga deramak e wes rampung yoo bar iki hwakaka. Santae aee dalam menjalani hidup, dan hubungan (!!), rasah nanges-nanges neh jan pedot yo pedot wae pokoke aku selalu #TimPegat ben raurusan :p Terus, semoga selalu berproses menjadi pribadi yang lebih baik demi dirimu dewe dan orang-orang di sekitarmu. Ojo kakean sambat! Nang tuiter kaee jan surem tenan :| Salurkan energi negatip itu pada sesuatu yang bermanpangat yhaa... Karena sambat sesungguhnya, most of the time, tidak membawa sesuatupun hal yang positif. Setuju raaa? Ra setuju antemi weee wakakaka.

Tengkyu yooo atas 4 tahun kekancan iki, semoga dilancarke terus urusanmu ke depannya, dan semoga tercapai segala hal sing tok pingin dalam hidup ini. Amin! :)


Nung & Denna (2017)
=================================================================



Dear Upuk, eh Upik (wes impas hwkwkw)

Waalaikumsalam wr. wb
Maturnuwun ucapan dan suratnya yooo, Pik! Nooo, guwe mah positive apane wakakaka. Seperti yang wes tau tak omongke, koe lah sing positive banget hwkwk. Dalam pandanganku, koe adalah seseorang sing selalu riang gembira dan menghadapi dunia dengan semangat. Tapi pas wes luwih kenal, ternyata koe yo iso medeni (walopun durung tau menyaksikan langsung) dan itu mulutnya yah kalo ngomong mohon maap kadang lali ngerem wakakakaka, tapi kui malah merupakan hal favoritku seko koe jaan sangar warbyasa xD 

Upik adalah anggota Avengers yang begitu femes karena bakat olah suaranya yang begitu badai topan halilintar. Dan kerep tak repoti kon gitaran dan mengiringiku nyanyi dengan suara yang sangat sumbang dan fales yah pemirsa bikin budeg, tetapi selalu dilakukan dengan eklas dan trimo (e nga tau juga deng mungkin aja dalam hati menangis karena tersiksa). Suwun atas iringan gitarnya! Hwakakaka semoga hobi bermusikmu iki selalu membawa kebahagiaan, amiin. Don't ever change, you too, are perfect the way you are~

Eh masuk paragraf ketiga suratmu....wah apaan neyhhh hwkwkw kok sekejap berubah rada serem yah kata-katanya. Setelah rampung moco, yang terlintas dalam pikiran adalah "Wadoechhhh berat nehhhh bahasannya" hwkwkwkw. Pas aku wes rampung moco suratmu kui nang kamare Dian, koe takon apakah aku nesu membacanya. Aku njawab oralaaah gak nesu, tapi dalam hati ono tambahe sithik. "Gak laah, aku ra nesu, Pik. Malah sedih......"

Sedih soale aku durung iso menjadi seorang teman yang baik nggo koe. :( Jaman dolan nang Bukit Bintang dan pertama kali aku ngomongke hal ini padamu dan Lijani (ro Dian sih wes sikikan hwkw), opo sing tak omongke kui semacam versi alus e. Not...exactly the whole truth. Now, I know you meant well by saying what you said in the letter. And I really appreciate that, I do. It showed that you care. Dan seperti sing tok omongke, kewajibanmu sebagai teman sudah tersampaikan. But I want to say sorry that, at least for now, I can't do that. Not yet. Probably. I don't know. Because the thing is, at the moment I don't think I'm embracing religion. Any religion. Sure, I still dress like I embrace a certain religion, but that's just because I grew up wearing clothes like that and I feel comfortable in it. I don't wear them because the religion told me to. Perhaps this means that I'm now a heathen or infidel, I don't know and I don't really care either. I still believe there's a divine power, a deity. I'm just currently not practicing any beliefs. But of course, that doesn't mean that I won't ever embrace religion again. I came to this decision not without any basis, I have my own reasons. And that's a story for another post lol. As for death, I'm....not afraid of it. I'm afraid of people. Some people are really bad and evil, and that's what I'm worried about. I don't worry about death. So... I guess that's that. I am sorry and I apologize if I'm not someone that you'd call an ideal friend, I feel bad about that but I'm okay if probably you or some other people want to distance themselves from me. However, I'm not sorry for my decision as I'm fully aware of my choice. I hope you'd understand :(

Njayyyy... The hell did I just write hwkwkwkw. Ya kui lah ya pokokmen ku yakin koe pasti ngerti maksud e. We're different people, but I don't mind. I like being friends with you, Pik, you are one of a kind hwkwkw aku yo gak gombal lho kiyiii. Tengkyu wat liburan Ngewesnya! Selamat yooo wes sidaang... Bar iki Dian, Nung dan aq akan menyusul. Semoga kehidupan setelah perkuliahan dilancarkan, dan apapun goals dunia dan akhiratmu tercapai. Cheers! :)

Upik & Denna (2017)
=================================================================

Denna & Lizzani (2017)
Lizzani memilih untuk tidak tak post suratnya, padahal bagooossshhh aaaaakku terharu T_T tapi nga papa, ntar tetap aku balas kok, biar jadi rahasya kita berduwa gitu aduh romantes benget seh. 

=================================================================

We are the reckless,
We are the wild youth
Chasing visions of our futures

Masih tentang Avengers, di bawah ini saya akan post sebagian dari tulisan saya beberapa waktu lalu yang saya post di blog lain yang agak rahasia wakakaka karena isinya tidak disensor dan cocote kerap kali ra toto. Tapi boleh dibaca kalau bisa nemu sih~ Ya kali ja da yang kurang gawean meh moco khan wkwkw. Ok, so here goes:


Jumat, 12 Mei 2017
...

Malamnya makan-makan dijajakke Upek di Wok & Pan yay!! Wareg. Makan bersama Avengers plus C, L ama V. Enaaaa... Senang bertemu kawan-kawan. Habis itu pulang ke kosan Dian, dapet cincin dari Lijanii aaww sukak deh. Eh trus Dian ngajakin kerokean dong. Dibayarin lagi. OTIDAKBISATIDAK! Sayang minus satu, Nung mo garap repepe... Ywd c. Maka berangkatlah kita jam 10 lebih pake gocar, mari mari keroke~~~ Malem itu we sang our heart out lah pokoknya sampe serak nyanyi lagu-lagu upbeat. Upek malah sibuk laptopan yawlaa cemanaa ni anak temen-temennya pada tereak ini malah mantengin layar laptop -_- Love love love singing with them! Kuingin keroke lagiiii aaaa lom puwaas :|

Pulang dari keroke hampir jam duabelas gitu, gocar lagi lah. Wah menyenangkan ya ada service macem gini. Dan ngineplah aku sama Lijani hihik. Ngobrol-ngobrol bareng, kerokean lanjut lagi nyanyiin Kahitna lol. Trus tidur bareng sekamar berempat, pa paan Upek nih ngedusel hwkwkwk. That night I didn't sleep. Ku asyik mainan hp, yang lain dah teler. Sampe subuh sibuk sendiri, trus menjelang fajar aku puter Spotify random aja ngeplay playlist Discover Weekly. Wah Spotify mang mengerti aq banged dech. And then mengalunlah satu lagu ini, For Me This is Heaven-nya Jimmy Eat World. 

Asu. Di tengah-tengah suasana favoritku yaitu that time when the dark almost ends and the dawn comes, lagu ini muncul. Pertama denger aku langsung w0w terpesona apaan nih kok enak berasa pas banget sama atmosphere saat itu, trus liat judulnya. HMMM. Trus nyari liriknya. 

When the time we have now ends
When the big hand goes round again
Can you still feel the butterflies?
Can you still hear the last goodnight?
And the mindless comfort grows
When I'm alone with my 'great' plans
And this is what she says gets her through it
"If I don't let myself be happy now, then when?
If not now, when?"


And I swear, aku langsung merasa sendu abis. The first thing that came to mind was Avengers. Mungkin karena habis having such a good time with them, lagi tidur bareng pula, aku jadi kepikiran. Trus inget kalo tahun ini kemungkinan besar adalah tahun terakhir kami kuliah (AMIN tapi tetep sedih). Fak. Aku trus mimbik-mimbik, I've never felt like this about them before. Waktu mau pisah KKNPPL aja mereka berempat pada heboh panik sedih ada yang nangis juga karena mau pisah 2 bulan, aku blasss gak. Jan byasa aja rasanya. Mungkin karena waktu itu aku tau kalo kami masih akan tetep bareng untuk beberapa waktu. Sekarang, yawla.... :( Baru sadar. Ini mungkin adalah waktu-waktu terakhir kita bisa kumpul bareng dan main kaya gini. Fak. Fakkk. I'm gonna miss them like hell. Terus keinget beberapa jam sebelumnya waktu makan-makan malemnya di Wok & Pan itu deh, si Lijani ama Dian bilang mereka kangen aku dan colek-colek ama jailin mulu gitu :((( Waktu itu aku masih yang bener-bener byasa aja like apasiiii kangen-kangen lebay bet gitu mikirnya. Eeee cuman dalam waktu beberapa jam semwa itu berubah jadi sedih warbiyasa. 


The time we have now ends
And when the big hand goes round again
Can you still feel the butterflies?
Can you still hear the last goodnight?


Dan pada saat mikirin itu semua tadi, aku tiba-tiba merasakan epiphany dan...acceptance. Bahwa ya memang pasti ada waktunya semua ini selesai dan memang yang bisa dilakukan hanya keep moving forward. Membuka diri dan hati untuk hal-hal baru. After this we still have our whole life to live for. We'll graduate, pulang ke rumah, dan melanjutkan hidup. We'll be going places. We'll have so many beautiful things ahead of us, even though we're not together anymore. So, I have to live in the now, I have to enjoy every single moment with them before it all becomes a memory. Because if I don't, I'll regret it forever. 

Gaes, kalian emang kadang njebai banget turah-turah dan marai kzl mangkel etc etc tapi kusayang sekali. Pertemanan di antara grup isi cowo-cewe dan cewe-cewe emang beda banget rasanya. I never felt this way in my friendship with other people. Nope. Pertemanan cewe emang lebih banyak drama, but it's totally worth it. The bond is real :') I am happy, very happy I got to be friends with you guys. Seriously. Sampe kalo kepikiran "Ah, kok dulu gak kuliah di univ dan jurusan ini ajasih..." langsung nglegani diri dengan mikir "Tapi kalo ga di kuliah yang sekarang, ga akan ketemu Avengers. Yakin bakal punya temen-temen kaya mereka kalo kuliah di tempat lain?" That's how lucky I am. I know I don't say this very often, perhaps even never...? But I love you. All the best luck to you guys. Gaperlu nyanyi sontreknya The Breakfast Club lah ya (Don't youuuuu forget about me) because I know you all will never, ever forget about me :) ❤ 


"If I don't let myself be happy now, then when?
If not now, when?"
=================================================================

Dah gitu aja. Semoga 22 ini berkah. Semoga bisa segera ganti nyanyi Ain't It Fun, iykwim~

22 is like the worst idea that I've ever had
It's too much pain, it's too much freedom, what should I do with this?
It's not the way you plan it, it's how you make it happen
It's such a cold, cold world
And I can't get out, so I'll just make the best of everything I'll never have
It's such a cold, cold world
And It's got me down, but I'll get right back up, as long as its spins around


Hello, cold world...
 
Free Website templatesFree Flash TemplatesRiad In FezFree joomla templatesSEO Web Design AgencyMusic Videos OnlineFree Wordpress Themes Templatesfreethemes4all.comFree Blog TemplatesLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesSoccer Videos OnlineFree Wordpress ThemesFree Web Templates